Manfaat Kacang Kedelai Sebagai Obat Kanker Payudara, Memang Ampuh?

Dipublish tanggal: Jul 2, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 20, 2019 Waktu baca: 3 menit
Manfaat Kacang Kedelai Sebagai Obat Kanker Payudara, Memang Ampuh?

Kanker payudara merupakan momok paling menakutkan bagi wanita, selain kanker serviks. Pada tahun 2011, jenis kanker ini menyebabkan kematian pada lebih dari 508 ribu wanita di dunia. Karena itulah, dunia medis terus mengembangkan penelitian untuk menemukan obat kanker payudara yang ampuh membunuh sel kanker. Salah satu bahan alami yang disebut-sebut memiliki khasiat tersebut adalah kacang kedelai.

Kacang kedelai tingkatkan harapan hidup pasien kanker payudara

Berbagai prosedur medis dapat dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker sekaligus mencegahnya muncul lagi. Bahkan sudah banyak yang berhasil menyembuhkan pasien kanker payudara, tentunya diseimbangkan dengan konsumsi makanan sehat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Baru-baru ini ada fakta baru yaitu manfaat kacang kedelai mampu mencegah dan mengobati kanker payudara. Lantas, mungkinkah kacang kedelai patut disebut sebagai obat kanker payudara?

Kacang kedelai (Glycine max) mengandung protein nabati yang biasanya diolah menjadi susu kedelai, tahu, dan tempe. Protein yang terdapat dalam kacang kedelai berperan dalam membangun sel tubuh dan mampu menunjang pengobatan pasien kanker payudara.

Sebuah penelitian yang terdapat dalam jurnal American Cancer Society menunjukkan bahwa kacang kedelai mampu mencegah kanker payudara sekaligus meningkatkan harapan hidup pasien. Penelitian tersebut dilakukan pada 6.235 wanita yang didiagnosis menderita kanker payudara dan diikuti perkembangannya selama 9 tahun. 

Selama masa penelitian tersebut, para penderita kanker payudara diminta untuk mengisi kuesioner tentang pola makan sehari-hari beserta banyaknya makanan olahan kacang kedelai yang dikonsumsi. Hasilnya, pasien kanker payudara yang memakan lebih banyak kacang kedelai setiap harinya memiliki tingkat harapan hidup 21% lebih besar.

Kacang kedelai memang paling mudah ditemukan pada tempe dan tahu. Selain itu, Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO) mengatakan bahwa hampir 60% makanan di pusat perbelanjaan maupun toko swalayan mengandung kedelai, mulai dari tepung, roti, minyak, tuna, dan sosis. Jadi, Anda tak perlu khawatir karena produk-produk berbahan dasar kacang kedelai sangat mudah ditemukan di pasaran.

Baca Juga: Mitos Tentang Kedelai yang Tak Perlu Didengarkan

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Kandungan kacang kedelai sebagai obat kanker payudara

Satu keunggulan kacang kedelai sebagai obat kanker payudara terletak pada kandungan zat isoflavonnya. Flavonoid atau isoflavon termasuk fitoestrogen, yakni suatu estrogen alami yang terkandung dalam tumbuhan.

Zat ini mampu merangsang produksi hormon estrogen yang ada dalam tubuh, sehingga menghambat pertumbuhan kanker payudara. Isoflavon tersebut juga diketahui dapat mencegah kanker payudara memburuk.

Ada juga kandungan antioksidan dan zat antiradang di dalam zat isoflavon, gunanya untuk membantu mengobati kanker payudara. Antioksidan adalah zat yang berfungsi mencegah radikal bebas, salah satu pemicu pertumbuhan sel kanker.

Dr. Tim Crowe, seorang profesor gizi di Deakin University, mengatakan bahwa kacang kedelai juga bisa membantu melindungi sel-sel tubuh dari zat penyebab kanker seperti estrogen yang dihasilkan oleh tubuh sendiri. Hal tersebut terbukti karena angka kanker payudara pada wanita Asia lebih rendah.

Manfaat kacang kedelai ternyata tidak hanya mampu mengobati kanker payudara, lho! Bahan alami ini juga diketahui dapat menurunkan risiko terjadinya kanker pada prostat, endometrium, pankreas, dan usus.

Meski demikian, masih tetap diperlukan penelitian lebih lanjut. Pasalnya, Dewan Kanker Australia mengungkapkan bahwa memang hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kedelai dapat mencegah kanker.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Namun, ini bukan berarti Anda tak boleh makan kacang kedelai sama sekali, ya. Anda tetap dapat meraup manfaat kacang kedelai maupun produk olahannya dan menjadikannya sebagai bagian dari pola makan sehat nan bergizi.

Mengonsumsi kedelai dalam jumlah sedang sebetulnya juga tidak masalah. Terlebih karena zat isoflavon dalam kedelai juga mengandung antioksidan, maka Anda justru dianjurkan untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak.

Namun, perlu diingat juga bahwa segala yang berlebihan itu tidaklah baik. Beberapa jenis tumor cukup sensitif terhadap hormon, termasuk zat isoflavon. Oleh karena itu, bila terjadi efek samping setelah makan kacang kedelai, sebaiknya kurangi jumlahnya.

Berapa banyak kacang kedelai yang dibutuhkan untuk mengobati kanker payudara?

American Institute for Cancer Research menganjurkan untuk memakan kacang kedelai minimal 1-2 porsi hari. Satu porsi kacang kedelai setara dengan kombinasi bahan-bahan berikut:

  • Sepertiga gelas kacang kedelai (76 gram)
  • Setengah gelas kacang edamame (115 gram)
  • Satu gelas susu kedelai (240 ml)
  • Satu potong sedang tahu ataupun tempe(50 gram)

Baca Selengkapnya: 12 Manfaat Edamame 'Kedelai Jepang' Bagi Kesehatan

Kacang kedelai adalah salah satu sumber protein terbaik jika Anda sedang membatasi mengonsumsi protein hewani. Proteinnya memiliki bentuk rantai yang hampir sama dengan daging merah, mudah dicerna, dan gampang diserap oleh tubuh.

Studi lain juga mengungkapkan bahwa kacang kedelai dan olahannya mampu mencegah kanker payudara pada wanita di masa premenopause. Namun ingat, manfaat kacang kedelai sebagai obat kanker payudara tetap tidak bisa menggantikan obat atau tindakan medis dari dokter. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter sebelum mengonsumsi kacang kedelai untuk mengobati kanker payudara.

Baca Juga: 5 Daftar Makanan Ini Bantu Cegah Kanker Serviks

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Soy and Cancer Risk: Our Expert’s Advice. American Cancer Society. (https://www.cancer.org/latest-news/soy-and-cancer-risk-our-experts-advice.html)
Does Soy Prevent Breast Cancer or Make It Grow?. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/soy-and-breast-cancer-research-430449)
Is Soy Consumption Good or Bad for the Breast?. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2981011/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app