HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. SCIENTIA INUKIRANA
Ditinjau oleh
DR. SCIENTIA INUKIRANA

Masalah Bicara - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Apr 13, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Sep 10, 2019 Waktu baca: 5 menit

Gangguan bicara atau afasia adalah gangguan komunikasi yang terjadi karena kerusakan otak pada pusat yang mengontrol bahasa. Afasia dapat mengganggu komunikasi verbal, komunikasi tertulis, atau keduanya. Afasia dapat menyebabkan masalah dengan kemampuan Anda untuk:

  • Membaca
  • Menulis
  • Berbicara
  • Mengerti ucapan
  • Mendengarkan

Menurut Asosiasi afasia Nasional di Amerika , sekitar 1 juta orang Amerika memiliki beberapa bentuk afasia.

Mengenai masalah bicara (afasia)

Jenis afasia

Ada empat jenis utama afasia, yaitu:

1. Afasia sensorik

Afasia sensorik juga disebut afasia Wernicke. Afasia sensorik biasanya melibatkan kerusakan pada sisi kiri tengah otak Anda. Jika Anda memiliki jenis afasia ini, Anda dapat berbicara tetapi Anda kesulitan memahami pembicaraan orang lain . Jika Anda memiliki afasia sensorik, kemungkinan Anda akan:

  • Tidak dapat memahami dan menggunakan bahasa dengan benar
  • Cenderung berbicara dalam kalimat yang panjang dan rumit yang tidak bermakna dan termasuk kata-kata yang salah atau tidak masuk akal
  • Tidak menyadari bahwa orang lain tidak dapat mengerti Anda

2. Afasia motorik

Afasia motorik juga disebut afasia Broca. Afasia jenis ini biasanya melibatkan kerusakan pada area otak bagian frontal kiri.  Jika Anda menderita afasia motorik, kemungkinan Anda akan:

  • Berbicara dengan kalimat pendek dan tidak lengkap
  • Dapat menyampaikan pesan dasar, tetapi Anda mungkin kehilangan beberapa kata
  • Mengalami frustasi karena Anda menyadari bahwa orang lain tidak dapat memahami Anda
  • Memiliki kelemahan atau kelumpuhan di sisi kanan tubuh Anda

3. Afasia konduksi

Afasia konduksi (gangguan pengulangan kata) biasanya melibatkan kesulitan mengulang kata atau frasa tertentu. Jika Anda memiliki jenis afasia ini, kemungkinan Anda akan mengerti ketika orang lain berbicara.

Mungkin juga orang lain akan mengerti ucapan Anda, tetapi Anda mungkin kesulitan mengulangi kata-kata dan membuat beberapa kesalahan saat berbicara.

4. Afasia global

Afasia global biasanya melibatkan kerusakan besar pada bagian depan dan belakang otak kiri Anda. Jika Anda memiliki jenis afasia ini, kemungkinan Anda akan:

  • Memiliki masalah parah menggunakan kata-kata
  • Memiliki masalah parah dalam memahami kata-kata
  • Memiliki kemampuan terbatas untuk menggunakan beberapa kata bersama

Penyebab afasia

Afasia terjadi karena kerusakan pada satu atau lebih area otak Anda yang mengontrol bahasa. Ketika kerusakan terjadi, hal ini dapat mengganggu pasokan darah ke daerah-daerah ini. Tanpa oksigen dan nutrisi dari suplai darah Anda, sel-sel di bagian otak Anda mati.

Afasia dapat terjadi karena:

  • Tumor otak
  • Infeksi
  • Demensia atau gangguan neurologis lainnya
  • Penyakit degenerative, seperti diabetes dan tiroid
  • Cedera kepala
  • Stroke. Stroke adalah penyebab paling umum dari afasia. Menurut National afasia Association , afasia terjadi pada 25 hingga 40 persen orang yang pernah terserang stroke.

Penyebab afasia sementara

Kejang atau migrain dapat menyebabkan afasia sementara. Afasia sementara juga dapat terjadi karena serangan iskemik sementara (TIA) atau stroke ringan, yang untuk sementara mengganggu aliran darah ke otak Anda. TIA sering disebut mini stroke. Efek dari TIA meliputi:

  • Kelemahan
  • Mati rasa pada bagian tubuh tertentu
  • Kesulitan berbicara
  • Kesulitan memahami ucapan

TIA berbeda dari stroke karena efeknya bersifat sementara.

Siapa yang berisiko mengalami afasia?

Afasia menyerang orang-orang dari segala usia, termasuk anak-anak. Karena stroke adalah penyebab paling umum dari afasia, sebagian besar orang dengan afasia adalah orang yang berusia setengah baya atau lebih tua.

Gejala afasia

Gejala afasia bervariasi dari ringan hingga berat. Gejala afasia bergantung pada di mana kerusakan di otak Anda terjadi dan tingkat keparahan kerusakan itu.

Afasia dapat mempengaruhi kemampuan untuk:

  • Berbicara
  • Memahami
  • Membaca
  • Menulis
  • Komunikasi ekspresif, yang melibatkan penggunaan kata-kata dan kalimat
  • Komunikasi reseptif, yang melibatkan pemahaman tentang kata-kata orang lain

Gejala yang mempengaruhi komunikasi ekspresif dapat meliputi:

  • Berbicara dalam kalimat atau frasa pendek dan tidak lengkap
  • Berbicara dalam kalimat yang tidak dimengerti orang lain
  • Menggunakan kata-kata yang salah atau kata-kata yang tidak masuk akal
  • Menggunakan kata-kata dengan urutan yang salah

Gejala yang mempengaruhi komunikasi reseptif dapat meliputi:

  • Kesulitan memahami pembicaraan orang lain
  • Kesulitan mengikuti ucapan cepat
  • Kesalahpahaman dalam memahami kiasan

Diagnosis afasia

Jika dokter mencurigai Anda menderita afasia, mereka mungkin akan menganjurkan Anda untuk melakukan tes pencitraan untuk menemukan sumber masalahnya. CT scan atau MRI dapat membantu mereka mengidentifikasi lokasi dan tingkat keparahan kerusakan otak Anda.

Dokter Anda juga dapat mengklasifikasikan jenis afasia yang Anda derita selama perawatan untuk mengetahui penyebabnya. Misalnya, mereka dapat menguji kemampuan Anda untuk:

  • Mengikuti perintah
  • Menyebutkan nama benda
  • Berpartisipasi dalam percakapan
  • Menjawab pertanyaan
  • Menulis kata-kata

Jika Anda memiliki afasia, ahli patologi bahasa dapat membantu mengidentifikasi ketidakmampuan komunikasi spesifik Anda. Selama pemeriksaan, mereka akan menguji kemampuan Anda untuk:

  • Berbicara dengan jelas
  • Mengungkapkan ide-ide dengan jelas
  • Berinteraksi dengan orang lain
  • Membaca
  • Menulis
  • Mengerti bahasa lisan dan tulisan
  • Menggunakan bentuk komunikasi alternatif
  • Menelan

Pengobatan afasia

Dokter Anda akan merekomendasikan terapi wicara-bahasa untuk mengobati afasia. Terapi ini biasanya berlangsung perlahan dan bertahap. Anda harus memulainya sedini mungkin setelah mengalami cedera otak. Rencana perawatan spesifik Anda mungkin akan dilakukan dengan cara:

  • Melakukan latihan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi Anda
  • Bekerja dalam kelompok untuk melatih keterampilan komunikasi Anda
  • Menguji kemampuan komunikasi Anda dalam situasi kehidupan nyata
  • Belajar menggunakan bentuk komunikasi lain, seperti gerakan, gambar, dan komunikasi melalui komputer
  • Menggunakan komputer untuk mempelajari kembali bunyi dan kata kerja kata
  • Mendorong keterlibatan keluarga untuk membantu Anda berkomunikasi di rumah

Jika Anda menderita afasia sementara karena TIA atau migrain, Anda mungkin tidak perlu perawatan khusus. Jika Anda memiliki jenis afasia lain, kemungkinan Anda akan pulih dalam waktu satu bulan setelah Anda mengalami kerusakan otak. Namun, kecil kemungkinan kemampuan komunikasi Anda akan kembali secara penuh. Beberapa faktor yang menentukan prospek Anda:

  • Penyebab kerusakan otak
  • Lokasi kerusakan otak
  • Tingkat keparahan kerusakan otak
  • Usia
  • Kondisi kesehatan secara keseluruhan
  • Motivasi Anda untuk mengikuti rencana perawatan Anda

Bicaralah dengan dokter Anda untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kondisi spesifik Anda dan prospek jangka panjang.

Pencegahan afasia

Banyak kondisi yang menyebabkan afasia tidak dapat dicegah, seperti tumor otak atau penyakit degeneratif. Namun, penyebab paling umum dari afasia adalah stroke. Jika Anda mengurangi risiko stroke, Anda dapat menurunkan risiko afasia.

Ambil langkah-langkah berikut untuk menurunkan risiko stroke:

  • Berhentilah merokok jika Anda merokok.
  • Minum alkohol hanya dalam jumlah yang wajar.
  • Berolahragalah setiap hari.
  • Makanlah makanan yang rendah sodium dan lemak.
  • Lakukan langkah-langkah untuk mengontrol tekanan darah dan kolesterol Anda.
  • Lakukan langkah-langkah untuk mengendalikan diabetes atau masalah sirkulasi jika Anda memilikinya.
  • Dapatkan pengobatan untuk atrial fibrilasi jika Anda memiliki kondisi ini.
  • Dapatkan perawatan medis segera jika Anda mengalami gejala stroke.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app