Nyeri Dada Pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Obat

Dipublish tanggal: Jul 9, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit
Nyeri Dada Pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Obat

Penyebab Nyeri Dada

1. Terlalu sering menggunakan otot

Nyeri dada terjadi akibat olahraga keras (seperti melempar bola bisbol). Mengangkat (seperti beban) atau pekerjaan tubuh bagian atas (seperti menggali) juga dapat menyebabkan nyeri dada. Jenis nyeri otot ini sering meningkat dengan adanya intensitas gerakan bahu.

2. Kram otot

Nyeri dada paling singkat yang berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit biasanya diakibatkan kram otot. Tulang rusuk dipisahkan oleh otot. Nyeri sesaat ini juga bisa disebabkan oleh saraf terjepit. Nyeri dinding dada ini tidak berbahaya. Kram otot yang singkat ini juga merupakan penyebab paling umum dari nyeri dada berulang. Nama medisnya adalah precordial catch syndrome.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

3. Batuk

Nyeri dada umumnya terjadi disertai dengan batuk kering. Batuk dapat menyebabkan nyeri otot di dinding dada, perut bagian atas atau diafragma.

4. Asma

Anak-anak dengan asma seringkali memiliki dada yang terasa ketat. Mereka mungkin menyebutnya nyeri dada. Mereka juga menderita sakit dada ketika mereka batuk terlalu banyak.

5. Sakit perut

Sakit maag disebabkan refluks isi lambung. Biasanya menyebabkan rasa sakit yang membakar di bawah tulang dada bagian bawah.

6. Kafein

Detak jantung yang cepat dan berdebar dapat dilaporkan sebagai nyeri dada. Terlalu banyak kafein seperti yang ditemukan dalam minuman energi adalah penyebab umum. Obat yang diresepkan untuk ADHD juga dapat menyebabkan detak jantung yang cepat. Obat-obatan terlarang, seperti kokain, dapat menyebabkan detak jantung yang tinggi juga.

7. Cedera Dinding Dada

Trauma tumpul biasanya hanya menyebabkan tulang rusuk memar. Kadang-kadang, dapat menyebabkan patah tulang rusuk.

8. Penyakit Jantung (Serius)

Penyakit jantung hampir tidak pernah menjadi penyebab nyeri dada pada anak-anak. Nyeri dada yang hanya terjadi akibat olahraga bisa menjadi penyebab penyakit jantung.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

9. Pleurisy (Serius)

Radang selaput dada merupakan komplikasi dari pneumonia. Jika infeksi melibatkan permukaan paru-paru, area dada tersebut akan terasa sakit.

Skala Nyeri

Ringan: anak merasakan sakit dan memberitahu Anda tentang hal itu. Tapi, rasa sakit itu tidak menghalangi anak dari aktivitas normal apa pun. Tidak ada perubahan aktivitas sekolah, bermain dan tidur.

Sedang: Rasa sakit membuat anak tidak dapat melakukan aktivitas normal. Hanya dapat membangunkannya dari tidur.

Parah: Rasa sakitnya sangat buruk. Membuat anak tidak dapat melakukan semua kegiatan normal.

Kapan Harus Menghubungi Bantuan Medis untuk Nyeri Dada

  • Pernafasan yang parah (paru-paru bekerja lebih keras saat bernapas, hampir tidak bisa berbicara atau menangis)
  • Pingsan
  • Bibir atau wajah kebiruan
  • Tidak dapat bergerak atau terlalu lemah untuk berdiri

Segera Hubungi Dokter atau Bantuan Medis

  • Anak menderita penyakit jantung
  • Kesulitan bernafas, tapi tidak parah
  • Mengambil napas dalam-dalam membuat sakitnya semakin buruk
  • Jantung berdetak sangat cepat
  • Setelah mengalami pukulan langsung ke dada

Hubungi Dokter Dalam 24 Jam

Saran Perawatan

Perawatan Nyeri Otot 

1. Yang Harus Anda Ketahui Tentang Nyeri Dada Ringan:

  • Nyeri dada pada anak yang berlangsung selama beberapa menit biasanya tidak berbahaya. -Rasa sakit bisa disebabkan oleh kram otot. Mereka tidak memerlukan perawatan.
  • Nyeri dada yang bertahan lebih lama bisa karena kerja terlalu keras atau olahraga. Bahu biasanya juga terkena dampaknya. Otot yang sakit dapat timbul segera setelah kejadian.

Berikut adalah beberapa saran perawatan yang dapat membantu.

2. Obat Nyeri:

  • Untuk membantu mengatasi rasa sakit, berikan produk asetaminofen (seperti Tylenol).
  • Pilihan lainnya produk ibuprofen. Gunakan sesuai kebutuhan.
  • Lanjutkan ini sampai 24 jam berlalu tanpa rasa sakit.

3. Kompres Dingin Untuk Mengurangi Rasa Sakit:

  • Selama 2 hari pertama, gunakan kompres dingin untuk membantu mengatasi rasa sakit.
  • Anda juga bisa menggunakan es yang dibungkus kain basah.
  • Letakkan di atas otot-otot yang sakit selama 20 menit, lalu sesuai kebutuhan.

Perhatian: Hindari radang dingin.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Obat batuk ibu anak pei pa koa 75 ml 1

4. Gunakan Kompres Panas Setelah 48 Jam:

  • Jika rasa sakit berlangsung lebih dari 2 hari, gunakan kompres panas pada otot yang sakit.
  • Gunakan kompres panas, bantal pemanas atau handuk basah hangat.
  • Lakukan ini selama 10 menit, lalu sesuai kebutuhan.

Alasan: Meningkatkan aliran darah dan meningkatkan penyembuhan.

Perhatian: Hindari luka bakar.

  • Mandi air panas juga dapat membantu.

5. Peregangan Otot:

  • Peregangan bahu dan dinding dada dapat membantu mengurangi nyeri.
  • Lakukan 10 set dua kali sehari.
  • Ini dapat dapat mencegah kram otot kembali.
  • Peregangan dapat dilanjutkan bahkan selama nyeri dada. Jangan melakukan latihan apa pun yang menambah rasa sakit.

6. Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelumnya:

  • Untuk otot yang sakit, rasa sakit paling sering memuncak pada hari ke 2.
  • Dapat bisa bertahan hingga 6 atau 7 hari.

7. Hubungi Dokter Anda Jika:

  • Nyeri menjadi parah
  • Nyeri berlangsung lebih dari 7 hari pada pengobatan

Pengobatan Nyeri sakit perut (Refluks)

1. Yang Harus Anda Ketahui Tentang sakit perut:

  • Sering mengalami sakit maag.
  • Biasanya dikarenakan asam lambung naik ke kerongkongan. Kerongkongan adalah saluran dari mulut ke perut.
  • Sakit perut menyebabkan rasa sakit yang membakar di belakang bagian bawah tulang dada. Ini juga menyebabkan rasa asam di mulut dan bersendawa.

Berikut adalah beberapa saran perawatan yang dapat membantu.

2. Antasida:

  • Sakit maag biasanya mudah diobati. Berikan antasida cair melalui mulut (seperti Mylanta atau merek toko). Tidak perlu resep.
  • Dosis: Berikan 1 hingga 2 sendok makan (15 - 30 mL).
  • Jika Anda tidak memiliki antasida, gunakan 2 hingga 3 ons (60 - 90 mL) susu.
  • Untuk sakit maag yang terus datang kembali, beri antasida 1 jam sebelum makan. Selain itu berikan dosis pada waktu tidur. Lakukan ini selama beberapa hari.

3. Pencegahan sakit perut:

  • Jangan makan terlalu banyak saat makan. Ini akan mengakibatkan perut terlalu penuh.
  • Jangan makan makanan yang memperparah sakit perut. Contohnya adalah coklat, makanan berlemak, makanan pedas, soda berkarbonasi, dan kafein.
  • Jangan membungkuk selama 3 jam setelah makan.
  • Jangan mengenakan pakaian ketat atau ikat pinggang di sekitar pinggang.

4. Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelumnya:

  • Biasanya sakit perut akan hilang dengan perawatan.
  • Tapi, sakit perut juga cenderung dapat kambuh. Jadi, tindakan pencegahan itu penting.

19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Should you worry about your child’s chest pain? (2016). (https://health.clevelandclinic.org/worry-childs-chest-pain/)
Reddy SRV, et al. (2010). Chest pain in children and adolescents. (https://pedsinreview.aappublications.org/content/31/1/e1)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app