Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Kebiasaan Sehat

Kenali Bentuk Vagina yang Sehat dan Normal

Update terakhir: NOV 14, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 732.032 orang

Sebagai wanita, wajar saja jika penasaran terhadap bentuk vaginanya. Terlebih, untuk mengetahui bagaimana bentuk vagina yang sehat dan normal. Namun, kebanyakan wanita merasa malu dan bingung harus bertanya pada siapa. Ketahuilah, vagina bersifat individualistis. 

Artinya, tidak ada bentuk vagina di dunia ini yang bentuknya sama persis. Maka, jangan pernah membandingkan vagina Anda dengan milik orang lain. Sebab, bisa saja bentuk vagina orang lain yang normal, belum tentu bagi Anda karena setiap orang memiliki keunikannya tersendirinya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Sebenarnya, kemungkinan besar kondisi vagina sehat sangat besar. Namun, tidak ada salahnya untuk mengetahui panduan terkait ukuran dan bentuk vagina yang sehat secara mandiri berikut.

Manfaat pemeriksaan vagina secara mandiri

Cara termudah untuk mengetahui bentuk dan ukuran vagina Anda adalah dengan melakukannya secara mandiri. Dengan demikian, Anda dapat lebih memahami kondisi tubuh Anda serta mencegah terjadinya masalah vagina yang memerlukan tindakan medis.

Yang perlu diperhatikan, waktu pemeriksaan vagina yang tepat yaitu antara dua siklus menstruasi

Terlebih dulu, siapkan peralatannya berikut ini yaitu  sebuah senter kecil atau pastikan pencahayaan di ruangan tersebut baik, cermin genggam dengan pegangan yang cukup panjang, spekulum jika ada, dan jangan oleskan krim vagina maupun douche sebelum dilakukan pemeriksaan.

Langkah pertama, cucilah tangan dan tanggalkan celana. Kemudian, duduk di kursi, sofa, atau lantai dan gunakan bantal untuk menyangga punggung. Tekuklah lutut sampai kedua telapak kaki ada disamping bokong. Senderlah sedikit, lebarkan lutut, sampai terlihat bagian genital Anda.

Bentuk dan ciri vagina yang sehat dan normal

Setelah mengetahui bentuk vagina Anda, kini saatnya menyesuaikan dengan ciri vagina yang sehat dan normal itu seperti apa.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Vulva

Vulva merupakan bagian organ genital wanita yang berada di bagian luar vagina dan dapat diamati dengan mata telanjang. Vulva yang sehat memiliki warna kemerahan baik merah muda cerah maupun kecoklatan. Ciri vulva yang sehat lainnya juga memiliki lipatan atau kerutan.

Jadi, jangan anggap kerutan ini sebagai hal yang tidak normal. Justru, lipatan inilah yang menjadi tanda elastisitas organ genital Anda. Lalu, bagaimana jika kondisi vulva tidak normal? Yaitu ketika vulva terasa nyeri dan terdapat benjolan berupa kulit vagina. 

Kutil ini dapat disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui seks.

Labia

Labia merupakan bagian kelopak penutup yang terbelah menjadi dua pada mons pubis. Setiap orang memiliki bentuk labia yang beragam. diantaranya, bibir labia minora yang lebih panjang dari labia mayora. Terkadang, ada pula yang memiliki kedua pasang labia dengan bentuk panjang , tebal atau tipis. 

Warna kulit labia bisa menyerupai warna kulit, lebih terang, bisa juga lebih terang. Ada yang memiliki satu sisi labia lebih panjang dan kondisi ini masih dianggap normal. Lalu, bagaimana kondisi yang tidak normal? Yaitu ketika kulit labia memiliki bercak putih yang menjadi pertanda penyakit lichen sclerosus

Timbulnya rasa gatal, panas, maupun pendarahan juga gejala masalah kulit labia Anda.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Vagina

Vagina yang normal memiliki kondisi dinding yang beragam dari kering sampai basah. Umumnya, vagina wanita cenderung kering sebelum pubertas, saat menyusui, setelah menopause, menjelang, maupun usai menstruasi. 

Sedangkan vagina menjadi basah ketika ovulasi, hamil, dan mendapat rangsangan seksual. Kondisi vagina yang tidak normal ketika terasa nyeri bahkan usia berhubungan seks.

Nah, ketika sudah merasa tidak nyaman dengan organ genital Anda ataupun terdapat ciri yang tidak sehat, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter ya!

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini