Vaksin dan Imunisasi Ternyata Berbeda, Ortu Wajib Tahu

Dipublish tanggal: Jun 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 26, 2019 Waktu baca: 3 menit
Vaksin dan Imunisasi Ternyata Berbeda, Ortu Wajib Tahu

Tidak sedikit orangtua yang beranggapan bahwa imunisasi dan vaksin merupakan hal yang sama. Dilihat dari tujuannya, imunisasi dan vaksin memang sama-sama diberikan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga anak-anak maupun orang dewasa dapat terhindar dari beberapa penyakit. Namun, sebenarnya vaksin dan imunisasi merupakan dua hal yang berbeda, lho!

Perbedaan vaksin dan imunisasi

Sekilas, vaksin dan imunisasi cenderung mirip karena sama-sama mampu meningkatkan sistem imun tubuh. Akan tetapi, bedanya terletak pada keduanya memiliki cara kerja yang berbeda.

Iklan dari HonestDocs
Paket Vaksin Hepatitis B Di NK Health Klinik

Cegah Penyakit Hepatitis B dengan Vaksin. Paket ini termasuk 3x suntik vaksin Hepatitis B, biaya registrasi, konsultasi dengan dokter, dan pemeriksaan tanda-tanda vital.

Paket vaksin hepatitis b di nk health klinik

Vaksin diberikan untuk merangsang tubuh membentuk antibodinya sendiri, baik melalui vaksin suntik maupun vaksin tetes. Sedangkan imunisasi diberikan dengan memasukkan sejenis antibodi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga anak dapat terhindar dari penyakit.

Ada 2 jenis imunisasi, yaitu imunisasi aktif dan imunisasi pasif. 

  • Imunisasi aktif, dilakukan dengan cara merangsang tubuh memproduksi antibodi sendiri. Efeknya dapat bertahan lama bahkan seumur hidup. Nah, vaksin termasuk jenis imunisasi aktif.
  • Imunisasi pasif, dilakukan dengan memasukkan antibodi langsung ke dalam tubuh. Imunisasi pasif hanya bertahan beberapa minggu saja.

Bagaimana cara kerja vaksin?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, vaksin adalah jenis imunisasi aktif yang diberikan supaya tubuh dapat membentuk antibodi sendiri. Vaksin umumnya berisi bakteri atau virus yang telah dilemahkan serta protein mirip bakteri.

Ketika masuk ke dalah tubuh, bakteri dan virus yang sudah dilemahkan tadi akan merangsang tubuh membentuk antibodi untuk melawan infeksi. Hal inilah yang membuat sistem kekebalan tubuh seseorang meningkat dan tidak mudah sakit.

Pemberian vaksin dapat dilakukan sekali seumur hidup. Namun, ada juga vaksin yang harus diberikan secara berkala, sehingga sistem kekebalan tubuh terbentuk dengan sempurna. 

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Vaksinasi via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket vaksinasi hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h16 vaksinasi

Kalau Anda berpikir bahwa vaksin dan imunisasi hanya untuk anak-anak, maka Anda salah besar. Pasalnya, vaksin juga dapat diberikan pada orang dewasa sebagai bentuk imunisasi lanjutan (booster).

Di Indonesia sendiri, ada 5 jenis vaksin yang wajib diberikan unutk anak, yaitu vaksin hepatitis B, polio, BCG, DPT, dan campak. Selain itu, ada juga beberapa jenis vaksin yang direkomendasikan yaitu vaksin hepatitis A, HPV, varisella, MMR, influenza, serta tiroid.

Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Vaksin Difteri (DPT, DTAP, DT, TDAP, TD)

Apa manfaat imunisasi?

Banyak orang yang masih meragukan pentingnya imunisasi. Padahal, imunisasi merupakan cara yang paling mudah untuk meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga anak dapat terhindar dari berbagai macam penyakit. 

Imunisasi sebaiknya dilakukan secara lengkap sesuai jadwal. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengingat jadwal imunisasi anak dengan baik supaya tidak ada satupun yang terlewat.

Baca Selengkapnya: Jadwal Imunisasi yang Disarankan untuk Buah Hati Anda

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores celery 7000 120 1

Pada beberapa kondisi, anak Anda mungkin akan mengalami demam setelah selesai diimunisasi. Namun tak perlu khawatir, sebab ini merupakan hal yang wajar terjadi. Demam pada anak biasanya akan berangsur-angsur menurun setelah diberikan obat paracetamol.

Namun, bila demam tidak juga turun bahkan disertai dengan kejang, sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter. Hal ini bisa jadi pertanda anak mengalami reaksi alergi sehingga perlu ditangani sesegera mungkin. 

Baca Juga: Amankah Imunisasi Saat Bayi Batuk dan Pilek?

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, sebaiknya hindari melakukan imunisasi saat anak dalam kondisi tidak sehat. Memaksakan imunisasi saat anak sedang sakit justru akan membahayakan keselamatan jiwanya.

Supaya manfaat imunisasi dapat diterima oleh anak secara optimal, pastikan untuk selalu mencukupi kebutuhan gizi dan nutrisi anak. Berikan ASi eksklusif (sampai anak berusia 6 bulan, bahkan sampai 2 tahun) dan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk mencukupi kebutuhan nutrisi anak. 

Selain itu, selalu jaga kebersihan tubuh anak dan lingkungan di rumah agar si kecil terhindar dari berbagai infeksi virus. Alhasil, si kecil tidak akan gampang sakit di masa pertumbuhannya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa vaksin dan imunisasi sama-sama dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh, tetapi keduanya memiliki prosedur yang berbeda. Yang terpenting, catat jadwal imunisasi dan dapatkan secara lengkap dan tepat waktu agar sistem kekebalan tubuh anak terbentuk dengan sempurna.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Common Questions About Immunizations (for Parents). Nemours KidsHealth. (https://kidshealth.org/en/parents/fact-myth-immunizations.html)
The Difference Between Immunization and Vaccination. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/the-difference-between-immunization-and-vaccination-4140251)
Vaccinate Your Baby for Best Protection. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (https://www.cdc.gov/features/InfantImmunization/index.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app