Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Kesehatan Fisik

HNP (Saraf Terjepit): Gejala, Penyebab, Pengobatan

Update terakhir: NOV 18, 2019 Tinjau pada NOV 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 898.824 orang

HNP (Saraf Terjepit): Gejala, Penyebab, Pengobatan

Banyak orang yang mengalami sakit pinggang dan tungkai (paha hingga kaki) serta kelemahan pada anggota gerak bawah didiagnosis dengan HNP. Apa itu penyakit HNP ? mari kita pelajari disini.

HNP adalah singkatan sari Herniasi Nukleus Pulposus (Herniated Nucleus Pulposus) artinya adanya penonjolan inti dari bantalan tulang belakang (lihat gambar HNP di bawah) sehingga penonjolan tersebut menekan syaraf sebagai akibatnya timbullah rasa sakit, kesemutan, dan kelemahan pada anggota gerak yang dipersyarafi bisa punggung, pinggang, lengan atau tungkai.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Penyakit HNP inilah yang dikenal dimasyarakat kita sebagai "syaraf terjepit", namun perlu diketahui bahwa istilah saraf kejepit tergolong umum karena staraf kejepit bukan hanya penyakit HNP tapi masih ada yang lainnya, mungkin akan kita bahas pada kesempatan yang lain.

contoh gambar HNP

Gejala HNP

Secara lebih lengkap HNP memiliki tanda-tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Nyeri menjalar pada Lengan atau kaki. Jika HNP terjadi di punggung bawah atau HNP lumbal, maka akan merasakan sakit yang paling intens pada bokong, paha dan betis serta kaki. Jika HNP terjadi pada tulang belakang pada leher, nyeri biasanya akan paling intens di bahu dan lengan. Rasa sakit biasanya akan memburuk ketika batuk, bersin atau menggerakkan tulang belakang  ke posisi tertentu.
  • Mati rasa atau kesemutan. Orang dengan HNP sering mengalami mati rasa atau kesemutan di bagian tubuh yang disyarafi oleh saraf yang terkena. Keluhan tersebut bisa terjadi bila penekanan mengenai syraf-syaraf sensoris di tulang belakang.
  • Kelemahan. Otot yang dipersarafi oleh saraf yang terjepit cenderung melemah dari waktu ke waktu. Hal ini dapat menyebabkan seseorang mudah tersandung, atau tidak kuat mengangkat atau memegang barang. Kelemahan terjadi karena penekanan dari inti syaraf motoric di sumsum tulang belakang.

Perlu Anda waspadai bila terdapat gejal diatas dengan riwayat demam dan kehilangan berat badan berlebih, nyeri terus menerus pada malam hari, penggunaan obat-obatan steroid jangka Panjang maka kemungkinan HNP dapat disingkirkan dan perlu digali kembali penyebab pastinya.

Penyebab HNP

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Penyebab tersering HNP adalah terkait dengan proses penuaan atau keausan yang disebut degenerasi bantalan antar tulang belakang atau diskus intervertebra. Seiring bertambahan usia, diskus tulang belakang makin kehilangan beberapa kadar airnya. Hal ini mengakibatkannya kurang fleksibel dan lebih rentan untuk robek atau pecah.

Menggunakan otot-otot punggung saat mengangkat benda berat dapat menyebabkan HNP, seperti membungkuk kemudian mengangkat benda. Jadi amannya gunakanlah otot paha dan betis saat mengangkat. Sedangkan peristiwa traumatis seperti jatuh atau pukulan ke belakang jarang menyebabkan HNP.

Disamping itu banyak faktor risiko yang menyebabkan HNP, antara lain:

  • Obesitas. Kelebihan berat badan menyebabkan tekanan tinggi pada Diskus punggung bawah => HNP lumbal.
  • Pekerjaan. Jenis pekerjaan yang menuntuk kekuatan fisik memiliki risiko lebih besar dari masalah punggung. Contohnya mengangkat berulang, menarik, mendorong, membungkuk ke samping dan memutar juga dapat meningkatkan risiko HNP.
  • Genetika. Faktor keturunan juga memiliki kecenderungan untuk mengembangkan HNP.

Pengobatan HNP

Hal paling utama yaitu menghindari posisi yang menimbulkan rasa sakit, kemudian pengobatan HNP terdiri dari obat, fisioterapi, dan operasi atau pembedahan.

Obat saraf terjepit (HNP)

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Obat antinyeri. Contohnya ibuprofen atau naproxen.
  • Narkotika. Jika intensitas nyeri lebih berat, mungkin dokter akan meresepkan narkotika, seperti kodein atau kombinasi oxycodone-acetaminophen untuk waktu yang singkat.
  • Obat antikejang (anticonvulsant) . Obat-obatan seperti gabapentin, duloxetine, tramadol dan amitriptyline sering membantu mengurangi rasa sakit akibat kerusakan saraf.
  • Pelemas otot. Relaksan otot dapat diresepkan jika terdapat kejang otot.
  • Suntikan kortison. Untuk mengurangi peradangan, kortikosteroid dapat diberikan melalui suntikan langsung ke daerah sekitar saraf tulang belakang.

Terapi HNP

  • Chriopactic. Yaitu suatu metode yang dilakukan oleh chiropractor (dokter atau fisioterapis) untuk melakukan latihan pada sumsum tulang belakang dengan menggunakan alat khusus.
  • Traksi hanya dilakukan apabila terdapat spasme otot yang bersifat akut
  • stimulasi listrik transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) merupakan metode dengan menggunakan gelombang listrik untuk mengurangi nyeri
  • Latihan fisik  seperti berenang dapat meningkatkan stabilitas dan fleksibilitas sendi

Bedah HNP

Merupakan pilihan terapi definitif Beberapa  penderita HNP yang akhirnya memerlukan pembedahan apabila pengobatan konservatif seperti di atas gagal dalam memperbaiki gejala setelah enam minggu. Operasi diperlukan terutama jika pasien terus mengalami Mati rasa atau kelemahan, Kesulitan berdiri atau berjalan, atau Kehilangan kontrol kandung kemih (BAK) atau BAB

Jika Anda mengalami gejala peyakit HNP seperti nyeri leher atau nyeri punggung bawah yang menjalar lengan atau kaki, atau jika itu disertai dengan mati rasa, kesemutan atau kelemahan, maka periksalah ke dokter untuk mendapat kepastian serta pengobatan yang sesuai.

 

Referensi

Eck, J. Emedicinehealth. Pinched Nerve.

Mayo Clinic (2018). Diseases & Conditions. Pinched nerve.

Taylor, D. MedicineNet (2017). Pinched Nerve.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini