Sporetik: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Jul 30, 2020 Tinjau pada Jul 16, 2019 Waktu baca: 4 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Sporetik adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi kulit dan jaringan lunak, serta infeksi saluran kemih 
  • Sporetik mengandung Cefixime yang tersedia dalam kemasan kapsul dan sirup. Pembelian obat Sporetik harus dengan resep dokter
  • Dosis Sporetik untuk orang dewasa adalah sebanyak 200-400 mg per hari dalam dosis tunggal atau dua dosis terbagi
  • Efek samping yang paling umum dari antibiotik Sporetik biasanya terjadi dan menyebabkan gangguan pencernaan termasuk mual, muntah, dan diare
  • Klik untuk mendapatkan Sporetik atau obat P3K lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD

Sporetik adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernafasan, infeksi kulit dan jaringan lunak, serta infeksi saluran kemih (isk) dan kelamin. Sporetik mengandung Cefixime, antibiotik golongan cephalosporin generasi ketiga yang aktif terhadap bakteri gram negatif mapun gram positif.

Mengenai Sporetik

Golongan

Harus dengan resep dokter

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Kemasan

Sporetik dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • dos 3 x 10 capsul 50 mg
  • dos 3 x 10 capsul 100 mg
  • botol 30 mL sirup kering

Kandungan

Sporetik mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Cefixime 50 mg/capsul
  • Cefixime 100 mg/capsul
  • Cefixime 100 mg/5 mL

Manfaat Sporetik 

Kegunaan Sporetik (Cefixime) adalah untuk mengobati sejumlah infeksi bakteri seperti di bawah ini :

  • Infeksi saluran pernafasan : Otitis media yang disebabkan oleh H. influenzae, M. catarrhalis  dan S. pyogenes, faringitis dan tonsillitis yang disebabkan oleh S. pyogenes, bronkitis akut dan bronkitis kronik eksaserbasi akut yang disebabkan oleh S. pneumoniae dan H. influenzae. Antibiotik ini digunakan juga untuk mengobati  community acquired pneumonia yang disebabkan oleh S. pneumoniae, H. influenzae, M. catarrhalis, E.coli, H. parahaemolyticus, dan H. parainfluenzae.
  • Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi yang disebabkan oleh E. coli dan P. mirabilis.
  • Infeksi kulit (misalnya selulitis), serta infeksi tulang dan sendi.
  • Pengobatan demam tifoid pada anak yang disebabkan oleh S. typhi yang telah resisten terhadap berbagai antibiotik lainnya.
  • Sporetik (Cefixime) digunakan sebagai antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri yang resisten terhadap antibiotik golongan penicillin.

Dosis Sporetik

Sporetik (Cefixime) diberikan dengan dosis :

  • Dewasa 200-400 mg/hari dalam dosis tunggal atau dua dosis terbagi
  • Anak lebih dari 6 bulan ; 8mg/kg BB /hari dalam dosis tunggal atau dua dosis terbagi
  • Penggunaan antibiotik dalam jangka waktu lama dan tidak sesuai dengan indikasi dapat berisiko terjadinya kekebalan (resistensi) dan kondisi infeksi bakteri atau jamur tambahan superinfeksi
  • Dosis pada anak harus didasarkan pada berat badan dengan berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter

Efek Samping Sporetik

Berikut adalah efek samping Sporetik (Cefixime) yang mungkin terjadi :

  • Efek samping yang paling umum dari antibiotik cephalosporin oral adalah gangguan pencernaan termasuk mual, muntah, dan diare.
  • Reaksi hipersensitivitas termasuk ruam kulit, urtikaria, demam, gatal, angioedema, edema wajah, kesulitan bernapas, kulit merah, melepuh, bengkak, dan mengelupas, sindrom Stevens-Johnson, dan nekrolisis epidermal toksik.
  • Pseudomembranous colitis dan Clostridium difficile  juga telah dilaporkan pada penggunaan antibiotik ini.
  • Antibiotik cephalosporin bisa juga menyebabkan anemia aplastik dan anemia hemolitik pada bebearapa kasus.
  • Efek samping Sporetik (Cefixime) pada organ hati seperti hepatitis dan kenaikan sementara SGPT, SGOT, dan alkali fosfatase. Antibiotik golongan cephalosporin telah dikaitkan dengan terjadinya disfungsi hati termasuk kolestasis.
  • Efek samping pada sistem saraf seperti sakit kepala, pusing, mengantuk, dan kejang.
  • Jika tanda–tanda reaksi alergi terjadi segera hentikan pengobatan dan hubungi pihak medis karena dapat terjadi shock anafilaksis yang bisa berakibat fatal.
  • Kebanyakan obat antibiotik termasuk Sporetik (Cefixime) dapat menyebabkan diare, yang bisa saja merupakan tanda dari infeksi baru. Jika diare terjadi sangat berat misalnya berair atau memiliki darah di dalamnya, segera hubungi dokter Anda. Jangan menggunakan obat untuk menghentikan diare kecuali atas petunjuk dokter

Interaksi obat

Berikut adalah interaksi dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4
  • Probenesid menghambat sekresi Sporetik (Cefixime) sehingga meningkatkan konsentrasi obat ini dalam tubuh dan meningkatkan potensi terjadinya efek samping.
  • Jika Sporetik (Cefixime) diberikan bersamaan dengan carbamazepine dapat meningkatkan konsentrasi carbamazepine dalam plasma sehingga meningkatkan efek farmakologinya.
  • Pemberian Sporetik (Cefixime) bersama antikoagulan (misalnya warfarin) akan meningkatkan protrombin time (dengan atau tanpa perdarahan).
  • Nifedipin dan salicylat dapat menigkatkan konsentrasi Sporetik (Cefixime) dalam plasma darah sehingga efeknya akan meningkat.
  • Vaksin BCG atau vaksin tifoid hidup akan menurun efektivitasnya jika diberikan bersama Sporetik (Cefixime).

 Kontraindikasi

Penggunaan antibiotik ini harus dihindari pada pasien dengan riwayat hipersensitivitas (alergi) pada Cefixime dan antibiotik golongan cephalosporin lainnya.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan pasien selama menggunakan antibiotik Sporetik (Cefixime) adalah sebagai berikut :

  • Hati-hati memberikan Sporetik (Cefixime) pada penderita dengan fungsi hati dan ginjal yang rusak terutama pada pemakaian obat dalam jangka waktu panjang.
  • pengamatan yang teliti perlu dilakukan pada pasien dengan gejala defisiensi Vitamin K.
  • Pemakaian oleh ibu menyusui belum ada data, tetapi biasanya pihak produsen obat - obat dengan kandungan Sporetik (Cefixime) merekomendasikan untuk tidak menggunakan obat ini selama menyusui.
  • sebaiknya Sporetik (Cefixime) tidak digunakan untuk bayi berumur kurang dari 6 bulan karena efektivitas dan keamanan penggunaan antibiotik ini belum dapat dipastikan, .
  • Sporetik (Cefixime) harus digunakan sesuai dengan rekomendasi dokter, tetap lanjutkan terapi meskipun anda sudah merasa sembuh. Hal ini untuk mencegah terjadinya resistensi bakteri terhadap Sporetik (Cefixime).
  • untuk pasien Diabetes : Sporetik (Cefixime) dapat menyebabkan hasil tes untuk glukosa urin atau keton urin menjadi salah.  informasikan kepada petugas laboratorium jika anda melakukan tes selama mengkonsumsi Sporetik (Cefixime). konsultasikan dengan dokter anda sebelum Anda mengubah diet Anda atau dosis obat diabetes Anda.
  • Sporetik (Cefixime) tidak digunakan untuk mengobati infeksi oleh virus seperti flu.

Penggunaan Sporetik oleh wanita hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Cefixime kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin tetapi tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil secara terkontrol.  Penelitian pada hewan secara terkontrol tidak menunjukkan efek buruk pada janin (kecuali penurunan kesuburan).  Belum ada Penelitian pada  wanita hamil secara terkontrol yang menunjukkan risiko pada janin pada trimester berapapun.

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Oleh karena belum ada penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil, pemakaian obat-obat yang mengandung Cefixime selama kehamilan harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Artikel terkait:


8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
A comparative study of ofloxacin and cefixime for treatment of typhoid fever in children. LWW Journals. (https://journals.lww.com/pidj/Abstract/1999/03000/A_comparative_study_of_ofloxacin_and_cefixime_for.7.aspx)
Cefixime use in children: When and why. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3327925/)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Buka di app