Kusta : Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 249.747 orang

Apakah Penyakit Kusta?

Penyakit kusta atau yang dikenal dengan lepra atau morbus hansen ini menyerang persarafan, kulit, mata, selaput lendir pada saluran pernapasan atas sehingga penderita kusta memiliki ciri khas yang dapat terlihat dengan jelas. 

Penanganan penyakit ini membutuhkan kepatuhan obat karena masa pengobatannya dapat mencapai satu tahun. Tetapi semua kembali dari kondisi kusta yang terjadi. Bakteri kusta sendiri dapat berkembang dalam tubuh berbulan-bulan hingga berpuluh tahun lamanya. 

Penyebab Penyakit Kusta

Penyebab Kusta 

Penyakit kusta atau lepra adalah salah satu penyakit yang dapat menular dengan kontak berulang dari penderita kusta sebelumnya dan dari pernapasan. Etiologi munculnya kusta diakibatkan mikroorganisme bernama Mycobacterium leprae

Pertumbuhan penyakit kusta lebih mudah terjadi pada cuaca lembab dan suhu yang tidak tinggi. Orang yang terserang infeksi lepra di dalam tubuhnya tidak langsung menimbulkan gejala

Bakteri Mycobacterium leprae akan berinkubasi selama kurun waktu hingga 5 tahun sebelum menimbulkan gejala yang sering muncul mulai dari daerah tangan, wajah, dan kaki.

Penyakit kusta lebih sering menyerang orang dewasa atau lanjut usia karena masa inkubasi di tubuh yang bertahan lama sebelum gejala timbul. Dalam arti seseorang telah terinfeksi bakteri kusta jauh sebelum munculnya gejala (sekitar 5 tahun). 

Tetapi tidak menutup kemungkinan dapat menyerang masa anak-anak atau remaja. Faktor lingkungan dan kebersihan juga mempengaruhi rentannya serangan bakteri kusta. Faktor imunokompromis seperti pada daerah dengan populasi HIV yang banyak dapat beresiko menyebabkan penyakit kusta pada beberapa orang.

Gejala Kusta

Gejala awal kusta mulai muncul di ujung bagian tubuh seperti pada tangan, kaki, dan wajah. Gejala kusta secara mudah dapat dikelompokan menjadi 5 yang terdiri dari:

  • Apigmentasi
    Tahap awal kusta adalah munculnya bercak-bercak putih akibat perubahan warna kulit. Perubahan dapat menjadi lebih terang, kemerahan, atau lebih gelap
  • Anestesi
    Bakteri kusta yang telah menyerang saraf-saraf tepi akan menyebabkan mati rasa dan kesemutan
  • Alopesia
    Pada gejala kusta yang berlanjut bisa mengakibatkan kebotakan dan bulu rontok
  • Anhidrosis
    Kerusakan saraf tepi juga membuat tubuh tidak sensitif dengan panas dan tidak dapat berkeringat
  • Atrofi otot
    Kusta yang berat akan merusak bagian tubuh lain seperti otot sehingga menyebabkan kesulitan menggerakan otot

Pencegahan Penyakit Kusta

Pemberian informasi mengenai penyakit kusta terhadap masyarakat harus dilakukan agar dapat mencegah risiko terjadinya kusta. Diagnosis dan pencegahan sejak dini dapat mengurangi penyebaran lebih luas dan kecatatan yang dapat timbul.

Pengobatan Penyakit Kusta

Diagnosa awal untuk mengetahui penyakit kusta adalah dengan melihat gejala-gejala serta pemeriksaan fisik. Dokter biasanya melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan histopatologi dan bakteriologi dengan mengambil kerokan kulit sebagai sampel untuk memastikan sel lepra dapat ditemukan. Kerokan biasa dilakukan di kedua cuping telinga atau tempat yang memiliki luka aktif.

Setelah memeriksa fisik dan hasil kerokan kulit pada pasien, dokter membedakan tipe kusta menjadi dua, yaitu Lepra Pausibasiler dan Multibasiler. 

Pausibasiler berarti jumlah bercak kusta kurang dari 5, terdapat 1 gangguan saraf, dan hasil kerokan BTA negatif. Pada multibasiler jumlah bercak kusta lebih dari 5, terdapat lebih dari 1 gangguan saraf, dan hasil kerokan BTA positif.

Obat kusta merupakan kombinasi dari 2 hingga 3 obat. Obat utama yang diberikan yaitu rifampicin, dapsone, dan clofazimine. Penggunaan obat kusta harus sesuaikan dengan jenis kusta dan usia penderita.

Pengobatan pada Kusta tipe pausibasiler yaitu 

  • 2 kapsul Rifampicin + 1 tablet dapsone selama satu kali dalam satu bulan
  • 1 tablet dapsone mulai hari ke-2 hingga hari ke-28
    Pengobatan harus diselesaikan selama 6 bulan

Pengobatan pada Kusta tipe Multibasiler yaitu

  • 1 kapsul rifampicin + 3 kapsul clofazimine + 1 tablet dapsone selama satu kali dalam satu bulan
  • 1 kapsul clofazimine + 1 tablet dapsone mulai hari ke-2 higga hari ke-28
    Pengobatan harus diselesaikan selama 12 bulan

Metode pengobatan pada anak-anak hampir sama dengan dewasa, hanya saja dosis obat yang digunakan lebih rendah. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit