Penyebab Darah Haid Anda Lebih Sedikit dari Biasanya

Dalam artikel ini, akan membahas lebih lanjut mengenai penyebab darah haid lebih sedikit dari biasanya dan kapan Anda harus pergi berkonsultasi ke dokter. Selamat membaca.
Dipublish tanggal: Jul 16, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 3 menit
Penyebab Darah Haid Anda Lebih Sedikit dari Biasanya

Setiap wanita memiliki pola siklus menstruasi yang berbeda-beda. Ada yang memiliki siklus menstruasi yang lama ada juga yang memiliki siklus menstruasi yang pendek. Umumnya wanita akan merasa khawatir jika darah menstruasi lebih sedikit dari biasanya.

Terdapat banyak faktor yang dapat mengubah aliran menstruasi seseorang dan membuat haidnya menjadi lebih sedikit dari biasanya. Faktor berat badan, olahraga, dan stress semua dapat menyebabkan aliran menstruasi lebih sedikit dari biasanya. 

Siklus menstruasi yang lebih sedikit dari biasanya umumnya bukanlah suatu hal yang perlu dikhawatirkan. 

Beberapa wanita sering mengalami aliran menstruasi yang bervariasi dari bulan ke bulan, dan ada waktu dimana aliran menstruasi mereka lebih sedikit dari bulan-bulan sebelumnya.

Dalam artikel ini, akan membahas lebih lanjut mengenai penyebab darah haid lebih sedikit dari biasanya dan kapan Anda harus pergi berkonsultasi ke dokter. Selamat membaca.

Gejala darah haid yang lebih sedikit

Siklus menstruasi yang lebih sedikit dapat memiliki beberapa gejala sebagai berikut:

  •  Durasi menstruasi yang lebih pendek daripada biasanya
  • Membutuhkan lebih sedikit penggunaan pembalut atau tampon dari biasanya
  • Tidak memiliki aliran menstruasi yang berat seperti biasa untuk 1-2 hari pertama
  • Perdarahan menyerupai bercak selama beberapa hari, bukan aliran darah yang stabil seperti biasanya.
  • Kadang-kadang periode menstruasi yang sedikit juga dapat menyebabkan pengurangan gejala sindrom pramenstruasi (PMS), seperti nyeri punggung, kram rahim, atau perubahan suasana hati.

Penyebab darah menstruasi lebih sedikit

Faktor-faktor berikut dapat menyebabkan menstruasi menjadi lebih sedikit dari biasanya:

Usia

Aliran menstruasi dapat bervariasi sepanjang hidup seseorang. Periode menstruasi awal biasanya lebih sedikit dan hanya muncul berupa bercak-bercak. Siklus menstruasi akan menjadi lebih teratur ketika seseorang berusia 20-an dan 30-an.

Di akhir usia 30-an dan 40-an, wanita mungkin akan mengalami siklus menstruasi yang lebih berat dan lebih sedikit. Siklus menstruasi sering kemudian menjadi lebih sedikit dan lebih tidak teratur selama masa perimenopause.

Kurangnya ovulasi

Terkadang seorang wanita mengalami menstruasi yang tidak teratur karena tubuhnya tidak melepaskan sel telur, yang dikenal sebagai anovulasi. Hal tersebut dapat menyebabkan periode menstruasi yang lebih sedikit atau tidak teratur.

Wanita yang kurus

Orang yang kekurangan berat badan mungkin akan mengalami aliran darah menstruasi yang sangat sedikit atau berhenti sama sekali. Perubahan tersebut terjadi karena kadar lemak tubuh yang turun sangat rendah sehingga tidak dapat berovulasi secara teratur.

Berolahraga terlalu banyak juga merupakan penyebab lain dari periode menstruasi yang sedikit dan terkadang juga dikaitkan dengan faktor kekurangan berat badan.

Kehamilan

Selama kehamilan, siklus menstruasi seseorang biasanya akan berhenti total. Namun, kebanyakan orang mungkin salah mengira pendarahan yang sedikit yang merupakan waktu terjadinya implantasi. Pendarahan implantasi adalah suatu tanda awal kehamilan.

Kondisi medis

Kondisi medis yang dapat mempengaruhi hormon dalam tubuh, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan kondisi terkait tiroid, dapat mempengaruhi siklus menstruasi seseorang dan membuat aliran darah menstruasi lebih sedikit dari biasanya.

Faktor stress

Masa-masa stress dapat mempengaruhi keseimbangan hormon tubuh, yang dapat mengganggu siklus menstruasi reguler dan menyebabkan aliran darah menstruasi yang sedikit.

Penggunaan Kontrasepsi

Melakukan kontrasepsi hormonal juga dapat menyebabkan perubahan pada menstruasi Anda. 

Bukan hal yang aneh bagi wanita untuk mengalami periode menstruasi yang lebih sedikit dari periode biasanya dan periode yang lebih pendek, saat menggunakan pil KB atau jika Anda menggunakan IUD hormon, seperti Mirena.

Jika perubahan menstruasi mengganggu Anda, Anda bisa berhenti menggunakan kontrasepsi yang berbasis hormon. Ada pilihan kontrasepsi bebas hormon untuk pengendalian kelahiran termasuk kondom pria dan wanita, dan alat kontrasepsi non-hormon. 

Pastikan untuk meminta nasihat kepada bidan, dokter, atau departemen kesehatan setempat tentang metode yang terbaik untuk Anda.

Kapan harus ke dokter?

Memiliki aliran darah menstruasi yang sedikit dari biasanya bukanlah suatu hal yang perlu dikhawatirkan. 

Namun, jika seseorang memiliki periode aliran darah menstruasi yang sedikit yang konsisten atau mulai tidak mengalami menstruasi sama sekali, maka segera konsultasikan ke dokter.

Seseorang juga harus menemui dokter jika aliran darah menstruasi yang sedikit disertai dengan gejala lain yang menyebabkan kekhawatiran, seperti nyeri panggul dan lain-lain.


12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
MR-guided focused ultrasound for uterine fibroids. Radiological Society of North America. https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=mrgfus.
Kaunitz AM. Management of abnormal uterine bleeding. https://www.uptodate.com/home.
Kaunitz AM. Approach to abnormal uterine bleeding in nonpregnant reproductive-age women. https://www.uptodate.com/home.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app