Hernia - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 12, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 943.948 orang

Hernia merupakan salah satu kondisi dimana timbulnya benjolan yang berisi bagian isi usus karena lemahnya otot pelapis organ daalam atau dapat juga diakibatkan oleh tekanan yang dipertahankan oleh tubuh secara internal dan ekternal. 

Hernia paling banyak timbul di daerah perut atas hingga bawah.  Terdapat gejala khas yang menjadi tanda munculnya hernia seperti nyeri, mual muntah, hingga demam. 

Hernia memerlukan pengobatan segera bila telah terjadi strangulasi karena penyakit ini dapat memberat seiring berjalannya waktu. Tetapi apa saja jenis pengobatan hernia yang perlu anda ketahui. Simak penjelasannya.

Mengenai Hernia

Hernia terjadi akibat lemahnya otot pada lapisan perut. Lemahnya otot menyebabkan bagian usus keluar dari lubang hernia dan membentuk benjolan. Keluarnya isi usus memiliki sifatnya masing-masing. 

Hernia yang terjadi bisa bersifat spontan atau bisa keluar masuk sendiri(responsible), tidak bisa masuk kembali (iresponsible), atau terikatnya bagian usus di dalam kantong hernia sehingga menganggu sirkulasi darah dan mengakibatkan nekrosis.

Lokasi munculnya hernia juga bervariasi, hernia yang paling tersering adalah hernia femoral dan inguinal. Inguinal hernia sering terjadi pada laki-laki dimana terbentuk benjolan di sekitar daerah pubis diakibatkan lemahnya otot sekitar pinggang. 

Sedangkan femoral hernia adalah terjadi benjolan di daerah atas paha karena lemahnya otot perut. Terdapat juga hernia lain seperti hiatal hernia, speiglean herni, accidental hernia, umbilikal hernia, dan epigastrik hernia.

Gejalanya sendiri disesuaikan lokasi dan sifat hernia yang terjadi, Gejala khusus hernia yaitu munculya benjolan, nyeri, mual dan muntah, bengkak dan demam.

Penanganan Hernia

Yang ditakuti pada hernia adalah terputusnya sirkulasi darah pada bagian usus di kantung hernia akibat jepitan pada lubang hernia yang terlalu kencang atau terpuntirnya bagian usus di kantung hernia. Hernia seperti ini akan menimbulkan gejala nyeri yang sangat hebat dan demam. 

Kondisi ini jelas mengakibatkan kerusakan pada organ bahkan dapat menyebabkan kematian. Maka perlu tindakan segera untuk mengurangi kerusakan organ. Penanganan utama yag dilakukan untuk hernia adalah operasi. 

Tetapi sebelum melakukan tindakan operasi, dokter akan melakukan pemeriksaan radiologi menggunakan Ultrasound untuk memonitor kondisi hernia yang sedang terjadi. 

Hernia dalam tahap yang tidak gawat dapat di pantau (watchful waiting) untuk melihat proses perjalanan hernia dan apakah dapat menyebabkan gejala berat hingga komplikasi. Kondisi hernia juga tidak perlu memerlukan operasi apabila tidak ditemukannya kegawatan selama pemantauan berlangsung.

Open Hernia Surgery
Dalam teknik operasi, tindakan open hernia surgery dilakukan dengan memberikan anestesi lokal atau spinal untuk tahap awalnya. Setelah itu dokter akan melakukan insisi atau penyayatan pada kantung hernia, dan memasukan kembali bagian usus ke dalm tempat semula. 

Lubang dari otot tempat keluarnya bagian usus akan ditutup dengan jahitan. Sayangnya teknik operasi ini memiliki resiko pembentukan luka paska operasi yang permanen.

Teknik Laparoskopi
Teknik operasi lain yang juga sering digunakan adalah dengan laparoskopi. Teknik laparoskopi ditangani oleh ahli bedah yang mahir dengan melakukan 3  pembukaan kecil sepanjang 1 sentimeter di sekitar hernia dan memasukkan kamera kecil untuk melihat proses operasi, 

ditambah dengan dua buah alat bernama trocar yang berfungsi untuk reparasi hernia. Teknik laparoskopi memiliki tingkat inflamasi dan pendarahan yang lebih kecil dibanding operasi hernia biasa karena tidak memerlukan pembukaan atau penyayatan yang lebih besar. 

Selain itu, pemulihan paska operasi dengan teknik laparoskopi akan lebih cepat dibanding dengan teknik operasi hernia biasa. Pemulihan total paska operasi laparoskopi maksimal berlangsung selama 1 bulan.

Selain teknik operasi, terdapat juga penanganan hernia secara suportif, contohnya seperti hernia support belt. Hernia belt memiliki bentuk seperti celana dalam dengan lapisan yang keras dan padat pada bagian pubis yang berfungsi menahan tekanan pada hernia. 

Struktur dan bahan pada bet ini cukup elastis, walaupun memang tidak nyaman saat dikenakan. Alat ini dapat menahan titik lemah hernia secara sementara, 

terutama saat anda membawa beban yang berat, karena kondisi hernia akan meningkat bila diikuti dengan tekanan yang berlebihan. Alat ini sering digunakan pada terapi hernia inguinal.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit