Rusak Kerja Organ Tubuh Akibat Kebiasaan Merokok

Tak hanya para perokok dan dirugikan, namun juga para perokok pasif yang tak sengaja terhirup asap rokok. Racun dalam rokok yang terhirup, merusak kerja organ penting dalam tubuh.
Dipublish tanggal: Jun 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Rusak Kerja Organ Tubuh Akibat Kebiasaan Merokok

Zat nikotin yang terkandung dalam rokok, memang menjadi candu bagi banyak orang. Sebagai zat yang membuat candu, tak heran banyak orang susah untuk melepaskan diri setelah coba-coba merokok

Tak hanya para perokok dan dirugikan, namun juga para perokok pasif yang tak sengaja terhirup asap rokok. Racun dalam rokok yang terhirup, merusak kerja organ penting dalam tubuh.  

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

1. Rentan terkena kanker paru-paru

Tak diragukan lagi, rokok memang sudah sangat dikenal sebagai pemicu seseorang terjangkit kanker paru-paru. Racun rokok memicu jenis kanker yang kesempatan untuk sembuhnya termasuk rendah dibanding dengan kanker lainnya. 

Kandungan racun dalam setiap 15 batang rokok, akan menyebabkan perubahan pada sebuah rantai DNA, mentransformasi sel baik menjadi sel kanker.

Semakin lama dan semakin sering Anda merokok, maka semakin tinggi risiko kanker menjangkiti Anda. Kandungan rokok tak hanya merusak rantai DNA pada sel saja, namun juga membuat tubuh tak mampu membersihkan dan melindungi dirinya secara otomatis. 

Alhasil, daya tahan tubuh jadi berkurang dan tubuh jadi rentan terkena penyakit, terutama penyakit skala berat seperti kanker.

2. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Jantung koroner, serangan jantung, dan strok, merupakan sebagian kecil penyakit yang menyerang jantung karena pengaruh asap rokok. Jantung berfungsi untuk memompa darah, namun saat terjadi kontaminasi oleh racun dari rokok di dalamnya, fungsi ini tak terlaksana dengan optimal. 

Racun dari rokok melekat seperti plak pada arteri, sehingga menyebabkannya mengeras dan menyempit.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Ketika kondisi arteri tak lagi sehat, maka penyaluran darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh akan terhambat. Lama-kelamaan, plak pada arteri semakin menumpuk dan menyebabkan penyakit seperti jantung koroner. 

Ketika Anda mengidap jantung koroner, maka gangguan jantung lainnya seperti serangan jantung dan gagal jantung pun biasanya turut serta menjangkiti.  

3. Memicu munculnya PPOK

Penyakit paru obstruktif kronik atau PPOK, merupakan penyakit yang terjadi karena terhambatnya aliran udara dari paru-paru. Akibatnya, pertukaran antara karbon dioksida dan oksigen jadi tak lancar. 

Hambatan bisa disebabkan karena peradangan, dahak yang menumpuk, serta rusaknya kantong udara. Anda harus tahu bahwa sebagian besar penderita PPOK merupakan perokok aktif.

4. Cenderung terjangkit pneumonia

Merokok merupakan kebiasaan yang jadi pemicu seseorang menderita pneumonia. Pneumonia merupakan infeksi pada bagian kantong udara atau alveoli yang berada di paru-paru, sehingga menyebabkan terisi dengan cairan atau nanah

Saat seseorang mengidap pneumonia, proses mendapatkan cukup oksigen untuk dialirkan lewat saluran darah saat bernapas akan terasa sulit.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

5. Meningitis pada bayi dan anak-anak

Meningitis merupakan peradangan yang terjadi di lapisan meningen, lapisan yang berfungsi melindungi otak dan saraf tulang belakang. Penanganan yang tak cepat dilakukan, akan membuat penderitanya mengalami kecacatan otak permanen. 

Penyakit meningitis selain menyerang orang dewasa, juga dapat diidap oleh bayi dan anak-anak yang terkena paparan asap rokok.

Meningitis pada bayi yang baru lahir bisa disebabkan karena ibunya yang perokok atau perokok pasif. Begitupun dengan anak yang hidup di lingkungan penuh asap rokok. 

Peneliti dari Universitas Nottingham memaparkan risiko anak yang perokok pasif terjangkit meningitis, 2 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan anak normal.

Merokok dapat menyebabkan rusaknya organ vital yang berada dalam tubuh. Bahkan kerusakan ini tak hanya akan terjadi pada perokoknya sendiri, namun juga orang sekitarnya yang tak sengaja menghirup asap rokok. 

Untuk mengurangi risiko terjangkit penyakit-penyakit ini, sebaiknya Anda yang perokok segera memutuskan untuk berhenti merokok.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Exposure to Tobacco Smoke Causes Immediate Damage: A Report of the Surgeon General. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3056024/)
Effects of smoking on the body. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/smokefree/why-quit/smoking-health-problems)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app