Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Amfetamin: Obat Untuk Mengobati Penyakit Mental dan Saraf

Update terakhir: SEP 15, 2019 Tinjau pada SEP 15, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.729.876 orang

Kegunaan, Dosis Dan Efek Samping Amfetamin

Dunia kedokteran dikenal adanya obat-obat tertentu yang dapat menghilangkan penyakit atau rasa sakit ditubuh, ada pula obat tertentu yang dapat mempengaruhi sistem saraf yang seringkali menimbulkan perasaan yang menyenangkan seperti perasaan nikmat yang disebut dengan melayang, halusinasi, rasa mengatuk yang berat sehingga ingin tidur saja. Obat-obat semacam itu disebut dengan Zat-Zat Psikoaktif yang bermanfaat bagi ilmu kedokteran jiwa untuk mengobati penyakit mental dan saraf.

Akan tetapi bila penggunaan obat tersebut disalahgunakan dapat menyebabkan terjadinya masalah serius karena mempengaruhi otak atau pikiran serta tingkah laku pemakainya, dan biasanya mempengaruhi bagian tubuh yang lain. Selain itu, penyalahgunaan Zat-Zat Psikoaktif  juga dapat menyebabkan ketergantungan fisik yang lazim disebut dengan ketagihan. Untuk itu pada artikel ini akan membahas salah satu obat yang biasa digunakan untuk mengatasi masalah mental atau saraf yang disebut dengam obat Amfetamin. Selamat membaca.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal belanja Rp50.000.

Iklan obat

Mengenai Obat Amfetamin

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

-

Kandungan:

Stimulan sistem saraf otak

Apa sih obat Amfetamin itu?

Amfetamin merupakan obat golongan stimulansia yang biasanya digunakan hanya untuk mengobati gangguan hiperaktif karena kurang perhatian atau Attention-deficit Hyperactivity Disorder pada pasien dewasa dan anak-anak. 

Obat ini juga digunakan untuk mengobati gejala-gejala luka  traumatik pada otak dan gejala mengantuk pada siang hari pada kasus narkolepsi dan sindrom kelelahan kronis. Obat ini biasanya tidak dijual bebas dan hanya dapat diperoleh melalui resep dokter.

Apa saja indikasi penggunan obat Amfetamin?

Amfetamin biasanya digunakan sebagai pengobatan gangguan attention deficit hyperactivity (ADHD). Obat ini dapat digunakan untuk ADHD pada anak- anak serta pasien dewasa. Penggunaan obat ini harus tergantung pada usia, diagnosis yang memadai, dan penilaian klinisi dari keparahan dan durasi gejala dan tidak boleh hanya bergantung pada satu atau lebih karakteristik perilaku.

Obat ini juga digunakan sebagai stimulan untuk mengurangi kantuk di siang hari dalam pengelolaan narkolepsi, serta membantu penurunan berat badan pada penderita obesitas. Amfetamin merupakan obat pertama yang digunakan untuk menurunkan kelebihan berat badan. Amfetamin hanya diindikasikan pada penggunaan jangka pendek untuk mengatasi obesitas akibat faktor eksogen.

Berapa dosis yang dianjurkan untuk penggunaan obat Amfetamin?

Pemberian dosis Amfetamin biasanya tergantung pada pengobatan yang akan diberikan, seperti:

  • Dosis ADHD. Anak-anak 3-5 tahun: Pada awalnya, 2,5 mg per hari; dosis harian meningkat secara bertahap 2,5 mg pada interval mingguan sampai respon optimum dicapai. Sedangkan untuk anak-anak usia ≥6 tahun: Pada awalnya, 5 mg sekali atau dua kali sehari; dosis harian meningkat secara bertahap 5-mg pada interval mingguan sampai respon optimum dicapai. Jumlah dosis harian jarang melebihi 40 mg.
  • Dosis Narkolepsi. Anak-anak usia 6-12 tahun: Pada awalnya, 5 mg sehari; dosis harian meningkat secara bertahap 5-mg pada interval mingguan sampai respon optimum dicapai. Sedangkan untuk Anak-anak usia ≥12 tahun: Pada awalnya, 10 mg sehari; dosis harian meningkat secara bertahap 10-mg pada interval mingguan sampai respon optimum dicapai.
  • Dosis penurunan berat badan. Anak usia 12 tahun dan dewasa dapat menggunakan dosis 5-10 mg per hari. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan sampai 30 mg per hari.

Apa saja efek samping dari penggunaan Amfetamin?

Pada pasien yang mengkonsumsi dengan dosis kecil atau sedang akan mempengaruhi susunan saraf pusat dengan cara, sebagai berikut :

  • Meningkatkan mood
  • Menurunkan nafsu makan
  • Menimbulkan euforia
  • Meningkatkan suhu tubuh ayau hipertermi
  • Gangguan mood
  • Gangguan tidur

Pada penggunaan Amfetamin dosis tinggi secara tunggal atau pemakaian yang terus menerus dengan dosis kecil selama beberapa hari, Amfetamin dapat menginduksi gangguan psikis toksik yang ditandai dengan adanya halusinasi pendengaran.

Selain tanda dan gejala yang mempengaruhi sistem saram pusat, efek samping lain juga dapat muncul pada penggunaan obat ini seperti:

  • Gangguan pada jantung
  • Hipertensi
  • Gangguan saluran pencernaan
  • Kerusakan ginjal
  • Gangguan fungsi seksual

Jika setelah penggunaan obat ini timbul gejala-gejala seperti yang telah disebutkan diatas, atau terjadi gejala alergi dan overdosis obat seperti, kehilangan kesadaran, sesak, kejang, dan gejala lainnya. Maka segeralah ke dokter atau ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Interaksi Obat Amfetamin

Obat amfetamin dapat berinteraksi dengan obat-obatan lainnya, termasuk:

  • Bila dikonsumsi dengan obat golongan penghambat beta dapat menimbulkan peningkatan tekanan darah. 
  • Bila dikonsumsi dengan obat antidepresan trisiklik (amitriptylline) dapat menimbulkan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah.
  • Bila dikonsumsi dengan obat alkalinisasi urine dapat mengurangi produksi urine. 
  • Menghambat penyerapan phenobarbital.
  • Bila dikonsumsi dengan obat haloperidol atau chlorpromazine dapat menghambat efektivitas kerja obat ini.
  • Menghambat metabolisme dan penyerapan disulfiram.

Perhatian 

  • Bagi wanita hamil dan menyusui, sesuaikan dosis Amfetamin dengan anjuran dokter. Wanita menyusui tidak diperbolehkan mengonsumsi obat ini
  • Hindari penggunaan obat ini pada seseorang yang memiliki riwayat merokok, pemakai obat-obatan terlarang dan minuman beralkohol
  • Penggunaan amfetamin pada anak penderita gangguan jantung serius dapat menyebabkan kematian
  • Harap berhati-hati jika Anda memiliki riwayat serangan jantung, stroke, depresi, kejang-kejang, hipertensi dan penyakit lainnya
  • Bila terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera periksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut

Sebelum mengkonsumsi obat Amfetamin sebaiknya ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan obat tersebut. Pastikan obat tersebut tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya untuk Anda. Jangan menambahkan dosis Amfetamin tanpa saran dan perintah dari dokter. Semoga bermanfaat.


Referensi

Drugs (2018). Amphetamine.

Heal, D. et. al. (2013). Amphetamine, Past and Present – A Pharmacological and Clinical Perspective. J Psychopharmacol. 27(6), pp. 479–496.

MIMS Indonesia (2018). Dexamfetamine.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp