Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Ligament Lutut Anterior - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: NOV 11, 2019 Tinjau pada NOV 11, 2019 Waktu baca: 10 menit
Telah dibaca 1.104.511 orang

Pernahkah Anda mendengar cedera Ligament Lutut Anterior atau dalam istilah medis biasa disebut dengan cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL). Cedera lutut ini merupakan cedera yang paling sering dialami atlet-atlet. Banyak atlet terpaksa mengakhiri karier olahraganya karena penanganan yang tidak baik terhadap cedera ini.

Meningkatnya partisipasi atlet berusia muda dalam olahraga kompetitif membuat angka kejadian cedera ACL pada populasi ini ikut meningkat. Walaupun kejadian cedera ini paling banyak dialami oleh para atlet, namun umumnya hal ini juga sering terjadi pada pasien yang berusia muda.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Blackmores Celery dapat digunakan untuk kesehatan sendi dan meredakan sakit akibat arthirits, encok dan rematik. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores celery 7000 120 1

Terdapat banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya cedera Ligament Lutut Anterior ini. Untuk itu artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai cedera ACL lebih mendetail lagi. Selamat membaca.

Apa sih cedera Ligament Lutut Anterior atau ACL itu?

Anterior Cruciate Ligament (ACL) merupakan ligamen yang paling sering mengalami cedera pada lutut. Penyebab utamanya terjadinya ACL adalah aktifitas olahraga. Olahraga yang sering menyebabkan cedera seperti pada pemain sepak bola, futsal, basket, bola voly dan olahraga lainnya.

Ligamen Lutut Anterior itu sendiri merupakan salah satu jaringan pengikat yang terdapat pada sendi lutut. Ligamen ini berfungsi mengatur gerakan maju dan mundur lutut, dan mencegah tulang kering  meluncur ke depan tulang paha serta berfungsi juga untuk menjaga kestabilan lutut. Cedera ini biasanya ditandai dengan adanya kerusakan atau robekan pada Ligamen Lutut Anterior.

Apa saja sih tanda dan gejala-gejala dari cedera Ligament Lutut Anterior?

Tingkat keparahan cedera Ligament Anterior sangat bervariasi, mulai dari cedera ringan hingga sangat parah. Cedera Ligamen Anterior yang sangat parah dapat terjadi pada saat Ligamen Anterior mengalami robekan total dan dapat disertai dengan lepasnya tulang paha maupun tulang kering dari sendi.

Anda bisa mengenali terjadinya cedera Ligamen Lutut Anterior lewat beberapa tanda dan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Mendengar atau terasa bunyi “pop” pada lutut
  • Nyeri dan kesulitan melanjutkan aktivitas terutama saat lutut ditekan
  • Merasa bahwa lutut tidak stabil, seperti terasa goyang atau terlepas. Biasanya muncul setelah melompat, mengubah arah gerakan, atau terjadi benturan pada lutut
  • Adanya darah pada persendian
  • Bengkak pada lutut
  • Rasa tidak nyaman saat berjalan

Sedangkan tingkat keparahan cedera ligamen lutut anterior dibagi berdasarkan derajat kerusakan ligamen anterior , sebagai berikut:

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Blackmores Celery dapat digunakan untuk kesehatan sendi dan meredakan sakit akibat arthirits, encok dan rematik. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores celery 7000 120 1

  • Derajat 1
    Ligamen mengalami kerusakan yang ringan. Ligamen ini mengalami sedikit tarikan, tetapi masih dapat mempertahankan kestabilan sendi lutut Anda.

  • Derajat 2
    Terjadi robekan atau tarikan pada sebagian Ligamen hingga Ligamen longgar.

  • Derajat 3
    Robekan total dengan gejala ketidakstabilan yang sangat bermakna. Ligamen akan sulit mengontrol gerakan lutut, sehingga muncul perasaan lutut seperti bergeser atau terlepas pada saat beraktivitas.

Apa sih yang menyebabkan cedera Ligament Anterior?

Biasanya ACL atau cedera Ligamen Lutut anterior terjadi ketika sendi lutut tertekuk ke belakang atau ke samping, atau ketika terpelintir. Berikut beberapa hal yang dapat  menyebabkan terjadinya cedera Ligament Anterior atau ACL:

  • Mendarat secara tidak benar saat melompat
  • Cedera akibat kontak langsung atau bertabrakan khususnya saat berolahraga.
  • Gerakan yang berhenti mendadak
  • Memperlambat kecepatan saat berlari
  • Kaki melakukan pergantian arah gerakan secara mendadak 

Selain penyebab seperti yang dijelaskan diatas berikut beberapa fakto risiko yang dapat meningkatkan terjadinya cedera Ligament Anterior seperti, cedera ini lebih sering dialami wanita dibandingkan pria, seseorang yang memiliki pengurangan masa otot akibat penuaan atau kurangnya aktivitas fisik dan memilki riwayat cedera Ligament lutut sebelumnya.

Diagnosis Cedera Ligament Anterior atau ACL

Langkah awal untuk mendiagnosis cedera ligament anterior adalah dengan menanyakan riwayat medis, riwayat cedera pada lutut serta melakukan pemeriksaan fisik. 

Beberapa pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis, termasuk:

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Blackmores Celery dapat digunakan untuk kesehatan sendi dan meredakan sakit akibat arthirits, encok dan rematik. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores celery 7000 120 1
  • Pemeriksaan cairan sendi pada lutut. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan mengamati kondisi serta gejala yang ditimbulkan seperti kemerahan, hangat, pembengkakan pada lutut. Jika ketiga gejala tersebut muncul, dapat dilakukan penyedotan cairan sendi. 
  • Artroskopi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat kondisi bagian dalam lutut dan dapat juga digunakan sebagai metode pembedahan pada lutut untuk kasus cedera ligamen anterior tertentu. Jika pada saat pemeriksaan artroskopi ditemukan adanya robekan pada ligamen anterior lutut, maka dokter dapat langsung melakukan penanganan secara langsung.
  • Rontgen. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengevaluasi apabila terdapat patahan pada tulang lutut, robekan ligamen, adanya darah pada sendi lutut.
  • CT scan. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengetahui adanya patahan pada tulang atau robekan kecil pada sendi lutut.
  • MRI. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengetahui adanya robekan pada ligamen lutut anterior serta permasalahan lain pada jaringan lunak, seperti robekan meniskus atau cedera pada ligamen lainnya.
  • USG. Pemeriksaan ini berfungsi untuk melihat adanya kerusakan pada ligamen atau bagian lain dari lutut.

Pengobatan Cedera Ligamen Lutut Anterior

Tujuan dari pengobatan cedera ligamen lutut anterior adalah untuk:

  • Memperbaiki kondisi lutut agar kembali normal atau mendekati normal.
  • Mengembalikan fungsi lutut seperti semula sebelum terjadinya cedera.
  • Menghindari gangguan atau hilangnya fungsi lutut.
  • Menghindari kerusakan dan cedera lanjutan pada sendi
  • Mengurangi nyeri yang timbul akibat cedera lutut.

Pertolongan pertama

Setelah terjadinya cedera, lutut harus segera diobati untuk menghindari kerusakan lebih lanjut. Oleh karena itu, pertolongan pertama berperan sangat penting. Berikut ini adalah rincian langkah pertolongan pertama pada cedera ligamen lutut anterior:

  • Istirahat. Setelah cedera terasa, sangat dianjurkan untuk beristirahat agar lutut dapat segera pulih dengan sendirinya. Selain itu, dianjurkan juga untuk membatasi beban pada lutut.
  • Kompres es. Usahakan untuk mengompres lutut menggunakan es selama 20 menit setiap kali dilakukan pengompresan.
  • Pembebatan. Lutut yang mengalami cedera harus dibebat menggunakan kain atau perban elastis. Tujuannya adalah untuk meringankan nyeri pada saat bergerak atau berjalan, serta mengurangi penumpukan cairan pada lutut pasca cedera. Perlu diingat bahwa bebatan perban tidak boleh terlalu kencang karena dapat menyebabkan pembengkakan di bawah lutut.
  • Elevasi. Pada saat istirahat atau mengompres lutut menggunakan es, usahakan agar posisi lutut sedikit dinaikkan. Cara ini dapat dilakukan dengan menaruh bantal di bawah lutut.
  • Obat pereda nyeri. Untuk meredakan nyeri yang timbul akibat cedera, penderita dapat mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (ibuprofen, naproxen, ketorolac, ketorolacintranasal) atau paracetamol.

Pasca dilakukan penanganan dan pengobatan pertama pada cedera, dokter akan mengatur proses rehabilitasi pasien dan terapi selama beberapa minggu. Terapis dan dokter akan memberikan instruksi dan mengajarkan latihan fisik untuk rehabilitasi lutut, baik dengan bantuan dokter atau terapis, maupun dilakukan sendiri di rumah. Tujuan dari rehabilitasi medik dan terapi adalah mengurangi nyeri dan pembengkakan, serta sebisa mungkin mengembalikan fungsi lutut menjadi normal. Terapi dan rehabilitasi medik memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi jika dilakukan oleh penderita yang relatif tidak terlalu aktif atau memiliki aktivitas fisik ringan yang tidak membebani lutut. Selama fase rehabilitasi, penderita juga dapat dianjurkan menggunakan alat penyangga (brace) sehingga lutut menjadi lebih stabil dan untuk mengurangi beban pada lutut selama masa rehabilitasi.

Pembedahan

Metode pembedahan biasanya diterapkan pada kasus cedera ligamen avulsi. Tujuan pembedahan adalah untuk menempelkan kembali ligamen dan pecahan tulang pada lokasi sebelumnya.

Mengingat bahwa cedera avulsi cukup sering terjadi pada anak-anak dan remaja, perlu diperhatikan beberapa hal sebelum melakukan pembedahan cedera lutut pada mereka. Risiko terbesar adalah terkait pertumbuhan tulang kaki. Pembedahan lutut dapat menyebabkan salah satu kaki tumbuh lebih pendek daripada yang lain. Selain itu, pembedahan juga dapat mengganggu bentuk kaki.  Pembedahan boleh dilakukan jika:

  • Kondisi lutut sangat tidak stabil meskipun saat melakukan aktivitas ringan.
  • Lutut tidak bisa distabilkan melalui metode pengobatan lainnya.
  • Anak-anak penderita cedera ligamen lutut anterior juga menderita robekan meniskus.
  • Anak-anak penderita cedera ligamen lutut anterior aktif dalam olahraga yang memerlukan gerakan berlari, melompat, dan berhenti tiba-tiba.

Pembedahan pada cedera ligamen lutut anterior dilakukan dengan cara mengganti ligamen lutut anterior dengan pencangkokan. Ligamen yang baru dapat diambil dari tendon otot lain di bagian tubuh tertentu menggunakan sistem autograft. Pada proses pembedahan cedera ligamen anterior, bukaan kulit yang dibuat biasanya merupakan insisi kecil untuk keperluan memasukan alat bedah artroskopik. Pada kasus tertentu, insisi besar dapat juga dibuat apabila diperlukan. Sementara pada cedera avulsi atau cedera fraktura, pembedahan yang dilakukan merupakan pembedahan reparasi, bukan pencangkokan. Pada kasus ini, pecahan tulang yang terlepas kembali ditempel dan diikat pada lokasi tulang sebelumnya.

Kebanyakan pasien cedera ligamen lutut anterior yang menjalani pembedahan mendapatkan hasil yang memuaskan. Hasilnya ditandai dengan nyeri yang berkurang, fungsi lutut yang kembali membaik, lutut menjadi lebih stabil, serta dapat kembali menjalani aktivitas secara normal. Kebanyakan atlit yang mengalami cedera ligamen lutut anterior dapat kembali berolahraga setelah 2 bulan. Namun, ada juga beberapa penderita yang tetap merasakan nyeri dan ketidakstabilan lutut setelah menjalani pembedahan.

Untuk mendukung dan memudahkan keberhasilan pembedahan, pasien akan diajari metode latihan fisik, baik sebelum dan sesudah dilakukan pembedahan. Latihan gerak dan kekuatan lutut sebelum pembedahan bertujuan untuk mempersiapkan lutut sebelum pembedahan dan untuk memudahkan rehabilitasi sesudah pembedahan. Sedangkan latihan fisik sesudah pembedahan bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan. Latihan ini mencakup latihan gerak, meningkatkan aktivitas harian, serta latihan berjalan menggunakan kruk. Proses rehabilitasi tersebut dapat berlangsung hingga 1 tahun.

Pencegahan Cedera Ligamen Lutut Anterior

Metode paling efektif dalam mencegah terjadinya cedera ligamen lutut anterior adalah dengan memperkuat otot tungkai terutama otot-otot paha depan dan otot-otot pada belakang. Selain itu, cedera ligamen lutut anterior dapat dicegah dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Menghindari menggunakan sepatu dengan pelat logam pada olahraga yang melibatkan kontak fisik terutama kaki.
  • Menghindari menggunakan sepatu hak tinggi.
  • Menghindari olahraga yang melibatkan banyak kontak fisik kaki atau gerakan berputar.

Jika seseorang pernah menderita cedera ligamen lutut anterior, kejadian cedera kedua dapat dihindari dengan melakukan hal-hal berikut ini:

  • Memperkuat lutut yang pernah mengalami cedera dengan menjalani latihan fisik selama masa rehabilitasi. Jenis dan intensitas latihan harus sesuai dengan anjuran dokter.
  • Mengubah teknik berolahraga sehingga dapat menghindari terjadinya penumpukan beban pada lutut yang pernah mengalami cedera.
  • Menghindari melakukan olahraga yang memiliki risiko tinggi terjadinya cedera tungkai.
  • Menggunakan brace lutut pada saat melakukan aktivitas fisik berat. Meski demikian, alat tersebut hanya dapat digunakan jika penderita sudah menjalani rehabilitasi lutut.
  • Melatih tubuh untuk membiasakan gerakan mendarat dengan lutut ditekuk, sehingga cedera dapat dihindari.

Terakhir diperbarui: 21 Agustus 2017
Ditinjau oleh: dr. Marianti 
Referensi

Diskusi Terkait
Punya pertanyaan seputar kesehatan?

  • Tanya Dokter

    1 Balasan Message
    14 hari yang lalu Clock

    User image
     

    Hasil pemeriksaan mri pada lutut 

    Oleh: ardian nana

    Check Dijawab oleh Dokter 

    dok,saya habis melakukan mri di bagian lutut kiri saya.lalu kesannya : tampak tanda tanda strained dengan kemungkinan ruptur parsial ACL (hanya sebagian...

    Artikel Terkait
    Kesehatan
    Sendi Sakit Akibat Cedera Lutut, Tangani Secepatnya

    Sendi Sakit Akibat Cedera Lutut, Tangani Secepatnya


    Kesehatan
    Cedera Ligamen Lutut Bisa Bersifat Permanen

    Cedera Ligamen Lutut Bisa Bersifat Permanen


    Kesehatan
    Mengenal Meniskus, Tulang Rawan Lutut yang Rentan Cedera

    Mengenal Meniskus, Tulang Rawan Lutut yang Rentan Cedera



  • Bagaimana cara mengobati cedera Ligament Anterior atau ACL?

    Terapi non-bedah dapat diberikan pada kasus-kasus robekan ACL parsial yang tidak menimbulkan gejala ketidakstabilan, sedangkan tindakan operasi atau pembedahan sebaiknya dilakukan pada kasus robekan diatas 50% karena umumnya menimbulkan keluhan.

    • Terapi non-bedah
      pemasangan bracing atau penyangga untuk menjaga lutut dari ketidakstabilan, terapi fisik untuk mengembalikan gerakan lutut dan dengan melatih kekuatan otot tungkai bawah.

    • Terapi bedah
      Tujuan pembedahan adalah untuk menempelkan kembali ligament yang rusak. ACL yang robek tidak dapat dijahit kembali. Untuk memperbaiki ACL yang robek dan mengembalikan stabilitas sendi lutut, ligamen haruslah direkonstruksi. 

    Bagaimana cara mencegah terjadinya cedera Ligament Anterior atau ACL?

    Cedera Ligament Lutut Anterior atau ACL dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut:

    • Menghindari olahraga yang melibatkan banyak kontak fisik kaki atau gerakan berputar
    • Pastikan Anda melakukan pemanasan dan pendinginan yang benar setiap kali memulai dan menyudahi aktivitas olahraga
    • Mengubah teknik berolahraga sehingga dapat menghindari terjadinya penumpukan beban pada lutut yang khususnya bagi Anda yang pernah mengalami cedera
    • Seiring bertambahnya usia dan berkurangnya masa otot, hindarilah gerakan-gerakan yang mendadak dan membebani lutut. Khususnya bagi Anda yang memiliki berat badan yang berlebihan

    Jika terdapat tanda dan gejala-gejala seperti yang telah disebutkan diatas khususnya hal tersebut Anda alami setelah terjadi cedera, maka segera konsultasikan ke dokter untuk penaganan lebih lanjut agar menghindari terjadinya kerusakan yang lebih parah. Namun jika Anda memiliki riwayat cedera sebelumnya berhati-hatilah dalam melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan kekambuhan pada cedera lutut Anda. Semoga bermanfaat.

    Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
    (1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

    Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

    Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

    Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


    Lampirkan file (foto atau video)
    Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
    Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
    * Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
    Submit