Komplikasi Diabetes Bisa Sebabkan Kerusakan Urat Tendon

Dipublish tanggal: Agu 11, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 3 menit
Komplikasi Diabetes Bisa Sebabkan Kerusakan Urat Tendon

Jika Anda menderita diabetes dan mengalami gangguan saat bergerak, kondisi itu mungkin disebabkan akibat masalah pada tendon. 

Tendon adalah struktur seperti tali yang menghubungkan otot-otot ke tulang. Kadar gula darah tinggi akibat penyakit diabetes yang Anda derita mungkin bertanggung jawab pada masalah tendon yang Anda alami.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Tendon terdapat pada seluruh tubuh termasuk bahu, lengan, pergelangan tangan, pinggul, lutut, dan pergelangan kaki. 

Tendon berfungsi untuk menggerakan anggota gerak dengan mentransfer kekuatan dari otot ke tulang. Jika diabetes Anda tidak terkendali, tendon Anda dapat menebal dan menjadi lebih mudah robek.

Bagaimana Diabetes dapat mempengaruhi kesehatan Tendon?

Kerusakan tendon pada diabetes tipe 1 dan tipe 2 terjadi karena zat yang disebut produk akhir glikasi lanjut (AGEs). Zat ini terbentuk ketika protein atau lemak bercampur dengan gula dalam aliran darah.

Biasanya, tubuh Anda menghasilkan AGEs secara perlahan. Tetapi ketika Anda menderita diabetes, tambahan gula dalam darah meningkatkan kecepatan produksi, yang mempengaruhi kesehatan tendon.

Tendon terbentuk dari protein yang disebut kolagen. AGEs membentuk ikatan dengan tendon yang dapat mengubah struktur tendon dan mempengaruhi kerja dari protein-protein tersebut. 

Misalnya, tendon akan menjadi lebih tebal dari biasanya dan tidak bisa menahan berat badan seperti dulu. Akibatnya, tendon menjadi lebih mudah robek.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores celery 7000 120 1

Beberapa masalah tendon yang mungkin muncul akibat diabetes yang tidak terkendali meliputi:

  • Frozen shoulder: Kekakuan dan rasa sakit yang muncul ketika kapsul yang mengelilingi tendon dan ligamen pada sendi bahu mengalami penebalan.
  • Otot-otot Rotator cuff yang robek: Kerusakan pada tendon dan otot yang mengelilingi sendi bahu Anda, termasuk otot supraspinatus, infraspinatus, subscapularis, teres minor.
  • Trigger finger: Jari yang berada dalam posisi menekuk dan sulit untuk diluruskan.
  • Carpal tunnel syndrome: Anda akan mengalami mati rasa, kesemutan, dan kelemahan di pergelangan tangan Anda karena adanya tekanan pada saraf yang melewatinya.
  • Dupuytren contracture: Penebalan jaringan di bawah kulit tangan yang menyebabkan jari-jari Anda membengkok ke arah telapak tangan.

Cedera pada tendon tentu saja menimbulkan rasa nyeri dan dapat menghambat fungsi dari sendi yang bersangkutan. 

Bahkan jika Anda menjalani operasi untuk memperbaiki kerusakan, tendon dapat robek lagi. 

Studi menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga penderita diabetes yang menjalani operasi untuk memperbaiki robekan rotator cuff  akan mengalami masalah yang sama di masa depan.

Bagaimana kerusakan Tendon mempengaruhi Diabetes?

Olahraga sangat penting untuk membantu mengendalikan kadar gula darah akibat diabetes, tetapi Anda mungkin merasa lebih sulit untuk berolahraga ketika tendon Anda terasa sakit dan kaku. 

Kerusakan pada tendon Achilles di belakang tumit dapat membatasi seberapa banyak Anda bisa menggerakkan pergelangan kaki. 

Iklan dari HonestDocs
Meso Slimming Treatment di Reface Clinic

Meso Slimming merupakan teknik non-bedah kosmetik dimana mikroskopis kecil dari obat-obatan kelas medis, vitamin, mineral dan asam amino disuntikkan ke dalam lapisan kulit. Penyuntikan dilakukan pada bagian atas dan tengah untuk mengatasi berbagai jenis masalah penumpukan lemak. Suntikan akan diberikan ke dalam mesoderm, yaitu lapisan lemak dan jaringan di bawah kulit. Befungsi untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan dan selulit.

Meso slimming treatment di reface clinic

Gangguan gerakan ini memaksa Anda untuk memberikan tekanan ekstra pada kaki bagian tengah setiap kali Anda melangkah, sehingga meningkatkan terjadinya cedera lebih lanjut.

Bagaimana caranya mencegah dan mengobati kerusakan Tendon?

Cara terbaik untuk menghindari masalah tendon adalah mengendalikan diabetes. Anda dapat menurunkan kadar gula darah dengan bantuan diet, olahraga, dan obat-obatan. 

Dan jika Anda kelebihan berat badan, cobalah mengurangi berat badan Anda. Mengurangi berat badan dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan mengurangi tekanan pada tendon secara bersamaan. 

Jika Anda mengalami kerusakan tendon, berikut adalah beberapa penanganan yang dapat dokter berikan untuk Anda.

  • Penggunaan obat-obatan penghilang rasa sakit seperti aspirin atau ibuprofen
  • Penggunaan muscle relaxant
  • Terapi fisik dan olahraga
  • Kompres panas atau es
  • Pemasangan belat untuk menjaga persendian tetap stabil sambil memberikan waktu untuk tendon pulih.

Dokter juga mungkin juga menyarankan pemberian suntikan steroid ke dalam sendi untuk meringankan masalah tendon. 

Perlu diingat bahwa steroid dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah jangka pendek. Konsultasikan dengan dokter mengenai pengobatan apa yang terbaik untuk Anda.

Kunci untuk mengalahkan nyeri sendi yang berhubungan dengan diabetes adalah mendeteksinya lebih awal. Meskipun kondisi ini tidak dapat disembuhkan, ada perawatan yang tersedia untuk membantu meminimalkan rasa sakit dan ketidaknyamanan. 

Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami pembengkakan, kemerahan, nyeri, atau mati rasa pada tungkai dan kaki Anda. Gejala-gejala ini perlu ditangani sesegera mungkin. 

15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Kasper DL, et al., eds. Diabetes mellitus: Diagnosis, classification and pathophysiology. In: Harrison's Principles of Internal Medicine. 19th ed. New York, N.Y.: McGraw-Hill Education; 2015. http://accessmedicine.mhmedical.com.
Morrow ES. Allscripts EPSi. Mayo Clinic, Rochester, Minn.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app