Mitos Atau Fakta: Mahkota Dewa Mampu Mengobati Berbagai Penyakit?

Berikut pada artikel di bawah ini akan menjelaskan lebih lanjut mengenai manfaat mahkota dewa dalam mengobati berbagai macam penyakit.
Dipublish tanggal: Agu 25, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 22, 2020 Waktu baca: 3 menit
Mitos Atau Fakta: Mahkota Dewa Mampu  Mengobati Berbagai Penyakit?

Mahkota Dewa atau dalam bahasa latin disebut dengan Phaleria macrocarpa merupakan tanaman herbal yang berasal dari Papua. 

Ekstrak P. macrocarpa telah digunakan sejak bertahun-tahun dalam pengobatan tradisional yang telah dievaluasi secara ilmiah juga.

Ekstrak mahkota dewa dilaporkan memiliki manfaat yang banyak pada tubuh seperti anti-kanker, anti-diabetes, anti-hiperlipidemia, anti-inflamasi, anti-bakteri, anti-jamur, anti-oksidan dan efek vasorelaksan.

Berikut pada artikel di bawah ini akan menjelaskan lebih lanjut mengenai manfaat mahkota dewa dalam mengobati berbagai macam penyakit.

Kandungan dalam buah mahkota dewa (phaleria acrocarpa)

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai manfaat buah mahkota dewa, penting untuk Anda mengetahui beberapa kandungan penting di dalam tanaman herbal yang satu ini:

  • Polifenol Zat: Berfungsi sebagai anti histamin atau anti alergi.
  • Zat Flavonoid: Berfungsi sebagai fasilitator yang dapat mencegah penyumbatan pembuluh darah. Selain itu, berfungsi untuk mengurangi kadar kolesterol dan lemak LDL, sehingga dengan demikian dapat menurunkan ancaman bahaya gangguan jantung koroner.
  • Zat alkaloid: Berfungsi sebagai detoksifikasi untuk membersihkan racun yang merusak dalam tubuh.
  • Zat Saponin: Berfungsi sebagai kekebalan yang menghasilkan anti bakteri dan anti virus. Membantu memperbaiki kekebalan tubuh sehingga fisik berubah menjadi lebih sehat dan jauh dari penyakit.

Manfaat mahkota dewa dalam mengobati penyakit

Meningkatkan sirkulasi

Buah Mahkota dewa dapat membantu meningkatkan sirkulasi ke seluruh tubuh termasuk arteri koroner sehingga dapat membantu mencegah terjadinya serangan jantung.

Menurunkan kolesterol

Buah Mahkota dewa dapat membantu menurunkan LDL atau kolesterol jahat.

Antiinflamasi

Buah mahkota dewa merupakan anti-inflamasi tradisional sehingga dapat membantu mengatasi radang sendi, nyeri sendi, kemerahan, pembengkakan, dan nyeri pada tubuh.

Antibakteri dan antivirus

Buah mahkota memiliki zat antibakteri dan antivirus yang dapat membantu mengurangi masuk angin, flu, dan penyakit lainnya.

Menurunkan kadar gula darah

Buah mahkota juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan cocok untuk mereka yang menderita diabetes.

Membantu mengatasi asam urat

Buah mahkota dewa juga dapat membantu membersihkan asam urat dari tubuh dan dengan demikian dapat mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan yang biasanya terkait dengan asam urat.

Bagus untuk jaringan ginjal

Buah mahkota dewa juga dapat membantu penyakit ginjal karena mengandung banyak antioksidan yang penting untuk penyembuhan secara umum.

Menurunkan tekanan darah

Buah mahkota dewa juga dapat membantu menurunkan tekanan darah. Menjadi vasodilator yang baik untuk membuka pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

Penguat sistem kekebalan tubuh

Buah mahkota dewa mengandung banyak antioksidan kuat yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Menurunkan demam

Buah mahkota dewa juga dapat membantu menurunkan demam seperti halnya obat aspirin.

Agen detoksifikasi yang baik

Buah mahkota dewa juga dapat membantu detoksifikasi hati dan tubuh secara umum dengan alkaloid tradisional.

Membantu mengatasi masalah diare

Karena kandungan alkaloid yang kuat, buah Mahkota dewa juga dapat membantu dalam mengatasi diare.

Berfungsi dengan baik untuk mengatasi alergi

Daun mahkota dewa mengandung antihistamin yang sangat kuat yang disebut polifenol yang bekerja dengan baik untuk mengurangi alergi.

Kanker dan leukemia

Studi menunjukkan bahwa teh buah Mahkota dewa dapat menghambat pertumbuhan sel kanker sebanyak 50%, namun masih harus lebih banyak dilakukan penelitian kembali.

Menyembuhkan jerawat dan masalah kulit lainnya

Buah mahkota dewa juga bekerja dengan baik untuk menyembuhkan jerawat, eksim, dan psoriasis, ruam, dan membantu mengurangi gatal dan iritasi kulit lainnya.

Indikasi penggunaan mahkota dewa

Mahkota dewa sebaiknya dikonsumsi oleh individu yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Individu lanjut usia.
  • Individu yang hidup dengan sel kanker aktif (untuk dikonsumsi sebagai tambahan untuk manfaat tambahan).
  • Korban Kanker
  • Individu yang ingin mengkonsumsinya untuk pencegahan penyakit.
  • Individu dengan penyakit autoimun.

Cara mengkonsumsi mahkota dewa

Setiap kapsul mahkota dewa mengandung Phaleria Macrocarpa 150 mg adalah 100% alami, tidak mengandung aditif atau pengawet apa pun. 

Setiap kapsul mengandung formulasi eksklusif yang dikemas dalam botol dan disegel untuk mempertahankan khasiat dan kesegaran.

  • Untuk kesehatan umum, minum 2 kapsul per hari setelah makan.
  • Untuk pengobatan, Anda dapat mengkonsumsi hingga 6 kapsul setiap hari.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Altaf, Rabia & Asmawi, Mohd & Dewa, Aidiahmad & Sadikun, Amirin & Umar, Muhammad. (2013). Phytochemistry and medicinal properties of Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl. extracts. Pharmacognosy reviews. 7. 73-80. 10.4103/0973-7847.112853. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/255695475_Phytochemistry_and_medicinal_properties_of_Phaleria_macrocarpa_Scheff_Boerl_extracts)
Effect of Phaleria macrocarpa on sexual function of rats. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4075721/)
Phytochemistry and medicinal properties of Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl. extracts. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3731883/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app