Waspada, Ini 4 Penyakit yang Dapat Menimbulkan Benjolan di Rahim

Dipublish tanggal: Nov 6, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Waspada, Ini 4 Penyakit yang Dapat Menimbulkan Benjolan di Rahim

Adanya benjolan di bagian tubuh tertentu saja sudah bikin cemas para wanita, apalagi kalau benjolan tersebut muncul di mulut rahim. Selama ini, benjolan pada mulut rahim sering kali dikaitkan dengan penyakit kanker serviks. Meski sebagian kasus justru menganggap benjolan di mulut rahim tidak berbahaya, namun ini tetap tidak boleh disepelekan. Ketahui berbagai penyebab benjolan di mulut rahim pada ulasan berikut ini.

Berbagai penyebab benjolan di mulut rahim

Sebagian besar kasus benjolan di mulut rahim cenderung tidak berbahaya. Meski demikian, ini bukan berarti adanya benjolan boleh disepelekan begitu saja. 

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja penyebab benjolan di mulut rahim. Dengan mengetahui penyebabnya, maka Anda bisa melakukan penanganan dengan tepat agar kesehatan tubuh terjaga. 

Berikut ini beberapa penyebab benjolan di mulut rahim yang perlu diwaspadai, antara lain:

1. Polip rahim

Benjolan di mulut rahim bisa menjadi salah satu gejala polip rahim. Benjolan ini umumnya memiliki bentuk yang lonjong dan dapat tumbuh lebih dari satu benjolan. 

Polip rahim yang bersarang di mulut rahim pada umumnya bersifat jinak. Hal ini menandakan bahwa kemungkinan polip rahim berubah menjadi kanker rahim cukup rendah.

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab polip rahim, antara lain peningkatan kadar hormon estrogen, perubahan hormonal pada wanita, serta peradangan pada serviks. Wanita dengan usia 40 tahun ke atas lebih berisiko terkena polip rahim, namun sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebabnya. 

Beberapa gejala polip rahim adalah siklus menstruasi yang tidak normal, keputihan, hingga perdarahan di luar siklus haid. Waspadai juga ketika sering terjadi perdarahan setelah berhubungan intim, hal ini dikhawatirkan menjadi tanda polip rahim.

2. Kista Nabothi

Kista Nabothi pada umumnya berisi cairan ataupun lendir berwarna putih atau kekuningan dari kelenjar rahim. Benjolan ini kemungkinan bisa muncul lebih dari satu dengan berbagai ukuran, bahkan diameter benjolan ini bisa mencapai 4 cm. 

Kista Nabothi terjadi ketika kelenjar penghasil lendir serviks mengalami penyumbatan. Hal ini mengakibatkan munculnya benjolan kecil warna putih pada permukaan jaringan seviks. 

Baca Juga: Berbahayakah Benjolan Pada Vagina?

3. Kondiloma kuminata

Kondiloma kuminata juga bisa memicu tumbuhnya benjolan di mulut rahim. Namun, kondisi ini juga bisa muncul di daerah lain, yaitu sekitar vagina, anus, mulut, bibir, dan lidah. 

Benjolan ini juga sering disebut sebagai kutil kelamin. Ukurannya memang kecil, namun bisa berkembang hingga menyerupai bentuk kol. 

Salah satu yang mengakibatkan munculnya benjolan kondiloma kuminata adalah virus human papillomavirus (HPV). Risiko tumbuhnya benjolan di mulut rahim bisa semakin besar ketika seorang wanita berhubungan seksual dengan pria yang terkena infeksi virus HPV

4. Kanker serviks

Adanya benjolan dalam mulut rahim bisa menjadi pertanda seseorang mengalami kanker serviks. Ini tentu menjadi penyakit yang paling ditakuti oleh kaum wanita, karena sering kali memicu kematian.

Untuk mengurangi risiko seorang wanita mengalami kanker serviks, maka dianjurkan untuk melakukan pap smear secara berkala sesuai anjuran dokter. Hal ini sangat bermanfaat untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini.

Baca Selengkapnya: Syarat & Cara Pemeriksaan Pap Smear untuk Deteksi Kanker Serviks

Memang ada banyak hal yang bisa membuat benjolan di mulut rahim. Beberapa gejala yang bisa dialami adalah nyeri perut terutama di bagian bawah, pendarahan setelah berhubungan seksual, dan keputihan yang tidak normal. Bila Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, segera konsultasikan ke dokter.


58 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Human papillomavirus (HPV) infection. (2015). (http://www.cdc.gov/std/tg2015/hpv.htm)
Genital warts: Who gets and causes. (n.d.). (https://www.aad.org/diseases/a-z/genital-warts-causes)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app