Obat Dopamin: Obat Untuk Mengobati Sistem Hormon

Update terakhir: Mar 19, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 672.605 orang

Banyak sistem yang ada dalam tubuh manusia. Salah satunya adalah sistem hormon. Salah satu hormon yang berperan agar tubuh dapat berfungsi dengan baik, adalah hormon dopamin. Hormon ini memiliki peranan penting pada otak dan tubuh secara menyeluruh. Selain sebagai hormon, dopamin juga dikenal sebagai salah satu neurotransmitter otak. 

Dopamin juga ikut berperan agar manusia dapat berjalan, berpikir, belajar, memiliki motivasi, menimbulkan rasa puas, dan pergerakan. Namun, dopamin dapat dipengaruhi oleh beberapa narkotika dan hal ini menyebabkan ketidakseimbangan dari fungsi Dopamin sendiri, jumlahnya dapat sangat meningkat pada beberapa kasus kesehatan. Dopamin-pun juga tersedia dalam bentuk obat. 

Mengenai Obat Dopamin

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Suntik

Kandungan:

Obat jantung

Manfaat Obat Dopamin

Obat Dopamin tersedia dalam bentuk suntik. Beberapa manfaat yang didapatkan dari penggunaan obat ini, antara lain dapat digunakan sebagai terapi gangguan jantung, gangguan aliran darah terutama pada kasus kesehatan mengenai perfusi pembuluh darah kapiler yang buruk, kondisi gagal ginjal, hipotensi akut, septikemia endotoksik, dapat digunakan juga untuk terapi cardiothoracic surgery, dan untuk kondisi terkait syok, terutama syok kardiogenik. 

Perlu diketahui bahwa, Dopamin merupakan salah satu jenis obat keras, yang penggunaannya memerlukan observasi langsung dari dokter agar keefektivitasan penggunaan obat dapat berjalan baik.

Dosis Obat Dopamin

Dosis dari obat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu penyakit apa yang timbul, seberapa parahkah suatu penyakit, apakah ada riwayat alergi obat ini, berat badan pasien, respon tubuh seseorang terhadap pemberian obat ini, serta penyakit lainnya yang dapat bereaksi jika konsumsi obat Dopamin. 

Secara umum, penggunaan obat Dopamin dalam kasus syok memiliki initial dose 2-10 mcg/kg/min secara suntikan IV (intravenous) dengan dilanjutkan atau didampingi pemberian cairan infus (jenis cairan infus ditentukan sesuai kondisi pasien), dan maintenance dose 2-50 mcg/kg/min secara suntikan IV dengan dilanjutkan atau didampingi pemberian cairan infus. 

Dalam kondisi syok ini pun, sebelumnya pasien perlu diperiksa mengenai circulatory volume restoration, apakah pasien dengan status advanced circulatory decompression, serta pemeriksaan dan pemonitoran urinary flow. Perlu diperhatikan pemberian obat ini dilakukan oleh dokter yang merekomendasikan obat Dopamin ini ataupun telah memeriksa Anda secara langsung. 

Beritahukan kepada dokter bilamana Anda sedang menggunakan obat lain di luar dari obat Dopamin ini. Pemberian obat ini haruslah hati-hati, dan mengerti kapan sebaiknya obat ini diinjeksikan kepada pasien. 

Efek Samping Obat Dopamin

Efek samping yang dapat ditimbulkan setiap obat dapat bereaksi berbeda-beda dan tergantung pada reaksi masing-masing individu. Jadi, penting untuk Anda mengetahui efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan obat Dopamin ini, yaitu:

  • Dada berdebar-debar hingga timbul nyeri dada
  • Mual hingga muntah
  • Rasa gelisah
  • Pusing atau nyeri kepala
  • Aritmia (kondisi ketidakteraturan detak jantung)
  • Vasokonstriksi (penyempitan dari rongga pembuluh darah arteri dikarenakan kontraksi dari otot pembuluh darah tersebut)
  • Hipotensi (tekanan darah rendah) ataupun sebaliknya, dapat mengalami Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Piloereksi (rasa merinding)
  • Azotemia (kadar ureum dan kreatinin dalam darah meningkat)
  • Gangren (proses pembusukan pada jaringan tubuh dan dapat mengancam jiwa)
  • Bradikardia (detak jantung menurun)
  • Nekrosis (kematian sel)
  • Flebitis (kondisi radang area kaki oleh karena adanya penyempitan pembuluh darah vena di dalam jaringan otot)
  • Ileus Paralitik (gerakan usus mengalami kelumpuhan)

Sebaiknya dapat segera hentikan pemakaian obat Dopamin ini bila mengalami satu atau lebih efek samping seperti di atas. Segera konsultasikan dan lakukan pemeriksaan ulang dengan dokter yang memberikan Anda obat suntik tersebut sehingga dapat dipikirkan alternatif lain sebagai solusi masalah kesehatan Anda. 

Ibu hamil dan ibu dalam masa menyusui

Pada ibu hamil, obat ini menurut US FDA (Food and Drugs Administration) Pregnancy termasuk dalam Kategori C, yang artinya studi pada binatang percobaan menunjukan suatu reaksi efek samping terhadap janin, namun untuk wanita hamil sendiri belum ada studi kontrolnya. Obat Dopamin ini hanya dapat dipergunakan bila memiliki manfaat yang lebih besar dan juga yang diharapkan melebihi daripada besarnya risiko terhadap janin. 

Data mengenai penggunaan obat Dopamin terhadap ibu yang sedang dalam masa menyusui belum diketahui. Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa penggunaan obat ini dapat mempengaruhi produksi ASI selama masa laktasi. Sehingga sebaiknya, penggunaan Dopamin untuk ibu dalam masa menyusui harus memiliki manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan risikonya. 

Interaksi Obat Dopamin

Berikut ini adalah beberapa interaksi yang dapat terjadi jika dopamin digunakan dengan obat lain:

  • Jika digunakan dengan obat halothane dapat meningkatkan risiko terjadinya aritmia.
  • Jika digunakan dengan propranolol dan metoprolol dapat menurunkan efektivitas obat ini. 
  • Jika digunakan dengan obat golongan penghambat adrenergik dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah.
  • Meningkatkan risiko tekanan darah rendah dan bradikardia apabila digunakan bersamaan dengan obat phenytoin.


Peringatan

  • Waspadai penggunaan obat Dopamin dan disarankan dengan indikasi dari dokter dulu sebelum mengenakannya bila Anda merupakan wanita yang sedang hamil ataupun dalam masa menyusui.
  • Berikan informasi kepada dokter bila Anda memiliki riwayat penyakit lainnya, seperti penyakit sedang memiliki kondisi kekurangan jumlah volume darah (hipovolemia), detak jantung pada kondisi sedang istirahat yang lebih dari batas normal (takiaritmia), kondisi fibrilasi ventrikel, feokromositoma (tumor  kelenjar adrenal), gangguan hormon tiroid, infark miokard akut, aterosklerosis, hipertensi, Raynaud’s Disease, kelainan pembuluh darah oklusif, diabetes mellitus (kencing manis), Buerger’s Syndrome, frostbite, dan asma.
  • Hati-hati bila sedang menggunakan obat anestesi hidrokarbon halogen dan obat siklopropan, beritahukan kepada dokter sebelum gunakan obat Dopamin.
  • Hindari pemberian obat ini pada anak-anak tanpa adanya pengawasan secara langsung dari dokter.
  • Hentikan pemakaian bila timbul reaksi alergi obat ataupun suatu overdosis, dan segeralah beritahukan dokter untuk lakukan pertolongan pertama. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit