Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Pengobatan

Cara Menghilangkan Keloid, Terbukti Efektif!

Update terakhir: OCT 15, 2019 Tinjau pada OCT 15, 2019 Waktu baca: 7 menit
Telah dibaca 1.160.340 orang

Cara Menghilangkan Keloid, Terbukti Efektif!

Bagi siapa saja yang mencari informasi tentang "cara menghilangkan keloid" tentunya sudah mengenal apa itu keloid. Akan tetapi seperti biasa, mari kita pelajari lagi lebih dalam tentang keloid ini, tujuannya untuk menambah wawasan supaya mempermudah mengobatinya dan mencegah agar keloid tak muncul lagi.

Apat itu keloid ?

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat v2

Keloid adalah pertumbuhan jaringan parut yang berlebihan setelah kulit sembuh dari luka.

Secara normal, ketika kulit terluka, maka akan terjadi proses penyembuhan, dimana jaringan fibrosa (disebut jaringan parut) terbentuk di atas luka untuk memperbaiki dan melindungi luka. Dalam beberapa kasus, jaringan parut tersebut tumbuh berlebihan, hingga menonjol (menebal), melebar, dengan permukaan yang licin, dan teraba keras. Inilah yang disebut keloid. Dengan kata lain keloid adalah bekas luka yang menebal.

Keloid bisa jauh lebih besar daripada luka aslinya, dan paling sering ditemukan di daerah dada bagian atas, bahu, leher, bahkan wajah (biasanya di sekitar rahang bawah). Namun, keloid sebenarnya dapat timbul di bagian tubuh mana saja asal ada luka yang mendahuluinya.

Penyakit keloid ini tidak berbahaya, hanya saja menimbulkan masalah dari segi kosmetik (penampilan).

Penyebab keloid

Kebanyakan jenis luka pada kulit dapat menjadi penyebab keloid, diantaranya:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat v2
  • Bekas jerawat
  • Luka bakar
  • Luka bekas cacar
  • Tindik telinga
  • Luka goresan
  • Luka bedah (operasi)
  • Suntikan vaksinasi
  • Bekas jerawat
  • Luka bakar
  • Luka bekas cacar
  • Tindik telinga
  • Luka goresan
  • Luka bedah (operasi)
  • Suntikan vaksinasi

Menurut National Center for Biotechnology Information, keloid paling sering terjadi di usia 10 sampai 20 tahun. Keloid cenderung dipengaruhi oleh genetik atau faktor keturunan. Artinya jika orang tua memiliki keloid, maka anak-anaknya lebih mungkin tumbuh keloid juga setelah sembuh dari luka.

Bagaimana cara mencegah keloid?

Ketika seseorang memiliki satu keloid, maka sebaiknya ia melakukan langkah pencegahan agar keloid tak muncul lagi di bagian tubuh lainnya. Cara mencegah keloid hanya satu, yaitu menghindari luka termasuk prosedur operasi jika itu tidak terlalu urgen, misalnya operasi plastik, dll.

Cara Menghilangkan Keloid

Terkadang menghilangkan keloid tidak perlu terburu-buru. Namun indikasi medis untuk segera menghilangkan keloid yaitu apabila keloid teriritasi sehingga terasa gatal, nyeri dan mengganggu. Indikasi menghilangkan keloid lainnya (yang paling banyak), yaitu atas permintaan pasien  karena alasan kosmetik apalagi keloid pada wajah dan bagian tubuh lain yang sering terlihat.

Berikut, beberapa cara menghilangkan keloid yang terbukti efektif.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat v2

Suntikan cortisone (injeksi steroid intralesi)

Obat suntik keloid ini termasuk aman dan tidak begitu menyakitkan. Suntikan biasanya diberikan sebulan sekali sampai diperoleh manfaat maksimal. Suntik keloid ini aman karena sangat sedikit steroid yang masuk ke aliran darah dan terbukti efektif membantu menghilangkan keloid, namun suntikan steroid juga bisa membuat keloid yang rata menjadi merah, karena merangsang pembentukan pembuluh darah yang lebih dangkal. (untuk kondisi ini dapat diobati dengan menggunakan laser, lihat di bawah.) Keloid akan terlihat lebih kecil setelah penyuntikan rutin, tapi hasil terbaik sekalipun akan tetap meninggalkan bekas berupa kulit yang terlihat agak kasar dan berbeda warna dari normalnya.

Bedah / operasi

Terapi keloid dengan operasi ini termasuk tindakan yang berisiko, karena memotong keloid dapat memicu pembentukan keloid yang sama atau bahkan lebih besar. Beberapa ahli bedah mencapai keberhasilan dengan menyuntikkan steroid atau menerapkan pressure dressing ke situs luka setelah memotong keloid. Metode radiasi setelah eksisi bedah juga sering digunakan.

Menghilangkan keloid dengan Laser

Terapi keloid dengan laser bisa efektif meratakan keloid dan mengurangi kemerahan pada keloid. Terapi ini aman dan tidak begitu menyakitkan, tetapi diperlukan beberapa sesi terapi. Hal ini yang mungkin membuat biaya jadi membengkak.

Cryotherapy

Metode cyotherapy akan membekukan keloid dengan nitrogen cair, efeknya akan meratakan keloid tetapi sering kali meninggalkan warna gelap pada kulit.

Interferon

Interferon adalah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan virus, bakteri, dan lainnya. Dalam studi terbaru, suntikan interferon telah menjanjikan dalam mengurangi ukuran keloid, meskipun itu belum bisa dipastikan apakah efeknya akan permanen atau tidak. Penelitian yang masih berlangsung saat ini yakni dengan menggunakan varian dari metode ini, dengan cara menerapkan imiquimod topikal (salep keloid merek Aldara), yang merangsang tubuh untuk menghasilkan interferon.

Fluorouracil

Obat keloid yang satu ini merupakan kemoterapi, fungsinya untuk membunuh sel-sel keloid. Suntikan agen kemoterapi ini, secara sendiri atau bersama-sama dengan steroid, telah digunakan juga untuk pengobatan keloid.

Radiasi

Beberapa dokter telah melaporkan bahwa radiasi cukup efektif dalam mengobati keloid dan terbukti aman.

Itulah beberapa terapi atau obat keloid yang terbukti efektif hingga saat ini dalam mengurangi bahkan menghilangkan keloid, semoga bermanfaat. salam sehat :)

 

 

EDITING

 

Bagi siapa saja yang mencari informasi tentang "cara menghilangkan keloid" tentunya sudah mengenal apa itu keloid. Akan tetapi seperti biasa, mari kita pelajari lagi lebih dalam tentang keloid ini, tujuannya untuk menambah wawasan supaya mempermudah mengobatinya dan mencegah agar keloid tak muncul lagi.

Apat itu keloid ?

Keloid adalah pertumbuhan jaringan parut yang abnormal karena terjadi gangguan pada proses penyembuhan luka.

Secara normal, ketika kulit terluka, maka akan terjadi proses penyembuhan, dimana proses keradangan (inflamasi) pada luka akan merangsang terbentuknya jaringan fibrosis (disebut jaringan parut) terbentuk di atas luka untuk memperbaiki dan mengembalikan struktur kulit yang rusak akibat luka. Dalam beberapa kasus, jaringan parut tersebut tumbuh berlebihan, hingga menonjol (menebal), melebar, dengan permukaan yang licin, dan teraba keras. Inilah yang disebut keloid.

Keloid bisa jauh lebih besar daripada luka aslinya, dan paling sering ditemukan di daerah dada bagian atas, bahu, leher, daun telinga, bahkan wajah (biasanya di sekitar rahang bawah). Namun, keloid sebenarnya dapat timbul di bagian tubuh mana saja asal ada luka yang mendahuluinya.

Penyakit keloid ini tidak berbahaya, hanya saja menimbulkan masalah dari segi kosmetik (penampilan) dan mengganggu fungsi hidup penderita karena penderita akan merasakan gatal yang sangat mengganggu dan nyeri pada area keloid.

Penyebab keloid

Keloid masih belum jelas penyebabnya. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa penyebabnya multifaktorial. Unsur genetik, warna kulit, dan beberapa penyakit tertentu menjadi sebab dari keloid. Kebanyakan jenis luka pada kulit dapat menjadi penyebab keloid, diantaranya:

 

Menurut penelitian Butzeelar dkk (2016), keloid dapat terjadi pada semua usia terutama usia 11-30 tahun. Keloid cenderung dipengaruhi oleh genetik atau faktor keturunan. Artinya jika orang tua memiliki keloid, maka anak-anaknya lebih mungkin tumbuh keloid juga.

Bagaimana cara mencegah keloid?

Ketika seseorang memiliki satu keloid, maka sebaiknya ia melakukan langkah pencegahan agar keloid tak muncul lagi di bagian tubuh lainnya. Cara mencegah keloid hanya satu, yaitu menghindari luka termasuk prosedur operasi jika itu tidak terlalu urgen.

Cara Menghilangkan Keloid

Terkadang menghilangkan keloid tidak perlu terburu-buru. Namun indikasi medis untuk segera menghilangkan keloid yaitu apabila keloid teriritasi sehingga terasa gatal, nyeri dan mengganggu. Indikasi menghilangkan keloid lainnya (yang paling banyak), yaitu atas permintaan pasien  karena alasan kosmetik apalagi keloid pada wajah dan bagian tubuh lain yang sering terlihat.

 

Berikut, beberapa cara menghilangkan keloid yang terbukti efektif.

Suntikan cortisone (injeksi steroid intralesi)

Obat suntik keloid ini termasuk aman dan tidak begitu menyakitkan. Suntikan biasanya diberikan sebulan sekali sampai diperoleh manfaat maksimal. Suntik keloid ini aman karena sangat sedikit steroid yang masuk ke aliran darah dan terbukti efektif membantu menghilangkan keloid, namun suntikan steroid juga bisa membuat keloid yang rata menjadi merah, karena merangsang pembentukan pembuluh darah yang lebih dangkal. (untuk kondisi ini dapat diobati dengan menggunakan laser, lihat di bawah) Keloid akan terlihat lebih kecil setelah penyuntikan rutin, tapi hasil terbaik sekalipun akan tetap meninggalkan bekas berupa kulit yang terlihat agak kasar dan berbeda warna dari normalnya.

Bedah / operasi

Terapi keloid dengan operasi ini termasuk tindakan yang berisiko, karena memotong keloid dapat memicu pembentukan keloid yang sama atau bahkan lebih besar. Beberapa ahli bedah mencapai keberhasilan dengan menyuntikkan steroid atau menerapkan pressure dressing ke sisi luka setelah memotong keloid. Metode radiasi setelah eksisi bedah juga sering digunakan.

Menghilangkan keloid dengan Laser

Terapi keloid dengan laser bisa efektif meratakan keloid dan mengurangi kemerahan pada keloid. Terapi ini aman dan tidak begitu menyakitkan, tetapi diperlukan beberapa sesi terapi. Hal ini yang mungkin membuat biaya jadi membengkak.

Cryotherapy

Metode cyotherapy akan membekukan keloid dengan nitrogen cair, efeknya akan meratakan keloid tetapi sering kali meninggalkan warna gelap pada kulit.

Interferon

Interferon adalah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan virus, bakteri, dan lainnya. Dalam studi terbaru, suntikan interferon telah menjanjikan dalam mengurangi ukuran keloid, meskipun itu belum bisa dipastikan apakah efeknya akan permanen atau tidak. Penelitian yang masih berlangsung saat ini yakni dengan menggunakan varian dari metode ini, dengan cara menerapkan imiquimod topikal (salep keloid merek Aldara), yang merangsang tubuh untuk menghasilkan interferon.

Fluorouracil

Obat keloid yang satu ini merupakan kemoterapi, fungsinya untuk membunuh sel-sel keloid. Suntikan agen kemoterapi ini, secara sendiri atau bersama-sama dengan steroid, telah digunakan juga untuk pengobatan keloid.

Radiasi

Beberapa dokter telah melaporkan bahwa radiasi cukup efektif dalam mengobati keloid. Mekanismenya dibagi dua yaitu kerusakan langsung dan tidak langsung pada keloid. Kerusakan langsung menargetkan DNA sementara kerusakan tidak langsung melalui radikal bebas hasil radiasi. Penggunaannya perlu hati-hati terutama di area payudara atau tiroid karena ada laporan bahwa radiasi bersifat karsinogenik.

 

Terapi Berbasis Silikon

Silikon sering digunakan dalam terapi parut abnormal sejak awal tahun 1980an baik itu dalam bentuk gel atau semiliquid gel. Terapi silikon ini direkomendasikan penggunaannya selama 12-24 minggu setidaknya selama 12 jam per hari dan lebih digunakan sebagai profilaksis pencegahan keloid. Mekanisme dari silikon ini meningkatkan pengiriman oksigen ke kulit, mempertahankan suhu optimal kulit, serta mengurangi kemerahan, ketinggian keloid, dan gatal.

 

 

Itulah beberapa terapi atau obat keloid yang terbukti efektif hingga saat ini dalam mengurangi bahkan menghilangkan keloid, semoga bermanfaat. salam sehat :)

 

 

 

 

Butzelaar, L., M. M.W. Ulrich, A. B. Mink Van Der Molen, F. B. Niessen, and R. H.J. Beelen. 2016. “Currently Known Risk Factors for Hypertrophic Skin Scarring: A Review.” Journal of Plastic, Reconstructive and Aesthetic Surgery 69 (2). Elsevier Ltd: 163–69. https://doi.org/10.1016/j.bjps.2015.11.015.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit