Gejala Sinusitis - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Mar 4, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Waktu baca: 3 menit

Sinusitis merupakan Inflamasi yang terjadi pada jaringan sekitar sinus. Sinusitis terjadi pada beberapa orang diakibatkan infeksi dari kuman virus, bakteri, dan jamur. Durasi perjalanan infeksi pada Sinusitis dapat berbeda-beda bergantung pada imunitas dan berat ringannya penyakit.

Sinusitis sangat mengganggu pernapasan dan dapat menyebabkan komplikasi buruk jika tida ditangani. Penanganan penyakit Sinusitis ditinjau dari pemeriksaan fisik dan hasil pemeriksaan diagnostik.

Penyakit Sinusitis dibagi menjadi 2 yaitu Sinusitis Akut dan Sinusitis Kronik. Etiologi dari penyakit Sinusitis Akut adalah radang tenggorokan, alergi hidung (Rinitis), trauma wajah, dan aktivitas air seperti berenang. Kuman Sinusitis Akut terdiri dari mikroorganisme Pneumokokus, Streptokokus, dan Haemofilus.

Pada Sinusitis Kronis , kondisi ini terjadi akibat infeksi Sinusitis Akut yang tidak obati dengan baik yang muncul lebih dari 3 bulan. Penyakit Sinusitis Kronis sulit disembuhkan karena  terjadi Atrofi dan pembesaran struktur rongga Sinus serta beresiko memicu komplikasi akibat infeksi. Komplikasi pada Sinusitis Kronis dapat terjadi abses dan edema wajah.  

Terdapat 5 bagian Sinus pada daerah wajah manusia antara lain:

  • Sinus Frontalis
    Sinus ini terletak di bagian atas sisi dalam wajah tepatnya di atas alis mata.
  • Sinus Sfenoid
    Sinus ini sangat kecil yang terletak di sudut mata dalam sisi atas.
  • Sinus Etmoidalis
    Sinus ini terletak di sudut mata dalam sisi bawah. Ukuran rongga hampir sebesar Sfenoidal.
  • Nasal Septum
    Nasal septum merupakan rongga udara yang berlokasi tepat rongga hidung.
  • Sinus Maksilaris
    Sinus ini memiliki rongga paling besar yang terletak di sekitar pipi sisi dalam.

Gejala penyakit Sinusitis

Secara normal rongga sinus berisikan udara yang bermanfaat untuk menyaring udara yang masuk. Tetapi pada Sinusitis akan terjadi tumpukan cairan pada rongga Sinus yang dapat menimbulkan gejala. Gejala yang ditimbulkan pada penyakit Sinusitis antara lain:

  • Hidung tersumbat
    TImbunan cairan pus akibat aktivitas kuman pencetus infeksi menyebabkan sumbatan hidung yang menganggu pernapasan dan penyaringnya udara.

  • Nafas berbau
    Cairan pus akibat infeksi kuman memiliki bau yang tidak sedap sehingga dapat tercium saat kita bernapas.
  • Batuk pada malam hari

  • Sakit kepala

  • Demam

  • Indera penciuman menurun

  • Rasa sakit sekitar muka
    Rongga sinus yang terjadi peradangan dapat menimbulkan rasa nyeri. Rasa nyeri juga diikuti dengan rasa tertekan dan penuh di sekitar wajah terutama dahi, pipi, dan bola mata.

  • Indera pengecap menurun

Pemeriksaan penyakit Sinusitis

Untuk menentukan kepastian diagnosis penyakit Sinusitis, maka diperlukan pemeriksaan untuk melihat rongga sinus yang bermasalah. Rinoskopi adalah pemeriksaan dengan melihat adanya Inflamasi atau peradangan pada rongga Sinus.

Rinoskopi Anterior menggunakan Spekulum untuk melihat warna mukosa atau lapisan rongga hidung depan. Rinoskopi juga dapat melihat adanya sekret atau massa yang menganggu pernapasan.

Rinoskopi Posterior lebih rumit Pemeriksaan Transluminasi digunakan di ruangan gelap. Cahaya dimasukkan menyinari rongga Sinus maksilaris agar dapat melihat adanya sumbatan akibat cairan pus. Pemeriksaan pencitraan seperti CT-Scan dapat menilai kondisi lain penyebab Sinusitis.

Cara mengatasi penyakit Sinusitis

Penatalaksanaan utama dalam penyakit Sinusitis adalah membasmi infeksi kuman dan mengurangi gejala. Pada Sinusitis Akut dibutuhkan terapi Antibiotik dan Dekongestan yang sesuai. Obat Antibiotik berfungsi untuk membasmi infeksi, sedangkan Dekongestan berfungsi untuk mengencerkan cairan yang menyumbat rongga hidung dan Sinus.

Jika disertai nyeri, obat Analgesik dapat diberikan. Pada Sinusitis Kronis yang tidak sembuh dengan obat-obatan dapat dilakukan irigasi Sinus Maksilaris dengan Anestesi Lokal, sedangkan pada irigasi Sinus Etmoidal dan Sfenoid diberikan larutan Efedrin untuk mengurangi tekanan.

Teknologi operasi terbaru pada Sinusitis Kronis dinamakan FESS ( Functional Endoscopic Sinus Surgery ). Operasi ini dilakukan dengan memperlebar rongga Sinus dan membersihkan nanah dan cairan yang menyumbat rongga Sinus sehingga pernapasan kembali normal.

Keuntungan melakukan FESS adalah mengurangi efek trauma dan mengurangi penggunaan tampon hidung. Terdapat juga operasi Sinusitis dengan komplikasi yang tergantung pada lokasi infeksi Sinus, terdiri dari Etmoidektomi dan Sondase Sinus Frontalis.


6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Sinus Infections That Don't Quit: When You Should Worry. Health Essentials from Cleveland Clinic. Sept 17, 2014. (https://health.clevelandclinic.org/sinus-infections-that-dont-quit-when-you-should-worry/)
Pincus DJ, Armstrong MB, Thaller SR. Osteomyelitis of the craniofacial skeleton. Semin Plast Surg. 2009;23(2):73-9. doi:10.1055/s-0029-1214159 (https://dx.doi.org/10.1055%2Fs-0029-1214159)
Sanan A, Shumrick C, Nyquist G, Rosen M. Intra-optic nerve abscess: A rare complication of acute sinusitis. Otolaryngology Case Reports. 2017;2:13-15. doi:10.1016/j.xocr.2016.12.003 (https://doi.org/10.1016/j.xocr.2016.12.003)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app