Sering Tak Disadari, Inilah 6 Gejala Penyakit Kelamin Wanita

Dipublish tanggal: Jun 13, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Sering Tak Disadari, Inilah 6 Gejala Penyakit Kelamin Wanita

Pada umumnya, penyakit kelamin ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman sehingga terjadilah infeksi. Penularannya bisa melalui sperma, darah, cairan tubuh dan cairan vagina

Beberapa gejala penyakit kelamin wanita jarang disadari oleh kita sehingga bisa berkembang pada penyakit yang berbahaya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

1. Luka pada Alat Kelamin, tapi tidak menimbulkan rasa sakit

Luka pada alat kelamin bisa menjadi gejala sifilis awal akibat infeksi bakteri treponema pallidum. Umumnya, luka ini tidak menimbulkan rasa sakit dan infeksinya sangat mudah menular. 

Penularannya bisa melalui sentuhan pada luka itu sendiri. Luka ini biasanya bertahan selama 1,5 bulan dan kemudian akan hilang.

Apabila terus dibiarkan, infeksi ini akan hilang lebih lama, yaitu 4-10 minggu dan kemudian akan hilang. Jika infeksi sudah memasuki tahap berikutnya, maka akan timbul gejala serupa flu, seperti nyeri pada persendian, sakit kepala dan demam. Selain itu, rambut penderita juga bisa mengalami kerontokan.

2. Gejala awal penularan Gonore yang tidak terlihat

Gonore atau yang lebih dikenal dengan kencing nanah merupakan salah satu penyakit menular seksual akibat bakteri neisseria gonorrhoeae. Biasanya, penyakit ini tidak menimbulkan gejala sehingga seringkali membuat penderitanya tidak sadar jika dirinya terinfeksi.

Gejala yang mungkin muncul antara lain rasa sakit saat buang air kecil, keluar cairan vagina berwarna hijau atau kuning, rasa sakit pada bagian perut bawah saat atau setelah berhubungan seks, sering buang air kecil, gatal di sekitar kelamin dan mengalami perdarahan saat atau setelah berhubungan seks.

3. Gejala Klamidia berupa perubahan cairan Vagina

Penyakit seksual ini disebabkan oleh bakteri chlamydia trachomatis yang dapat menular dengan lebih sering. Dalam beberapa kasus, penderitanya tidak merasakan gejala apapun sehingga tanpa disadari, kita bisa menjadi salah satu penderitanya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Gejala yang mungkin muncul pada wanita antara lain, menstruasi yang banyak, cairan vagina tidak seperti biasa, nyeri perut di bagian bawah, rasa sakit saat buang air kecil, terasa sakit saat berhubungan seks, dan terjadi perdarahan di luar siklus menstruasi. Anda harus lebih waspada ketika gejala tersebut sudah muncul.

4. Gejala Chancroid berupa Bisul

Bakteri haemophilus ducreyl merupakan bakteri penyebab penyakit menular yang satu ini. Awalnya, akan muncul bisul kecil di alat kelamin setelah 1-14 hari seseorang terinfeksi. 

Sehari berikutnya, bisul tersebut akan berubah menjadi luka. Apabila sudah dalam tahap ini, Anda perlu segera melakukan pengobatan atau penanganan.

Luka ini kemudian akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening pada selangkangan. Jika terus dibiarkan, pembengkakan ini dapat berkembang menjadi abses.

5. Munculnya benjolan pada anus

Bakteri klebsiella granulomatis merupakan penyebab dari penyakit donovanosis atau granuloma inguinale. Penyakit menular ini umumnya terjadi melalui vagina atau seks anal. 

Meskipun jarang, penyakit ini juga bisa ditularkan melalui seks oral. Kondisi ini akan membuat jaringan alat kelamin mengalami kerusakan secara perlahan.

Gejala yang mungkin dirasakan penderita antara lain luka yang meluas hingga pangkal paha dengan bau yang tidak enak, lapisan kulit perlahan mengelupas dengan benjolan yang membesar serta muncul benjolan di sekitar alat kelamin dan anus.

Gejala ini harus segera diatasi agar tidak menyebar menjadi penyakit lainnya.

Penyakit yang disebabkan oleh jamur atau bakteri harus segera mendapatkan penanganan agar infeksi tidak semakin parah. Oleh karena itu, para wanita disarankan untuk menggunakan antiseptik kewanitaan sebelum dan setelah melakukan hubungan seks. Pastikan jika produk antiseptik kewanitaan dapat mengusir jamur dan bakteri.  

9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Vaginal and vulvar cancers: What are the symptoms? (2017) (https://www.cdc.gov/cancer/vagvulv/basic_info/symptoms.htm)
Information for teens and young adults: Staying healthy and preventing STDs [Fact sheet]. (2016). (https://www.cdc.gov/std/life-stages-populations/stdfact-teens.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app