​Septic Arthritis

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.395.759 orang

Septic Arthritis

Salah satu masalah pada sistem muskuloskeletal yang beresiko terkena pada siapapun adalah septic arthritis atau artritis septik, namun berdasarkan beberapa data terakhir ditemukan septic arthritis dijumpai paling sering pada anak-anak di bawah usia 3 tahun dan orang usia lanjut di atas usia 75 tahun, serta pada beberapa orang dengan sistem imun yang menurun. Secara khusus, septic arthritis merupakan peradangan pada sendi utamanya pada selaput sendi (synovium) yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur yang masuk ke dalam sendi dan ditandai dengan bengkak, kerusakan sendi dan rasa nyeri pada sendi tersebut. 

Infeksi yang terjadi umumnya berlangsung cepat dan merusak tulang rawan dalam sendi. Penyakit ini umumnya menyerang sendi yang berisiko infeksi termasuk lutut, pinggul, pergelangan tangan, sendi-sendi bahu, siku, dan sendi-sendi pergelangan kaki, namun jarang terjadi secara bersamaan pada beberapa sendi. Penanganan pada kasus ini diperlukan segera sebelum menimbulkan komplikasi yang berat pada penderita. Pembahasan yang lebih rinci, dapat dibaca dalam artikel ini !

Apa penyebab dari terjadinya septic arthritis ?


Penyebab utama dari septic arthritis adalah akibat bakteri patogen yang masuk ke dalam sendi dimana bakteri yang paling sering ditemui adalah Staphylococcus, Haemophilus influenza, dan Streptococcus. Namun, bisa juga akibat dari jamur dan virus. Bakteri patogen ini nantinya akan menyebar melalui peredaran darah hingga mencapai sendi dan mengikis tulang rawan, umumnya infeksi bakteri berasal dari luka terbuka, suntikan obat, atau operasi di daerah dekat sendi. 

Bila infeksi yang disebabkan oleh jamur seperti Histoplasma, Coccidiomuces, atau Blastomyces terkadang prosesnya lebih lambat terjadi. Sedangkan infeksi virus yang terjadi biasanya pada penderita dengan virus herpes, adenovirus, virus mumps, hepatitis A, B, C, serta HIV. Ada juga beberapa faktor yang memicu terjadinya septic arthritis seperti sistem kekebalan tubuh yang lemah, cedera sendi, kondisi kelainan kulit, penggunaan obat-obatan suntik, pasca operasi sendi, dan penggunaan implant sendi.

Apa saja gejala yang muncul pada septic arthritis ?


Pada penderita septic arthritis, keluhan utama yang dirasakan adalah rasa sakit yang hebat, pembengkakan pada sendi yang terkena dengan cepat, perabaan hangat pada lokasi tersebut, dan sendi yang terkena biasanya sulit untuk digerakkan. 

Namun karena infeksi yang terjadi masuk ke dalam peredaran darah, sehingga timbul juga gejala secara sistemik tubuh seperti demam tinggi, menggigil, lemas dan lelah, serta nyeri pada otot. Biasanya gejala-gejala tersebut cenderung berkembang dengan sangat cepat selama beberapa jam atau hari.

Bagaimana cara memastikan diagnosis septic arthritis ?


Setelah menilai gejala-gejala yang dirasakan oleh penderita dan pemeriksaan fisis. Dibutuhkan juga beberapa pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis pasti septic arthritis. Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut antara lain pemeriksaan darah untuk melihat tanda-tanda peradangan akibat infeksi, dengan foto radiologi untuk mengetahui kondisi yang memengaruhi tulang dan persendian baik, apakah ada kerusakan sendi yang terjadi dengan foto rontgen, CT scan, dan MRI, dan analisis cairan sendi ini adalah pemeriksaan yang paling akurat dalam menilai tanda-tanda infeksi ditandai abnormalitas leukosit atau jumlah sel darah putih yang tinggi pada cairan sendi dan dapat menentukan jenis mikroorganisme penyebab infeksi.

Apa pengobatan yang tepat pada septic arthritis ?


Untuk mengobati septic arthritis ada beberapa cara yang bisa dilakukan dengan terapi obat-obat antibiotik, operasi, dan arthrocentesis, serta fisioterapi dalam membantu sendi bergerak dengan normal lagi seperti semula. Untuk pemberian antibiotik diupayakan dapat mengobati infeksi dan mencegah penyebaran infeksi secara lebih luas, dalam penentuan jenis obatnya biasa tergantung dari jenis mikroba penyebab infeksi. Pada tahap awal, antibiotik diberikan secara suntikan melalui pembuluh vena biasanya dalam 2 minggu, setelah itu dilanjutkan dengan mengonsumsi antibiotik oral hingga 4 sampai 6 minggu

Sedangkan arthrocentesis atau pengeringan cairan digunakan untuk menyedot dan mengeringkan cairan infeksi. Namun dalam beberapa kondisi seperti pada sendi-sendi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pengeringan cairan sendi, maka dokter akan menganjurkan dilakukan bedah terbuka untuk mengeringkan cairan sendi yang terinfeksi.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit