Sakit Daerah Kepala Dan Leher - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 11, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 527.098 orang

Anda pasti pernah mengalami sakit leher yang terkadang dapat menjalar hingga ke kepala atau sebaliknya. Sakit ini sungguh menganggu keseharian sehingga dapat menghambat aktivitas.

Sakit yang muncul terkadang dapat bersamaan disebabkan aliran saraf kepala dan leher yang menjadi satu kesatuan anatomis. Sakit yang tidak diobati dapat memburuk dan sulit disembuhkan. Penanganan pada kondisi ini sangat penting didasari dari faktor resiko penyebab munculnya rasa sakit di daerah terkait.

Sakit pada kepala dan leher yang ringan sering dianggap hanya sebagai kekauan otot atau pengaruh stres. Kondisi ini menjadi salah satu dari sekian banyak faktor penyebab sakit pada daerah tersebut. Sakit dapat timbul di satu sisi atau bahkan kedua sisi secara bersamaan.

Faktor yang dapat menyebabkan sakit pada kepala dan leher 

  • Kaku otot
    Kaku otot di daerah leher sering terjadi dipicu berbagai aktivitas ringan. Salah tidur merupakan pemicu utama keseharian yang menyebabkan kaku otot disertai nyeri pada daerah leher.

    Posisi kepala yang kurang baik saat tidur menyebabkan otot tertarik dan tegang dalam waktu yang lama sehingga terasa nyeri dan kaku saat kita bangun tidur. Selain itu kaku otot juga disebabkan karena posisi duduk yang buruk.

    Biasa terjadi pada orang yang terlalu lama bekerja menggunakan komputer. Tidak jarang nyeri akibat kaku leher menjalar ke kepala. Menangani kaku otot tidalklah sulit, anda dapat mengompres dengan handuk/botol/alat kompres hangat untuk mengurangi rasa nyeri dan melunakkan otot-otot leher. Untuk obat-obatan dapat diberikan krim pelega otot.

  • Saraf Terjepit
    Anda pasti sering mendengar penyakit saraf terjepit. Saraf terjepit atau Hernia Nukleus Pulposus  (HNP)dalam pandangan medis adalah penonjolan inti diksus pada bantalan tulang belakang yang menjepit saraf disekitarnya.

    HNP paling sering terjadi pada tulang punggung bawah (lumbar) dan tulang leher (servikal) Kondisi ini menyebabkan rasa sakit, lemah, dan kesemutan tergantung pada letak saraf yang terjepit.

    Pada HNP servikal, leher akan terasa kaku dan nyeri akan menjalar dari leher hingga ke tangan yang mengakibatkan tangan menjadi lemah dan mati rasa. Saraf terjepit perlu tindakan operasi oleh dokter bedah saraf dengan mengurangi pembengkakan.

  • Arthritis Leher
    Arthritis leher atau cervical osteoarthritis adalah peradangan sendi tulang leher. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala nyeri, bengkak, serta kaku terutama bila terjadi di daerah leher dan pundak.

    Kondisi ini disebabkan oleh faktor usia karena degeneratif tulang dan kehilangan vitamin D. Gejala yang ditimbulkan adalah rasa nyeri dan kaku saat menggerakan leher, leher menjadi bengkak.

    Gejala yang berat dapat menimbulkan sakit kepala bagian belakang. Arthritis ringan dengan nyeri dapat diberikan obat anti nyeri sementara dan terapi anti radang. Arthritis leher perlu penanganan oleh dokter jika kondisi makin berat dan membutuhkan rujukan operasi.

  • Cedera
    Cedera akibat dari trauma yang berlokasi di leher atau kepala dapat menimbulkan rasa sakit. Pada trauma tumpul yang berat, ini akan menyebabkan sakit leher dan kepala yang berkepanjangan karena kerusakan jaringan atau otot akibat trauma.

  • Tortikolis
    Tortikolis atau leher miring paling sering dialami pada bayi atau anak-anak. Pada tortikolis, kepala akan terarah ke satu sisi dan sulit dikembalikan. Tortikolis terjadi akibat kekakuan pada Otot sternocleidomastoid, otot leher yang memanjang dari leher hingga ke rahang atas.

    Leher akan terasa kaku dan kencang yang membuat postur kepala tertarik ke satu arah dan sulit dikembalikan. Otot leher akan terasa tertarik dan menyebabkan kesulitan menelan karena respon saraf untuk menelan tidak bekerja maksimal.

    Kondisi ini juga disebabkan oleh infeksi tulang belakang dan jaringan parut. Ada yang mengatakan bahwa faktor keturunan juga dapat dikaitkan dengan timbulnya tortikolis pada bayi dan anak-anak. Untuk menentukan diagnosis diperlukan pemeriksaan x-ray atau CT-scan.

    Pada penanganannya dokter akan memberikan suntikan untuk meregangkan otot dengan Botulinum toxin. Jika usia masih muda, dapat dilakukan operasi perbaikan posisi leher agar posisi kepala dan leher kembali sempurna. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit