Glibornuride: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Feb 16, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 338.803 orang

Perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan selalu merupakan langkat terbaik dalam pengobatan diabetes tipe 2. Cepat atau lambat, diabetes tipe 2 akan menyebabkan tubuh kekurangan insulin yang membuat pengobatan dengan suntikan insulin diperlukan.

Namun, sebenarnya saat ini pengobatan menggunakan obat-obatan anti diabetes telah cukup baik dalam menangani kondisi diabetes tipe 2 asalkan penrubahan gaya hidup dan kebiasaan makan dapat dikendalikan. 

Obat-obatan antidiabetes terbagi dalam tiga kelompok utama. Di antaranya stimulator sekresi insulin yang disebut sulfonilurea (misalnya glibonuride, glisoxepid, glimepiride), Kelompok yang merangsang sel tubuh agar sensitif terhadap insulin seperti biguanide, metformin dan thiazolidinediones atau glitazones (rosiglitazone, pioglitazone). Kelompok ketiga adalah inhibitor alpha-glukosidase, mis. acarbose. Pada prinsipnya, antidiabetika oral ini dapat dikombinasikan satu sama lain.

Apa itu Glibornuride?

Glibornuride adalah obat golongan sulfonilurea yang digunakan untuk mengatasi diabetes tipe 2 yang merupakan salah satu obat diabetes tertua yang tersedia. Glibornuride bekerja secara langsung pada sel-sel di pankreas dengan cara merangsang sel-sel di pankreas untuk meningkatkan produksi jumlah insulin. Insulin adalah hormon yang mentransfer glukosa (gula) dari aliran darah ke sel-sel tubuh. 

Insulin tambahan ini membantu menurunkan kadar gula darah. Sulfonilurea dapat dikombinasikan dengan obat diabetes tipe lain. Sulfonilurea bekerja dengan baik pada awalnya, tetapi dapat kehilangan efektivitasnya seiring waktu.

Sebuah panduan pengobatan dari American Association of Clinical Endocrinologist merekomendasikan bahwa obat golongan sulfonilurea seperti Glibornuride cocok untuk digunakan (di bawah pengawasan dokter) untuk orang-orang tertentu dengan diabetes tipe 2 yang:

  1. Telah mencoba dan gagal dalam mengelola glukosa darah mereka dengan cara merubah gaya hidup (diet sehat dan olahraga) dan perlu mencoba obat anti diabetes.
  2. Sudah mencoba mengendalikan gula darah mereka dengan obat diabetes lain, tetapi sekarang perlu menambahkan obat lain.

Glibornuride adalah obat sulfonilurea generasi kedua. Obat sulfonilurea generasi kedua sebagian besar telah menggantikan obat sulfonilurea generasi pertama dalam praktik medis karena mereka lebih kuat dan dapat diberikan dalam dosis yang lebih rendah.

Pada keadaan apa obat ini tidak boleh digunakan?

Beberapa kondisi medis seperti diabetes mellitus tipe 1; ketoasidosis; infeksi parah; trauma; kondisi parah lainnya di mana glibornuride tidak mungkin untuk mengendalikan hiperglikemia (gula dara tinggi); gangguan ginjal atau hati; porfiria; kehamilan; laktasi.

Perhatian khusus perlu diberikan pada pasien lanjut usia, lemah atau kurang gizi; insufisiensi adrenal atau hipofisis. Anda dapat memberikan Glibornuride dengan catatan Anda melakukan pemantauan konsentrasi glukosa darah pada orang-orang yang bersangkutan.

Bagaimana dosis dan penggunaan obat ini?

Glibornuride tersedia dalam bentuk tablet 25mg. Yang digunakan dengan cara diminum sesaat setelah makan untuk mengurangi efek gula darah yang melonjak. Sedangkan dosis yang biasa digunakan untuk orang dewasa adalah 12,5-75 mg / hari. Dosis ≥50 mg / hari diberikan dalam 2 dosis terbagi.

Informasi mengenai dosis di atas bukan pengganti petunjuk dokter. Konsultasikan dengan dokter sebelum Anda menggunakan obat ini. Gunakan sesuai petunjuk dokter, jangan menggunakannya lebih banyak atau lebih sedikit dari yang disarankan.

Apa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan Glibornuride?

Setiap pengobatan tentu memiliki efek samping. Efek samping bisa ringan, sedang atau bahkan berat. 

Efek samping yang paling sering ditimbulkan oleh penggunaan Glibornuride adalah gangguan pada saluran pencernaan yang meliputi; rasa logam pada mulut; muncul ruam kulit, pruritus (gatal-gatal), fotosensitifitas (terlalu peka terhadap cahaya); muka memerah; hipoglikemia (gula darah yang terlalu rendah); sindrom sekresi hormon antidiuretik yang tidak sesuai; ikterus kolestatik (penyakit kuning); Sindrom Stevens-Johnson (kulit pada seluruh tubuh yang melepuh); dermatitis eksfoliatif; eritema nodosum; nafsu makan meningkat; kelainan darah.

Apakah obat ini aman jika digunakan bersama dengan obat lain?

Penggunaan obat ini dapat berkurang efeknya jika digunakan bersama dengan adrenalin, aminoglutethimide, chlorpromazine, kortikosteroid, diazoxide, kontrasepsi oral, diuretik thiazide dan rifamycins.

Penggunaan obat ini dengan dengan inhibitor ACE, alkohol, allopurinol, beberapa analgesik, antijamur azole, kloramfenikol, cimetidin, senyawa klofibrate dan yang terkait, antikoagulan kumarin, halofate, heparin, MAOI, octreotide, ranitidine, hormon tetrasulfon, tetrasulfon, tetrasulfon, tetrasulfon dapat menyebabkan efek samping dari gula darah yang terlalu rendah menjadi lebih parah.

Informasi di atas hanyalah bertujuan untuk edukasi, bukan pengganti petunjuk dokter. Selalu konsultasikan masalah kesehatan Anda dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan pengobatan yang optimal.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit