Obat Diare Rumahan Yang Bisa Dicoba Sebelum Periksa ke Dokter

Nah berikut kami bagikan beberapa obat diare rumahan yang bisa dicoba lebih dulu sebelum periksa ke dokter:
Dipublish tanggal: Agu 26, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Mar 24, 2020 Waktu baca: 3 menit
Obat Diare Rumahan Yang Bisa Dicoba Sebelum Periksa ke Dokter

Walau mungkin tergolong gangguan pencernaan ringan, nyatanya diare dapat sangat mengganggu kenyamanan seseorang ketika beraktivitas. Bagaimana tidak coba, bila sebentar-sebentar harus pergi ke kamar mandi?

Penyebab diare biasanya bermacam-macam, mulai dari infeksi virus maupun bakteri, keracunan, tidak toleran terhadap laktosa, dan lain-lain. Infeksi atau keracunan misalnya, umumnya cuma menyebabkan diare akut saja yang bisa sembuh dalam waktu 1-2 hari. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Namun jika diarenya berlangsung lebih lama dari itu, bahkan mencapai 2 minggu lebih, besar kemungkinan ada penyakit pencernaan serius lain yang menjadi pemicunya. 

Saat mengalami diare, Anda tidak boleh diam saja dan berharap bahwa itu dapat sembuh dengan sendirinya. Diare yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan sehingga rawan terkena dehidrasi

Obat diare rumahan yang disarankan

Nah berikut kami bagikan beberapa obat diare rumahan yang bisa dicoba lebih dulu sebelum periksa ke dokter:

1. Minum oralit

Oralit berbeda dengan air putih biasa karena mengandung elektrolit yang bisa lebih cepat menggantikan hilangnya cairan tubuh. Biasanya oralit boleh diminum 1 gelas setiap kali habis diare, dan tentunya diselingi dengan minum banyak air putih juga. 

Khusus penderita gangguan ginjal, konsumsi oralit mesti dibatasi atau berdasarkan saran dokter saja. 

Anda juga bisa membuat oralit sendiri di rumah dengan mencampurkan ½ sdt garam dan 6 sdt gula ke dalam 1 liter air. Kandungan garam dan gula dalam air mampu membantu usus menyerap cairan lebih efisien. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Contoh cairan lain yang juga baik untuk penderita diare adalah kaldu ayam serta jus buah, diutamakan yang mengandung potasium (pengecualian untuk jus apel).

2. Probiotik

Probiotik tak hanya menyehatkan, tapi juga melindungi saluran pencernaan dari infeksi. Contoh makanan yang mengandung probiotik adalah yogurt, tempe, miso, acar, cottage cheese, coklat hitam, serta kimchi.

3. Jahe

Sudah bukan rahasia lagi kalau jahe merupakan sahabatnya organ pencernaan karena dapat meminimalisir sensasi mual, muntah, hingga kram perut. Kandungan antibakteri dari jahe juga efektif mencegah pertumbuhan bakteri penyebab diare, misalnya seperti E.coli atau Salmonella. Jadi ketika diare, cobalah minum teh jahe. 

4. Teh chamomile

Menurut hasil riset, teh yang biasanya diandalkan penderita insomnia untuk mengatasi gangguan tidur ini ternyata juga ampuh mengatasi kerusakan usus. Teh chamomile tak hanya bersifat anti radang tapi juga antidiare sehingga efektif meredakan kram usus

Contoh jenis teh lain yang baik untuk diare misalnya yang terbuat dari daun blackberry, blueberry, raspberry. Semua ini mengandung tanin yang ampuh atasi diare. Meski begitu, tanin dosis tinggi tidak disarankan untuk ibu hamil.

5. BRAT

BRAT yang terdiri dari pisang (Banana), nasi (Rice), saus apel (Applesauce), dan roti (Toast) adalah pola makan yang ramah bagi penderita diare karena dapat membuat tekstur feses lebih padat. 

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores celery 7000 120 1

Namun karena BRAT rendah kandungan serat, protein, serta lemaknya, maka Anda tidak boleh mengonsumsinya berkepanjangan. Begitu diarenya sudah sembuh, cepat kembali pada pola makan kaya nutrisi seperti buah, sayur, serta daging.

6. Makanan lainnya

Saat diare, Anda diimbau lebih sering makan dalam porsi kecil. Beberapa contoh obat diare rumahan adalah makanan yang kaya:

  • Pektin, contoh jeruk, apel, aprikot, cranberry, pisang, bit, kentang, wortel
  • Potasium, seperti kentang dan ubi manis
  • Elektrolit, misalnya miso soup 
  • Protein, contoh telur, ayam, selai kacang

Obat diare rumahan yang dilarang

Di sisi lain, ada pula makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi penderita diare, di antaranya seperti:

  • Alkohol
  • Kafein
  • Sayuran bergas seperti kol atau brokoli
  • Makanan yang sarat lemak, minyak, bumbu, serat, fruktosa, atau pemanis buatan
  • Makanan pedas
  • Susu dan produk turunannya
  • Soda
  • Minuman panas
  • Berry (dalam bentuk buah, bukan daunnya ya)
  • Jagung 
  • Es krim
  • Sayuran berdaun hijau
  • Buah mentah
  • Polong-polongan 

Selain beberapa contoh obat rumahan diare tadi, penderita diare sebaiknya juga libur berolahraga (khususnya yang berat) sementara waktu agar tidak bertambah dehidrasi. Tips penting lainnya adalah banyaklah istirahat supaya tak banyak kalori terbuang.

Jika sudah mencoba berbagai obat diare rumahan tadi, tapi penyakitnya masih belum sembuh juga, maka segera periksakan diri ke dokter. Hindari minum antibiotik tanpa persetujuan dokter karena itu berpotensi membuat diare lebih parah, mengingat obat ini juga membunuh bakteri baik dalam pencernaan. 

14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Swain, M. R., Anandharaj, M., Ray, R. C., Parveen Rani, R. (2014, May 28). Fermented fruits and vegetables of Asia: A potential source of probiotics. Biotechnology Research International, 2014, 250424.Retrieved from (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4058509/)
Probiotics: In depth. (2016, October) (http://nccam.nih.gov/health/probiotics/introduction.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app