Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Seks dan Hubungan

Seperti Apa Ciri Vagina yang Sehat dan Normal?

Update terakhir: NOV 14, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 953.824 orang

Seperti Apa Ciri Vagina yang Sehat dan Normal?

Setiap wanita memiliki bentuk vagina yang berbeda-berbeda. Organ kewanitaan ini memiliki sifat yang individualistis. Namun pernahkah Anda bertanya bagaimana bentuk vagina yang sehat sebenarnya? Rasa penasaran Anda mungkin belum terjawab saat ini karena tak tahu harus bertanya pada siapa. 

Sebagai wanita, memiliki kesadaran akan kesehatan dan kebersihan vagina sangat penting. Bagi Anda yang ingin bagaimana bentuk vagina sebenarnya? Yuk, simak ulasan singkatnya dibawah ini.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Pentingkah Melakukan Pemeriksaan Vagina Mandiri?

Jangan malu untuk melakukan pemeriksaan vagina secara mandiri. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi vagina dan vulva sebenarnya. Jika terjadi masalah, tindakan medis bisa segera dilakukan. Pemeriksaan secara mandiri sebaiknya dilakukan diantara dua siklus haid. Untuk melakukannya, ada beberapa peralatan yang perlu dipersiapkan. Diantaranya adalah:

  • Jangan mengolekskan krim atau douche pada vagina sebelum melakukan pemeriksaan
  • Senter kecil atau pencahayaan didalam ruangan
  • Cermin dengan genggaman panjang
  • Spekulum atau bisa juga menggunakan tangan

Langkah awal melakukan pemeriksaan adalah dengan mencuci tangan dan melepaskan celana dalam. Ambil posisi duduk lalu sangga punggung menggunakan bantal. Kedua lutuu ditekuk sampai kedua telapak kaki berada disamping bokong. Lantas lebarkan kedua lutut hingga daerah vagina terlihat. Topang cermin didepan vagina dan sesuaikan arah senter. Perhatikan baik-baik bentuk vagina Anda.

Ciri dan Bentuk Vagina yang Sehat dan Normal

Ada beberapa bagian vagina yang perlu Anda ketahui. Masing-masing memiliki fungsi sendiri, beberapa diantaranya adalah:

Vulva
Bagian vagina terluar ini terdiri dari punuk kemaluan, labia majora, labia minora, klitoris, dan bukaan eksternal. Vulva biasanya memiliki keriput dan ini merupakan hal yang normal. Keriput pada vulva bukan hal yang berbahaya, justru menandakan elastisitas. Jangan merasa tua hanya karena vulva Anda berkeriput. Kondisi vulva dikatakan tidak normal jika terdapat benjolan seperti kutil. Kondisi tersebut disebabkan oleh virus yang penularannya melalui hubungan seksual.

Labia
Bibir vagina ini meliputi labia majora dan labia minora. Kedua bagian tersebut memiliki panjang yang berbeda. Namun ada juga wanita yang panjang labia majora dan minoranya sama. Warna dari labia menyerupai warna kulit. Bisa juga lebih gelap atau terang. Ciri labia yang bermasalah adalah memiliki bercak putih. Ini menjadi pertanda lichen sclerosus yang sering dialami oleh wanita pada usia menopause.

Klitoris
Klitoris memiliki tekstur yang lunak dan berwarna merah muda. Ukurannya berkisar 0,5 hingga 1,3 cm. Tapi banyak pula wanita yang ukurannya lebih besar dari standar. Ukuran klitoris bisa semakin membesar jika mendapat rangsangan ereksi. Bagian ini juga bisa mengalami pengenduran, namun hal tersebut masih dikatakan normal. Jika terjadi overstimulasi saat melakukan hubungan seks, area klitoris terasa perih dan nyeri.

Cairan vagina
Cairan vagina merupakan bagian terpenting dari area kewanitaa ini. Fungsinya untuk membersihkan bagian dalam vagina secara alami. Cairan vagina ini disebut juga dengan keputihan. Warnanya transparan, kental, dan lengket seperti susu. Cairan keputihan yang perlu Anda waspadai memiliki warna kuning dan disertai dengan bau tak sedap.

Vagina
Vagina merupakan sebuah bukaan kecil dibawah uretra dan klitoris. Bagian ini terdiri dari lembah, bukit, dan benjolan. Pada bagian belakang vagina terdapat leher rahim. Kondisi dinding vagina yang sehat bisa basah ataupun kering. Kondisi kering sering dialami oleh wanita yang mengalami menopause, puber, atau sedang menyusui. Jika timbul rasa nyeri saat melakukan seks, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit