Penyebab Seseorang Mengalami Koma

Dipublish tanggal: Apr 30, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Penyebab Seseorang Mengalami Koma

Koma merupakan kondisi tidak sadar yang diperpanjang. Koma terjadi ketika bagian otak rusak, baik sementara atau permanen. Kerusakan ini mengakibatkan ketidaksadaran, ketidakmampuan untuk bangun dan tidak responsif terhadap stimulus seperti sakit, suara dan cahaya. Kata “coma” merupakan turunan dari bahasa Yunani “koma” yang berarti tidur lelap.

Koma memiliki beberapa penyebab potensial. Hal ini beragam dari cedera atau sakit stroke, tumor, alkohol dan penyalahgunaan obat.

Seseorang yang sedang koma sebenarnya hidup namun tidak dapat bergerak sesuai keinginan. Mereka tidak dapat berbicara, berpikir atau merespon sekeliling. Fungsi penting seperti bernafas dan aliran darah tetap berjalan.

Koma merupakan darurat medis. Ahli kesehatan perlu bekerja dengan cepat untuk menjaga otak tetap hidup dan berfungsi. Mereka juga perlu menjaga agar pasien tetap sehat selama masa komanya. 

Koma mungkin menantang untuk didiagnosis dan dirawat. Hal ini biasanya tidak lebih dari empat minggu dan penyembuhan terjadi bertahap. Namun ada beberapa kasus dimana penderitanya mengalami koma hingga bertahun-tahun.

Penyebab

Koma disebabkan oleh kerusakan otak korteks hemisfer serebri bilateral yang difus atau sistem pengaktif retikuler. Daerah otak ini mengatur gairah dan kesadaran. Kerusakan dapat diakibatkan dari banyak faktor potensial. 

Ini termasuk cedera pada kepala, kekurangan oksigen, pendarahan atau tekanan pada otak, infeksi, masalah metabolisme, dan faktor racun. Beberapa contoh khususnya yaitu:

    Gejala

    Koma merupakan darurat medis dan memerlukan penanganan medis segera. Beberapa gejala koma yaitu:

      • Mata tertutup
      • Tidak responsif
      • Nafas tidak beraturan
      • Tidak ada respon dari tubuh kecuali refleks
      • Tidak merestui sakit kecuali refleks
      • Pupil tidak bereaksi terhadap cahaya.

      Diagnosis

      Orang dengan koma tidak dapat berbicara atau mengekspresikan diri dengan cara lain. Ahli kesehatan harus menggantungkan informasi dari orang-orang terdekat. Mereka juga melihat tanda-tanda fisik yang mungkin dapat memberikan informasi mengenai penyebab koma.

      Ahli kesehatan akan menanyakan teman atau keluarga tentang kejadian atau gejala yang mengakibatkan koma. Mereka juga akan bertanya lebih spesifik mengenai perubahan gaya hidup penderita, riwayat medis dan penggunaan obat-obatan. Obat-obatan yang menjadi perhatian adalah obat dengan resep, obat tanpa resep. Pemeriksaan fisik juga akan dilakukan yaitu:

        • Memeriksa refleks
        • Meneliti pola nafas
        • Memeriksa tanda memar di kulit yang mungkin menyebabkan trauma
        • Mengukur respon pasien pada stimulus sakit
        • Meneliti ukuran pupil

        Tes darah dan tes laboratorium lain juga akan dilakukan untuk memeriksa:

          Tes digunakan untuk mengambil gambar otak, untuk mengetahui lokasi cedera otak, dan untuk mencari tanda pendarahan otak, tumor, stroke atau aktivitas kejang. Tes tersebut yaitu:

            • CT Scan, menggunakan sinar X untuk menghasilkan gambar otak secara spesifik.
            • MRI atau magnetik resonance imaging menggunakan gelombang radio dan magnet untuk melihat citra otak
            • EEG atau elektrosnselopati, mengukur aktivitas fisik di dalam otak..

            Pengobatan

            Prioritas pertama dari pengobatan adalah untuk menjaga otak tetap bekerja dan berfungsi. Antibiotik mungkin akan segera diberikan  jika terdapat infeksi di otak. 

            Obat untuk merawat kondisi penderita akan dicatat jika penyebab koma diketahui, seperti kasus overdosis obat. Operasi mungkin dibutuhkan untuk mengurangi pembengkakan otak.

            Tim medis akan menangani penderita koma jika sudah stabil. Mereka akan berusaha untuk mencegah infeksi, luka baring dan kontraktor otot. Tim juga akan memastikan memberikan penderita nutrisi seimbang selama lima mereka.

            Harapan jangka panjang

            Koma biasanya tidak lebih dari empat minggu. Beberapa orang mungkin mengalami koma lebih lama. Hasil jangka panjang tergantung pada penyebab koma dan daerah serta perpanjangan dari kerusakan otak. 

            Prognosa mungkin baik untuk orang-orang yang komanya disebabkan oleh overdosis obat-obatan. Tingkat keparahan kerusakan otak menentukan hasil jangka panjang.

            Beberapa orang nampak koma dengan masalah fisik, intelektual atau psikologi. Penderita yang mengalami koma lebih dari setahun kemungkinan kecil keluar dari kondisi tersebut. Komplikasi potensial yang mungkin terjadi selama lima yaitu infeksi, penggumpalan darah dan sakit tekanan.


            11 Referensi
            Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
            Marx JA, et al. Rosen's Emergency Medicine: Concepts and Clinical Practice. 8th ed. Philadelphia, Pa.: Mosby Elsevier; 2014. http://www.clinicalkey.com.
            NINDS coma information page. National Institute of Neurological Disorders and Stroke. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/All-Disorders/Coma-Information-Page.
            Daroff RB, et al. Bradley's Neurology in Clinical Practice. 6th ed. Philadelphia, Pa.: Saunders Elsevier; 2012. http://www.clinicalkey.com

            Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

            Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
            (1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

            Buka di app