Luka Bakar Knalpot atau Setrika

Banyaknya panas dan seberapa lama kulit mengalami kontak dengan panas menentukan apakah Anda akan mengalami luka dan seberapa besar luka tersebut. Luka bakar dibagi menjadi seberapa banyak kulit Anda terpengaruh:
Dipublish tanggal: Jul 18, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Luka Bakar Knalpot atau Setrika

Secara tidak sengaja menyenuh benda yang panas, seperti menyentuh panci yang baru keluar dari oven, atau terciprat air yang mendidih bisa menyebabkan Anda mengalami luka bakar. Zat kimia, matahari, radiasi, dan listrik juga bisa menyebabkan kulit menjadi terbakar.

Terbakar menyebabkan sel kulit menjadi mati. Kulit yang rusak menghasilkan protein yang disebut kolagen untuk memperbaiki dirinya. Ketika kulit sembuh dan mengeras, akan muncul daerah yang berbeda warna dengan sekitarnya yang disebut dengan pembentukan luka.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

Beberapa luka bersifat sementara dan akan hilang seiring waktu. Luka lainnya bersifat permanen.

Luka bisa berukuran besar atau kecil. Luka bakar yang terjadi pada permukaan yang lebar dari tubuh atau wajah Anda akan mempengaruhi penampilan Anda.

Tipe luka bakar

Banyaknya panas dan seberapa lama kulit mengalami kontak dengan panas menentukan apakah Anda akan mengalami luka dan seberapa besar luka tersebut. Luka bakar dibagi menjadi seberapa banyak kulit Anda terpengaruh:

  • Luka bakar derajat satu: merusak epidermis (lapisan kulit bagian terluar), menyebabkan kemerahan pada kulit, menyebabkan rasa nyeri
  • Luka bakar derajat dua (sebagian-ketebalan): merusak epidermis (lapisan kulit bagian luar). Merusak dermis (lapisan dibawah epidermis), menyebabkan kulit kemerahan), muncul nanah pada kulit, menyebabkan rasa nyeri
  • Luka bakar derajat tiga (seluruh-ketebalan): merusak epidermis (lapisan kulit bagian luar), merusak dermis (lapisan di bawah epidermis), merusak tulang dan tendon, mengubah kulit menjadi keputihan atau kehitaman, merusak ujung saraf.

Luka bakar derajat satu biasanya hilang sendiri tanpa muncul luka. Luka bakar derajat dua dan tiga biasanya meninggalkan luka.

Luka bakar bisa menyebabkan tipe luka berikut ini:

  • Luka hipertropik adalah kemerahan atau keunguan dan bengkak. Anda mungkin merasakan hangat saat disentuh atau gatal.
  • Luka kontraktur menyebabkan kulit, otot dan tendon menegang, dan menyebabkan Anda sulit bergerak.
  • Luka keloid menyebabkan benjolan yang keperakan dan tidak ada pertumbuhan rambut.

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter

Anda bisa mengobati luka bakar derajat satu sendiri. Untuk luka bakar derajat dua, tanyakan pada dokter apakah Anda harus membuat janji terlebih dahulu. Lihatlah tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, atau nanah. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Untuk luka bakar derajat tiga, segera pergilah ke rumah sakit.

Meskipun luka bakar kecil atau derajat satu, periksakan ke dokter jika luka tidak kunjung sembuh dalam waktu seminggu. Selain itu, hubungi dokter jika luka lebar dan tidak kunjung hilang.

Komplikasi luka bakar

Luka bakar minor akan sembuh tanpa menyebabkan permasalahan lain yang tidak kunjung hilang. Luka bakar yang lebih dalam dan lebih parah dapat menyebabkan luka, dan juga komplikasi berikut ini:

1. Infeksi

Sama seperti luka lainnya, luka bakar membuat bukaan yang dapat membuat bakteri dan kuman lainnya bisa masuk. Beberapa infeksi merupakan infeksi yang minor dan bisa disembuhkan. Jika bakteri berkembang pada aliran darah Anda,, bakteri akan menyebabkan infeksi yang disebut sepsis, yang membahayakan nyawa.

2. Dehidrasi

Luka bakar membuat Anda kehilanan cairan. Jika Anda kehilangan terlalu banyak cairan, volume darah Anda akan menjadi sangat rendah sehingga Anda tidak memiliki darah yang cukup untuk mensuplai tubuh Anda.

3. Temperatur tubuh yang rendah

Kulit Anda membantu mengatur suhu tubuh Anda. Ketika kulit rusak akibat terbakar, Anda akan kehilangan panas tubuh terlalu cepat. Hal ini bisa menyebabkan hipotermia, penurunan temperatur tubuh yang berbahaya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

4. Kontraktur

Ketika jaringan luka terbentuk pada luka bakar, jaringan luka akan membuat kulit menjadi mengeras sehingga Anda kesulitan menggerakkan tulang atau sendi Anda.

5. Kerusakan Otot dan Jaringan

Jika luka bakar mencapai banyak lapisan kulit, luka bakar akan menyebabkan kerusakan pada struktur di bawahnya.

6. Masalah emosi

Luka bakar yang daerahnya luas bisa membuat perasaan malu, terutama jika terletak pada wajah atau daerah yang terlihat. Hal ini bisa menyebabkan masalah emosional.

Tips dalam Perawatan Luka

1. Hindarkan dari sinar matahari lansung selama proses penyembuhan

Menghindarkan luka dari sinar matahari langsung saat jaringan luka terbentuk akan membantu penderita mengurangi risiko kulit kemerahan atau kecoklatan. 

Dokter bisa memberikan saran ke pasien untuk menggunakan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih tinggi dan mengenakannya terus untuk melindungi dari jaringan luka yang menggelap. 

2. Jangan mengelupas luka

Penderita biasanya mengelupas luka karena rasa gatal, tetapi mengelupas jaringan luka pada saat proses penyembuhan akan memperlambat proses penyembuhan dan juga meningkatkan kemungkinan hiperpigmentasi pada luka.

3. Jangan meninggalkan luka tidak lembab

Dokter bisa menyarankan pasiennya untuk menggunakan petroleum jelly atau krim antibiotik pada daerah luka dan menutup dengan perban yang tidak lengket. Hal ini juga mempercepat proses penyembuhan.

14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Classification of Burns. University of Rochester Medical Center. (Accessed via: https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=90&ContentID=P09575)
Burn Treatment & Prevention Tips for Families. HealthyChildren.org. (Accessed via: https://www.healthychildren.org/English/health-issues/injuries-emergencies/Pages/Treating-and-Preventing-Burns.aspx)
First Aid for Burns: Parent FAQs. HealthyChildren.org. (Accessed via: https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/all-around/Pages/First-Aid-For-Burns.aspx)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app