Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Kesehatan Fisik

Penyebab Seseorang Mengalami Koma

Update terakhir: NOV 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 951.820 orang

Penyebab Seseorang Mengalami Koma

Koma merupakan kondisi tidak sadar yang diperpanjang. Koma terjadi ketika bagian otak rusak, baik sementara atau permanen. Kerusakan ini mengakibatkan ketidaksadaran, ketidakmampuan untuk bangun dan tidak responsif terhadap stimulus seperti sakit, suara dan cahaya. Kata “coma” merupakan turunan dari bahasa Yunani “koma” yang berarti tidur lelap.

Koma memiliki beberapa penyebab potensial. Hal ini beragam dari cedera atau sakit stroke, tumor, alkohol dan penyalahgunaan obat.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Seseorang yang sedang koma sebenarnya hidup namun tidak dapat bergerak sesuai keinginan. Mereka tidak dapat berbicara, berpikir atau merespon sekeliling. Fungsi penting seperti bernafas dan aliran darah tetap berjalan.

Koma merupakan darurat medis. Ahli kesehatan perlu bekerja dengan cepat untuk menjaga otak tetap hidup dan berfungsi. Mereka juga perlu menjaga agar pasien tetap sehat selama masa komanya. 

Koma mungkin menantang untuk didiagnosis dan dirawat. Hal ini biasanya tidak lebih dari empat minggu dan penyembuhan terjadi bertahap. Namun ada beberapa kasus dimana penderitanya mengalami koma hingga bertahun-tahun.

Penyebab

Koma disebabkan oleh kerusakan otak korteks hemisfer serebri bilateral yang difus atau sistem pengaktif retikuler. Daerah otak ini mengatur gairah dan kesadaran. Kerusakan dapat diakibatkan dari banyak faktor potensial. 

Ini termasuk cedera pada kepala, kekurangan oksigen, pendarahan atau tekanan pada otak, infeksi, masalah metabolisme, dan faktor racun. Beberapa contoh khususnya yaitu:

    • Cedera otak traumatis, seperti yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas atau kekerasan fisik.
    • Stroke, kekurangan suplai darah di otak.
    • Tumor di otak atau akar otak.
    • Kekurangan oksigen di otak setelah tenggelam atau dari serangan jantung.
    • Diabetes, yang menyebabkan kadar gula darah menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah dan mengarah pada pembengkakan otak.
    • Overdosis obat atau alkohol
    • Keracunan karbon monoksida
    • Tumpukan racun dalam tubuh seperti amoniak, urea atau karbon dioksida
    • Keracunan logam berat seperti timbal
    • Infeksi seperti meningitis atau ensefalitis
    • Kejang berkali-kali
    • Ketidakseimbangan elektrolit.

    Gejala

    Koma merupakan darurat medis dan memerlukan penanganan medis segera. Beberapa gejala koma yaitu:

    Iklan dari HonestDocs
    Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

    Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

    Iklan obat
      • Mata tertutup
      • Tidak responsif
      • Nafas tidak beraturan
      • Tidak ada respon dari tubuh kecuali refleks
      • Tidak merestui sakit kecuali refleks
      • Pupil tidak bereaksi terhadap cahaya.

      Diagnosis

      Orang dengan koma tidak dapat berbicara atau mengekspresikan diri dengan cara lain. Ahli kesehatan harus menggantungkan informasi dari orang-orang terdekat. Mereka juga melihat tanda-tanda fisik yang mungkin dapat memberikan informasi mengenai penyebab koma.

      Ahli kesehatan akan menanyakan teman atau keluarga tentang kejadian atau gejala yang mengakibatkan koma. Mereka juga akan bertanya lebih spesifik mengenai perubahan gaya hidup penderita, riwayat medis dan penggunaan obat-obatan. Obat-obatan yang menjadi perhatian adalah obat dengan resep, obat tanpa resep. Pemeriksaan fisik juga akan dilakukan yaitu:

        • Memeriksa refleks
        • Meneliti pola nafas
        • Memeriksa tanda memar di kulit yang mungkin menyebabkan trauma
        • Mengukur respon pasien pada stimulus sakit
        • Meneliti ukuran pupil

        Tes darah dan tes laboratorium lain juga akan dilakukan untuk memeriksa:

          • Jumlah darah
          • Fungsi tiroid dan liver
          • Kadar elektrolit
          • Keracunan karbon monoksida
          • Overdosis obat dan alkohol
          • Infeksi pada sistem saraf.

          Tes digunakan untuk mengambil gambar otak, untuk mengetahui lokasi cedera otak, dan untuk mencari tanda pendarahan otak, tumor, stroke atau aktivitas kejang. Tes tersebut yaitu:

            • CT Scan, menggunakan sinar X untuk menghasilkan gambar otak secara spesifik.
            • MRI atau magnetik resonance imaging menggunakan gelombang radio dan magnet untuk melihat citra otak
            • EEG atau elektrosnselopati, mengukur aktivitas fisik di dalam otak..

            Pengobatan

            Prioritas pertama dari pengobatan adalah untuk menjaga otak tetap bekerja dan berfungsi. Antibiotik mungkin akan segera diberikan  jika terdapat infeksi di otak. 

            Obat untuk merawat kondisi penderita akan dicatat jika penyebab koma diketahui, seperti kasus overdosis obat. Operasi mungkin dibutuhkan untuk mengurangi pembengkakan otak.

            Iklan dari HonestDocs
            Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

            Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

            Iklan obat

            Tim medis akan menangani penderita koma jika sudah stabil. Mereka akan berusaha untuk mencegah infeksi, luka baring dan kontraktor otot. Tim juga akan memastikan memberikan penderita nutrisi seimbang selama lima mereka.

            Harapan jangka panjang

            Koma biasanya tidak lebih dari empat minggu. Beberapa orang mungkin mengalami koma lebih lama. Hasil jangka panjang tergantung pada penyebab koma dan daerah serta perpanjangan dari kerusakan otak. 

            Prognosa mungkin baik untuk orang-orang yang komanya disebabkan oleh overdosis obat-obatan. Tingkat keparahan kerusakan otak menentukan hasil jangka panjang.

            Beberapa orang nampak koma dengan masalah fisik, intelektual atau psikologi. Penderita yang mengalami koma lebih dari setahun kemungkinan kecil keluar dari kondisi tersebut. Komplikasi potensial yang mungkin terjadi selama lima yaitu infeksi, penggumpalan darah dan sakit tekanan.

            Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
            (1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

            Tanya Dokter

            Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


            Lampirkan file (foto atau video)
            Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
            Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
            * Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
            Submit
            Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini