Doctor men
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN
Kesehatan Fisik

6 Masalah Kesehatan Saat Lebaran yang Patut Diwaspadai

Update terakhir: NOV 14, 2019 Tinjau pada NOV 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.033.442 orang

6 Masalah Kesehatan Saat Lebaran yang Patut Diwaspadai

Sisi menarik dari Lebaran tidak hanya soal momen silaturahmi bersama keluarga saja. Berbagai sajian makanan khas Lebaran tentunya tidak kalah menarik dan selalu saja menggugah selera. Mulai dari lontong opor, rendang, sambal goreng kentang, hingga camilan manis seperti kue maupun cokelat.

Momen 'aji mumpung' ini memang sayang untuk dilewatkan. Namun jika tidak hati-hati, makanan yang Anda konsumsi juga bisa memicu berbagai masalah kesehatan saat Lebaran.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Beragam masalah kesehatan saat Lebaran yang paling umum

1. Berat badan naik

Banyak orang yang bangga saat berat badannya turun beberapa kilogram karena berpuasa. Eits, jangan senang dulu. Kalau Anda tidak bisa mengendalikan nafsu makan saat Lebaran, berat badan Anda bisa melonjak berkali-kali lipat, lho!

Bukan hal yang tidak mungkin bila Anda berhasil menurunkan berat badan 2 kg, tapi setelah Lebaran malah bertambah 5 kg. Hal ini sangat mungkin terjadi jika Anda cenderung kalap makan, sehingga berat badan cepat naik saat Lebaran. 

Semakin banyak porsi makan yang Anda santap saat Lebaran, maka semakin banyak pula timbunan lemak dalam tubuh. Maka tak heran jika berat badan naik menjadi masalah kesehatan saat Lebaran nomor satu.

2. Gangguan pencernaan

Salah satu masalah kesehatan saat Lebaran yang perlu Anda waspadai adalah gangguan pencernaan. Biasanya, kondisi ini terjadi bila Anda terlalu banyak makan sampai perut terasa begah atau kembung.

Tubuh juga perlu menyesuaikan diri dengan perubahan pola makan yang baru saat Lebaran. Bila sebelumnya Anda terbiasa menahan lapar dan haus selama berjam-jam, sekarang Anda bisa bebas menyantap makanan kapanpun. Nah, perubahan pola makan inilah yang membuat perut 'kaget' dan rentan mengalami gangguan pencernaan.

Sebagai solusinya, hindari terlalu banyak makan saat Lebaran. Gunakan prinsip "makan sedikit tapi sering" supaya makanan lebih mudah dicerna dan perut terasa lebih nyaman.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

3. Kolesterol naik

Makanan khas Lebaran identik dengan makanan berkolesterol tinggi karena mengandung santan. Hati-hati, semakin banyak Anda mengonsumsi makanan bersantan, maka Anda semakin rentan mengalami kolesterol tinggi.

Tubuh memang membutuhkan kolesterol untuk membangun sel-sel tubuh yang sehat. Namun jika jumlahnya berlebihan, hal ini justru bisa menjadi bumerang bagi tubuh Anda sendiri. Terlalu banyak kolesterol dalam tubuh dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan kardiovaskular lainnya.

Sebagai solusinya, perbanyaklah asupan sayur dan buah-buahan saat Hari Raya Idul Fitri. Keduanya sama-sama mengandung kaya vitamin dan mineral, sehingga bisa membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Sayur dan buah juga bisa membantu mengembalikan kadar kolesterol Anda kembali normal.

Baca Juga: Menurunkan Kolesterol Secara Alami

4. Gula darah naik

Bukan cuma makanan bersantan saja, berbagai kue-kue dan camilan manis juga biasanya tersedia di meja makan saat Lebaran. Meskipun membuat Anda tergoda untuk melahapnya, sebaiknya hindari terlalu banyak konsumsi makanan manis supaya gula darah Anda tetap stabil.

Ya, gula darah naik merupakan salah satu masalah kesehatan saat Lebaran yang cukup banyak dikeluhkan. Biasanya, hal ini ditandai dengan mudah gelisah, kelelahan, cepat haus, pandangan buram, hingga nafsu makan meningkat.

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Berfungsi melindungi sistem pencernaan & memperbaiki fungsi normal saluran pencernaan saat diare, konstipasi, dan penggunaan antibiotika jangka panjang pada bayi, anak-anak ataupun dewasa. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Anda boleh saja mengonsumsi kue, camilan, atau minuman manis saat Lebaran. Namun, tetap batasi porsinya agar gula darah tetap stabil. Dengan demikian, Anda dapat terhindar dari risiko diabetes pasca Lebaran. 

5. Diare

Terlalu banyak makan saat Lebaran juga bisa menyebabkan diare. Masalah kesehatan saat lebaran ini juga dapat disebabkan oleh makanan maupun minuman yang terkontaminasi bakteri.

Gejala diare bermacam-macam pada setiap orang. Ada yang hanya merasakan sakit perut ringan disertai sering buang air besar, tapi ada juga yang sampai mengalami kram perut dan feses cair alias mencret.

Oleh karena itu, sebaiknya selalu siap sedia obat diare di dalam tas Anda. Segera periksakan diri ke dokter bila diare tak kunjung sembuh.

Baca Selengkapnya: 8 Obat Diare Alami dan Tradisional Paling Ampuh

6. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas)

ISPA juga termasuk salah satu masalah kesehatan saat Lebaran yang tak kalah sering terjadi. Pasalnya, momen berkunjung dari rumah ke rumah sering kali membuat tubuh kelelahan, sehingga daya tahan tubuh jadi menurun.

Dibandingkan orang dewasa, anak-anak lebih rentan terkena ISPA saat Lebaran. Akibatnya, tubuh tidak mampu menangkal paparan debu dan polusi sehingga memicu gangguan pernapasan.

Baca Juga: 5 Masalah Kesehatan Saat Mudik yang Perlu Anda Waspadai

Referensi

Mayo Clinic. (2019). High Cholesterol.

WebMD. (2019). Early Symptoms of Diabetes.

WebMD. (2018). Diarrhea: Why It Happens and How to Treat It.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit