Solusi Masuk Angin Untuk Pengidap Diabetes

Dipublish tanggal: Okt 1, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Masuk angin merupakan salah satu penyakit yang sering diderita. Hampir semua orang pernah mengalami penyakit ini termasuk salah satunya adalah penderita diabetes. 

Bagi penderita diabetes, Anda harus cermat dalam memilih obat untuk masuk angin. Anda harus memperhatikan komposisi obat agar tidak berpengaruh pada kenaikan kadar gula darah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Herbal via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 37

Dalam dunia media sebenarnya tidak ada istilah masuk angin. Istilah masuk angin umum dipakai di Indonesia untuk menyebutkan suatu penyakit yang memiliki gejala seperti perut kembung, pegal-pegal, mual, meriang, hingga demam. 

Jika mengalami gejala-gejala masuk angina tersebut, biasanya masyarakat akan mengatasinya dengan minum obat-obatan herbal atau kerik.

Kandungan obat herbal untuk masuk angin

Obat-obatan herbal yang dipakai untuk mengatasi masuk angin biasanya mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Beberapa kandungan obat herbal yang digunakan untuk mengatasi masuk angin adalah:

Zingiberis rhizoma

Tanaman herbal ini lebih dikenal dengan jahe oleh masyarakat. Jahe memiliki manfaat untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan perut seperti nyeri, mual, perut kembung, dan diare. Jahe juhga berperan dalam menangani penyakit yang disebabkan oleh infeksi atau virus. 

Adas

Obat herbal yang satu ini memiliki aroma yang khas dan sedap. Biasanya digunakan untuk penyedap masakan jika sudah dikeringkan. Sedangkan biji dan minyak Adas dapat digunakan untuk obat berbagai masalah gas di dalam usus seperti perut kembung, nyeri ulu hati, batuk, bronchitis, hingga kolik yang biasa terjadi pada bayi.

Daun mint

Daun mint yang memiliki rasa dan aroma khas ini biasanya digunakan untuk  mengatasi masalah yang menyerang pada system pencernaan seperti muntah, perut kembung, nyeri ulu hati, diare, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, demam, batuk, flu, hingga sakit tenggorokan

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Herbal via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 37

Daun mint sendiri berfungsi untuk melawan infeksi, mencegah pembentukan gas pada usus, dan merangsang aliran empedu.

Bagi pengidap penyakit diabetes, masuk angin menimbulkan permasalahan tersendiri. Hal ini dikarenakan penderita diabetes akan mengalami kenaikan kadar gula darah saat sakit. Hal ini terjadi sebagai upaya tubuh untuk melawan infeksi yang menyerang tubuh. Sehingga tubuh akan bekerja lebih berat untuk menggunakan insulin secara tepat.

Penderita diabetes hendaknya memilih obat masuk angin yang memiliki kandungan gula rendah. Anda dapat melihat besar kandungan gula pada kemasan obat. Salah satu kandungan pemanis obat yang aman bagi para penderita diabetes adalah royal jelly.

Apa itu royal jelly?

Selama ini masyarakat lebih mengenal manfaat madu daripada royal jelly. Royal jelly merupakan makanan yang disiapkan secara khusus oleh para lebah pekerja untuk disajikan kepada kumpulan lebah dan larva yang akan menjadi ratu lebah. Sajian khusus ratu lebah ini disajikan agar ratu lebah dapat bertelur, hidup lama, lebih kuat, dan lebih besar. 

Royal jelly dipercaya memiliki banyak manfaat karena mengandung banyak nutrisi. Royal jelly terbuat dari bahan-bahan bernutrisi dengan komposisi gula, asam lemak, air, protein, vitamin, garam, dan asam amino

Royal jelly juga diyakini mengandung banyak manfaat bagi para penderita diabetes. Pada tahun 2016 terdapat penelitian yang menemukan fakta bahwa pengidap diabetes tipe 2 yang mengkonsumsi royal jelly 1000 miligram tiga kali sehari akan mengalami penurunan kadar glukosa di dalam darahnya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Penurunan kadar glukosa ini terjadi dalam jumlah yang signifikan. Selain itu terdapat penelitian lain yang menyebutkan bahwa royal jelly dapat meningkatkan sensitivitas terhadap insulin dan kadar antioksidan pada penderita diabetes. 

Hal ini juga memberikan dampak yang paling signifikan pada penderita diabetes yang berusia 25-65 tahun. Risiko penyakit kardiovaskular dan kadar kolesterol juga dapat di minimalisir dengan royal jelly.

Selain manfaat di atas, royal jelly juga bermanfaat untuk:

  1. Penyembuhan luka dan pencegahan infeksi. Royal jelly dapat membantu proses regenerasi sel kulit rusak yang dibutuhkan oleh penderita diabetes.
  2. Eliksir terhadap sindrom premenstrual (PMS)
  3. Sebagai antiradang dan antibakteri untuk meningkatkan system kekebalan tubuh.

Manfaat royal jelly lainnya yaitu membantu menangani pankreatitis, insomnia, gangguan liver, asma, sindrom pramenstruasi, penyakit ginjal, sakit maag, gejala menopause, tulang retak, kolesterol tinggi, dan meningkatkan kekebalan tubuh. namun manffat royal jelly tersebut masih perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikan keampuhannya.

Walaupun bermanfaat, penggunaan royal jelly juga perlu pengawasan terutama jika dikonsumsi oleh ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak berusia di bawah 1 tahun karena dapat menimbulkan botulisme, sesoerang yang memiliki alergi pada lebah atau asma, seseorang yang mengkonsumsi pengencer darah, dan penderita kanker payudara reseptor estrogen positif. 

Berdasarkan bukti dan penelitian yang sudah pernah dilakukan, penderita diabetes dapat menambahkan royal jelly dalam daftar konsumsi mereka. Walaupun begitu, hendaknya berkonsultasi terlebih dahulu dnegan dokter untuk mengetahui efek samping royal jelly terhadap kesehatan. 


19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Royal Jelly Supplement — Health Benefits, Dosage, Side Effects. Examine.com. (Accessed via: https://examine.com/supplements/royal-jelly/)
Morita, H., Ikeda, T., Kajita, K., Fujioka, K., Mori, I., Okada, H., Uno, Y., & Ishizuka, T. (2012). Effect of royal jelly ingestion for six months on healthy volunteers. Nutrition journal, 11, 77. https://doi.org/10.1186/1475-2891-11-77. National Center for Biotechnology Information. (Accessed via: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3499288/)
Royal Jelly: Uses, Side Effects, Interactions, Dosage, and Warning. WebMD. (Accessed via: https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-503/royal-jelly)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app