Mengapa Kasus Stoke Selama Hamil Semakin Banyak?

Dipublish tanggal: Mei 27, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Mengapa Kasus Stoke Selama Hamil Semakin Banyak?

Fakta terbaru menyebutkan bila stroke selama masa kehamilan dan setelah melahirkan sudah sampai pada tahap mengkhawatirkan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, para ahli membandingkan jumlah stroke selama masa kehamilan, saat melahirkan serta setelah melahirkan pada 1.000 rumah sakit nasional. 

Data yang digunakan adalah data stroke yang berhubungan dengan kehamilan dari tahun 1994-1995 dan 2006-2007.

Penelitian tersebut menemukan bila ada peningkatan semua jenis stroke sebanyak 40%. Kasus stroke yang berhubungan dengan kehamilan bahkan mencapai sekitar 4.000 kasus di tahun 1994-1995 atau sekitar 2000 kasus pada setiap tahun. 

Lalu pada tahun 2006-2007, ditemukan 6.000 kasus stroke yang berhubungan dengan kehamilan atau sekitar 3.000 kasus setiap tahun. Salah satu penyebab stroke selama masa kehamilan adalah karena tekanan darah tinggi dan juga faktor yang lain.  

Stroke selama dan setelah kehamilan

Penelitian tersebut juga dilakukan pada tiga tahapa berbeda yaitu selama kehamilan, saat persalinan, dan sesaat setelah melahirkan. Peneliti menemukan peningkatan resiko stroke selama kehamilan sebanyak 47% dibanding tahun sebelumnya serta 83% untuk sesaat setelah melahirkan. 

Untuk angka stroke selama persalinan tidak ada peningkatan.

Kelompok yang beresiko tinggi terkena stroke selama kehamilan adalah wanita yang hamil muda dengan rentang usia antara 25-34 tahun. Sehingga populasi wanita saat ini mempunyai resiko stroke yang lebih tinggi dibanding dengan populasi pada 10 tahun yang lalu.

Penelitian yang dilakukan juga memperhatikan semua jenis stroke seperti stroke yang disebabkan karena kekurangan aliran darah maupun gumpalan darah. Selain itu, stroke jenis ringan atau dikenal dengan istilah Serangan iskemik transien juga disebut sebagai peringatan atau tanda serangan stroke.

Selama tahun 2006-2007, jumlah wanita yang dirawat di rumah sakit karena stroke menjadi lebih banyak dibanding dengan saat awal penelitian. Bisa dibilang bila hampir 41% wanita yang terkena stroke setelah melahirkan disebabkan karena tekanan darah yang tinggi. 

Tekanan darah tinggi memang menjadi salah satu penyebab peningkatan resiko stroke hingga enam kali lipat yang berhubungan dengan kehamilan. Sedangkan penyakit jantung mempunyai resiko meningkatkan stroke hingga 10 kali lipat

Darah tinggi selama kehamilan yang berkelanjutan

Faktor yang dipercaya bisa meningkatkan resiko stroke adalah kurangnya aktivitas fisik, kegemukan, diabetes, hingga gangguan pembekuan darah. Masalah stroke dan penyebabnya ini akan semakin rumit tanpa pengetahuan yang cukup tentang cara menangani tekanan darah tinggi dan stroke selama masa kehamilan. 

Hingga saat ini belum ada penanganan khusus tentang pertolongan pada wanita yang mengalami tekanan darah tinggi setelah melahirkan. Sehingga sangat penting untuk mempertimbangkan gaya hidup sehat, mengontrol berat badan, dan berhenti merokok sebelum memutuskan untuk hamil. 

Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan adalah konsumsi makanan sehat, aktivitas fisik dengan teratur, kontrol kolesterol dan gula darah secara teratur.

Resiko yang perlu diketahui wanita hamil

Selain tekanan darah tinggi, migraine adalah salah satu kondisi yang perlu diwaspadai karena bisa memicu stroke. Angka stroke yang terkait dengan kehamilan semakin meningkat setiap tahunnya dan tidak terbatas pada suku atau keturuan tertentu meskip penelitain menemukan bahwa ras Afrika-Amerika mempunyai resiko yang paling tinggi. 

Oleh karenanya, wanita hamil perlu mengetahui penyebab stroke selama kehamilan dan memahami pentingnya pencegahannya dengan gaya hidup yang sehat. Hal ini karena kondisi tekanan darah tinggi, kegemukan, dan diabetes bisa menyerang siapa saja tanpa batasan usia.


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Cheng, Shih-Jung & Chen, Pei-Hao & Chen, Lu-An & Chen, Chih-Ping. (2010). Stroke During Pregnancy and Puerperium: Clinical Perspectives. Taiwanese journal of obstetrics & gynecology. 49. 395-400. 10.1016/S1028-4559(10)60088-5. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/49722573_Stroke_During_Pregnancy_and_Puerperium_Clinical_Perspectives)
Pregnancy may increase risk of deadliest type of stroke. American Heart Association. (https://www.heart.org/en/news/2019/02/08/pregnancy-may-increase-risk-of-deadliest-type-of-stroke)
Stroke and Pregnancy: Clinical Presentation, Evaluation, Treatment and Epidemiology. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3671374/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app