HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

4 Jenis Penyakit Kelamin Wanita yang Berbahaya

Dipublish tanggal: Mei 23, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
4 Jenis Penyakit Kelamin Wanita yang Berbahaya

Penyakit kelamin dapat menyerang siapapun, baik itu pria maupun wanita. Namun penyakit kelamin lebih sering menyerang pada wanita. Hal ini dikarenakan wanita memiliki bagian vagina yang berdekatan dengan anus

Seperti yang sudah Anda ketahui, bahwa area anus menyimpan banyak bakteri yang bersarang di dalamnya. Sehingga hal ini lebih memicu timbulnya bakteri ke vagina. Kehadiran penyakit kelamin dapat menimbulkan ketidaksuburan, bahkan infeksi penyakit juga dapat berujung pada kematian.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Penyakit kelamin tidak hanya terjadi bagi Anda yang sering kali gonta ganti pasangan saja. Akan tetapi penyakit kelamin juga bisa disebabkan karena adanya serangan bakteri dan kuman yang masuk ke dalam vagina yang disebabkan kurangnya kebersihan. 

Untuk mengetahui apa saja jenis penyakit kelamin yang dapat menyerang wanita, maka Anda dapat mengetahuinya melalui ulasan yang ada di bawah:

1. Gonore, penyakit menular dengan cepat

Gonore sering kali disebut sebagai penyakit kencing nanah. Jenis penyakit kelamin ini dapat menularkan penyakit dengan cepat melalui kontak seksual. Apabila Anda melakukan hubungan seksual dengan orang yang menderita penyakit gonore, maka Anda akan berpeluang terpapar oleh infeksi melalui cairan tubuh penderita penyakit kelamin ini. 

Gonore juga bisa menyerang dan menular dari ibu ke anaknya.

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit gonore yaitu ketika buang air kecil akan menimbulkan rasa perih dan sakit. Selain itu vagina juga akan menularkan cairan kental yang sangat mirip dengan nanah dari vagina, warnanya bisa hijau, bisa juga berwarna kuning.

2. Klamidia, penyakit kelamin yang lebih sering menyerang wanita

Klamidia lebih sering menyerang wanita dibandingkan dengan pria. Penyakit kelamin ini dapat muncul karena adanya infeksi bakteri chlamydia trachomatis. Serangan penyakit ini pun bisa menular melalui hubungan badan dengan pasangan yang menderita penyakit kelamin ini. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

tidak hanya melalui aktivitas bercinta saja. Akan tetapi penyakit klamidia dapat ditularkan melalui ibu kepada anaknya yang baru dilahirkan.

Penyakit kelamin jenis ini memang tidak akan menimbulkan gejala secara langsung. Akan tetapi gejala akan muncul ketika penyakit sudah menyerang beberapa minggu. Gejala yang dapat Anda rasakan yaitu keluarnya cairan dari vagina dan ketika menstruasi mengalami pendarahan yang berat. 

Pada saat Anda ingin menggunakan pembersih untuk menjaga kebersihan vagina, Anda dapat menggunakan pembersih yang mengandung povidone-iodine.

3. Sifilis, penyakit kelamin yang tidak menunjukkan gejala

Sifilis menjadi penyakit kelamin yang tidak memiliki gejala di awal. Namun setelah 90 hari Anda terserang oleh penyakit sifilis, maka barulah Anda mengetahui bahwa Anda sedang menderita penyakit kelamin sifilis. 

Karena sifilis tidak menunjukkan gejala awal, maka hal ini akan menyulitkan Anda dalam mendeteksi adanya serangan penyakit kelamin. Jika penyakit kelamin ini tidak segera ditangani, maka akan menimbulkan dampak yang lebih buruk, yaitu adanya kerusakan yang terjadi secara permanen, termasuk kerusakan pada bagian sistem saraf, otak dan jantung.

4. Herpes genital atau HSV

Penyakit ini disebabkan karena adanya serangan HSV atau virus herpes simpleks. Gejala penyakit ini dapat Anda lihat melalui ruam merah yang ada di sekitar anus, mulut dan kelamin. Penyakit ini menimbulkan rasa gatal dan sakit ketika sedang buang air besar.

Itulah keempat jenis penyakit yang harus Anda waspadai dengan sebaik mungkin agar Anda terhindarkan dari yang namanya penyakit kelamin. Selain menerapkan gaya hidup yang sehat, Anda pun juga tidak diperbolehkan untuk bergonta ganti pasangan.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Sexually Transmitted Diseases: Types, Symptoms, Diagnosis, Treatment. Healthline. (https://www.healthline.com/health/sexually-transmitted-diseases)
Sexually transmitted diseases (STDs): Types and symptoms. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/246491.php)
STD Facts, Causes, Types, Transmission, and More. WebMD. (https://www.webmd.com/sex-relationships/understanding-stds-basics)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app