Keratitis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 2, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 846.103 orang

Keratitis adalah kondisi peradangan yang mempengaruhi kornea mata. Kornea adalah bagian yang menutupi iris dan pupil. Penyakit keratitis ini merupakan kondisi umum yang dapat disebabkan oleh infeksi atau cedera pada mata.

Orang yang memakai lensa kontak mungkin lebih sering mengalami keratitis daripada orang yang tidak memakai lensa kontak. Jika Anda mengalami keratitis, segera periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Penyebab Keratitis

Ada dua jenis utama keratitis, tergantung pada faktor penyebab yang mendasarinya. Keratitis dapat diklasifikasikan sebagai keratitis menular dan tidak menular.

Keratitis Menular (Infectious Keratitis)

Keratitis menular dapat disebabkan oleh:

  • Bakteri: Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus adalah dua jenis bakteri yang paling umum yang menyebabkan keratitis bakteri. Sebagian besar berkembang pada orang yang menggunakan kontak secara tidak bersih.
  • Jamur: Keratitis jamur disebabkan oleh Aspergillus, Candida, atau Fusarium. Seperti halnya keratitis bakteri, keratitis jamur kemungkinan besar hanya mempengaruhi pemakai lensa kontak.
  • Parasit:  Acanthamoeba hidup di luar ruangan dan dapat ditemui pada air yang terinfeksi pada lensa kontak Anda. Jenis infeksi ini disebut Acanthamoeba keratitis.
  • Virus: Keratitis virus terutama disebabkan oleh virus herpes simpleks, yang berkembang dari konjungtivitis menjadi keratitis.

Keratitis Tidak Menular

Kemungkinan penyebab keratitis tidak menular meliputi:

  • cedera mata, seperti goresan
  • terlalu lama memakai lensa kontak
  • memakai lensa kontak saat berenang
  • tinggal di iklim yang hangat
  • sistem kekebalan tubuh yang melemah
  • paparan sinar matahari yang intens, yang disebut foto keratitis

Keratitis juga dapat menyebabkan komplikasi lebih serius jika tidak segera diobati termasuk:

  • luka kornea
  • infeksi mata berulang
  • peradangan kronis (jangka panjang)
  • ulcer kornea
  • kebutaan

Gejala Keratitis

Gejala yang dapat timbul pada penderita keratitis meliputi:

  • mata merah
  • rasa sakit dan iritasi pada mata yang terkena
  • perubahan visi, seperti pandangan kabur atau tidak mampu melihat
  • sensitivitas terhadap cahaya
  • ketidakmampuan untuk membuka mata
  • terasa seperti ada sobekan

Tanpa pengobatan, gejala keratitis akan berkembang dan menjadi lebih buruk. Oleh karena itu, penanganan awal harus segera diberikan sebelum terjadinya komplikasi.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Pencegahan Keratitis

Penyakit keratitis dapat terjadi pada siapa saja, terlebih pada pemakai lensa kontak.  Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya keratitis, seperti:

  • pastikan Anda tidak tidur dengan lensa kontak
  • lepaskan lensa kontak sebelum berenang
  • cuci tangan terlebih dahulu sebelum memegang lensa kontak
  • gunakan jenis larutan pembersih yang tepat
  • ganti lensa kontak Anda secara teratur

Mencegah infeksi virus juga dapat membantu mengurangi risiko keratitis. Pastikan Anda mencuci tangan dengan bersih sebelum menyentuh mata, terutama jika Anda merasa terkena virus.

Apakah Pengobatan Keratitis?

Diagnosa Keratisis

Gejala keratitis yang dicurigai harus segera diperiksakan ke dokter.  Untuk mendiagnosis keratitis, dokter akan terlebih dahulu berbicara mengenai riwayat gejala Anda dan kemudian melihat kondisi mata Anda.

Jika Anda memiliki kesulitan membuka mata karena infeksi,  dokter atau ahli medis dapat membantu membukanya dan melakukan pemeriksaan penuh pada kornea. Lampu celah atau senter dapat digunakan selama ujian. Lampu celah bekerja dengan memperbesar struktur dalam mata sehingga dokter dapat melihat lebih dekat setiap kerusakan yang disebabkan oleh keratitis.

Untuk memastikan hasil diagnosis, dokter dapat menambahkan pemeriksaan tes laboratorium, dengan mengumpulkan sampel kornea atau sampel air mata untuk mengidentifikasi penyebab pasti keratitis. Selain itu, dokter juga dapat melakukan tes uji penglihatan menggunakan eye chart.

Pengobatan Keratitis

Cara perawatan keratitis akan bergantung pada faktor penyebab yang mendasarinya. Jika Anda memiliki infeksi, dokter dapat meresepkan obat tetes mata, obat oral, atau keduanya, termasuk:

  • antibiotik untuk infeksi bakteri
  • biocides untuk infeksi parasit
  • antijamur untuk infeksi jamur
  • antivirus untuk infeksi virus

Tidak semua bentuk infeksi keratitis merespons terhadap pengobatan dengan cara yang sama. Acanthamoeba keratitis kadang-kadang memiliki resistensi tinggi terhadap antibiotik. Oleh sebab itu, dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan ulang jika infeksi tidak sembuh.

Jenis keratitis yang tidak menular tidak membutuhkan obat. Akan tetapi jika timbul komplikasi atau kondisi memburuk, sebaiknya mengkonsultasikan diri ke dokter untuk penanganan secepatnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit