Cepat Kenyang Padahal Baru Makan Sedikit? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Dipublish tanggal: Okt 25, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Nov 8, 2019 Waktu baca: 3 menit
Cepat Kenyang Padahal Baru Makan Sedikit? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Umumnya, setiap orang akan segera berhenti makan apabila sudah merasa kenyang. Akan tetapi, ada beberapa orang yang merasa cepat kenyang padahal hanya baru makan sedikit. Apakah Anda juga mengalaminya? Kalau iya, maka bisa jadi Anda mengalami gangguan tertentu pada sistem pencernaan.

Berbagai penyebab cepat kenyang meski makan cuma sedikit

Merasa cepat kenyang alias mudah kekenyangan saat makan bisa disebabkan oleh banyak hal. Berikut ini berbagai kemungkinan penyebab cepat kenyang yang Anda alami, antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

1. Penimbunan makanan di saluran pencernaan

Ketika Anda makan tapi tiba-tiba merasa cepat kenyang, bisa jadi ini pertanda bahwa makanan yang Anda konsumsi sebelumnya masih belum tercerna sepenuhnya, sehingga masih bertahan di dalam usus dan lambung. Padahal, seharusnya makanan-makanan tersebut bergerak melewati saluran pencernaan dengan bantuan kontraksi peristaltis.

Kekenyangan di awal makan juga biasanya diikuti dengan gejala lain, seperti sakit perut, demam, atau kotoran menjadi berwarna gelap. 

2. Penyakit gastroparesis

Penyebab cepat kenyang juga bisa jadi pertanda penyakit gastroparesis. Penyakit gastroparesis adalah kondisi ketika otot lambung jadi lemah dan mengganggu kemampuan tubuh untuk mencerna makanan.

Penyakit yang satu ini diperparah dengan adanya kerusakan di saraf vagus. Saraf vagus adalah saraf yang menjadi pengendali gerakan lambung.

Masih belum diketahui secara persis apa yang menjadi penyebab munculnya gastroparesis, tapi Anda bisa tahu apa penyebab rusaknya saraf vagus. Saraf vagus bisa rusak karena penyakit diabetes yang tidak segera ditangani.

Karena saraf vagus rusak, maka makanan akan lebih lama dicerna dalam tubuh. Lebih parahnya lagi, makanan bahkan bisa sama sekali tidak tercerna dalam saluran pencernaan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

Selain karena diabetes, kerusakan saraf vagus ini juga bisa diakibatkan oleh riwayat operasi lambung atau gastrektomi, minum obat antidepresan dan morfin, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

3. Penyakit lain

Ada beberapa alasan lain yang bisa menjadi penyebab Anda cepat kenyang walaupun baru makan sedikit. Beberapa penyakit yang berpotensi menjadi penyebab Anda cepat kenyang adalah:

Maka dari itu, kalau Anda merasakan ada gejala kekenyangan awal, segera periksakan ke dokter. Sebab bila dibiarkan terus-menerus, tubuh Anda akan kekurangan kalori dan nutrisi karena makanan yang masuk hanya sedikit. Anda akan merasa lemas, dehidrasi, dan mudah terserang penyakit. 

Baca Juga: Makan Terlalu Kenyang Mengundang Penyakit

Cara mengatasi rasa kenyang muncul di awal

Sering merasa cepat kenyang padahal cuma makan sedikit bisa menimbulkan efek buruk pada tubuh, di antaranya memicu anemia dan pelemahan tulang. Bagaimana tidak, nutrisi dan makanan yang seharusnya dikonsumsi malah gagal masuk karena perut merasa kenyang di awal. Akibat lainnya, Anda juga akan lebih susah konsentrasi karena kekurangan nutrisi.

Guna mengatasi rasa kenyang yang muncul di awal, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Domperidone if 10mg tab 1
  1. Makan berkali-kali dengan porsi kecil. Perut akan menolak makanan yang porsinya banyak, tapi Anda bisa mengakalinya dengan makan berkali-kali dengan porsi yang lebih kecil dari sebelumnya. 
  2. Tidak mengonsumsi makanan berlemak, karena makanan berlemak akan membuat proses pencernaan menjadi lambat. 
  3. Minum suplemen penambah nafsu makan. Apabila kenyang, orang tidak akan mau untuk makan lagi karena tidak nafsu. Siasati dengan minum suplemen penambah nafsu makan agar tetap ada nutrisi yang masuk dalam tubuh.
  4. Minum obat antimual. Jika terlalu kenyang, beberapa orang akan merasa ingin muntah. Minumlah obat antimual supaya Anda terhindar dari rasa mual karena kekenyangan. 
  5. Catat makanan apa saja yang Anda makan. Perbanyak makanan sehat agar pola makanan Anda menjadi lebih teratur. 

Baca Selengkapnya: 9 Makanan yang Bisa Anda Makan Banyak Tanpa Takut Menjadi Gemuk

Anda harus berfokus untuk memperbaiki nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Jika tidak ingin melakukan infus, maka Anda harus memperbaiki pola makan dan menambah asupan makanan sehat. 

Anda juga bisa datang ke dokter untuk menanyakan langkah atau tindakan apa yang selanjutnya harus Anda lakukan. Jika sudah dalam tahap yang parah, bisa jadi Anda akan diberikan stimulasi listrik ke lambung atau bahkan tindakan operasi. 

Usahakan untuk tetap makan meski sedikit demi sedikit, walaupun Anda sudah merasa cepat kenyang. Pastikan tetap ada nutrisi yang masuk ke dalam tubuh supaya Anda tidak perlu tindakan medis seperti infus atau operasi demi menyuplai nutrisi ke dalam tubuh.

Baca Juga: Tips Diet Kenyang ala Dewi Hughes

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app