Kesehatan Fisik

Terkuak! Fungsi Usus Buntu Yang Belum Banyak Diketahui

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Agu 4, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 5 menit
Terkuak! Fungsi Usus Buntu Yang Belum Banyak Diketahui

Mungkin Anda sudah sering mendengar tentang penyakit usus buntu, yang biasanya mengharuskan penderitanya menjalani operasi Appendectomy. Setelah usus buntu dibuang, tidak ada efek buruk bagi tubuh sehingga banyak yang menganggap bahwa fungsi usus buntu tidak ada, benarkah begitu? 

Usus buntu dianggap organ yang tidak penting bahkan tidak memiliki fungsi apapun. Namun, penelitian modern menemukan bahwa usus buntu memiliki beberapa fungsi bagi tubuh kita, diantaranya melindungi organ dalam dari infeksi. Untuk lebih memahami fungsi usus buntu lebih lanjut, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Definisi dan Letak Usus Buntu

Menurut definisi biologis, usus buntu (appendiks) merupakan organ berbentuk selang berbentuk seperti cacing yang melekat pada usus besar dalam tubuh manusia. Usus buntu memiliki ujung buntu yang berarti apa pun yang masuk ke dalamnya tidak bisa kembali. (Lihat gambar di atas).

Rata-rata panjang usus buntu sekitar 11 sentimeter, tapi bisa bervariasi pada setiap orang, dan bisa lumayan panjang hingga 20 cm. Ukurannya yang kecil dan mirip cacing ini membuat banyak literatur menyebutnya sebagai Umbai Cacing, "Vermiform" atau hanya "Vermix" yang berasal dari bahasa Latin yang berarti "berbentuk cacing".

Jika dilihat dari luar tahukah Anda dimana letak usus buntu? Letak usus buntu yaitu di sisi kanan bawah perut Anda, literatur menyebutnya sebagai titik Mc Burney. Titik ini dapat diukur dengan cara menarik garis lurus dari pusar ke arah kanan bawah hingga penonjolan tulang panggul. Dari garis tersebut titik tepatnya berada 2/3 dari pusar. Lihat gambar di bawah ini:

No. 1 adalah titik Mc burney letak usus buntu berada

Pada bagian ujungnya tidak berlubang alias buntu (seperti selang buntu) sementara ujung lainnya atau pangkalnya terbuka menuju usus besar (sekum).

Baca juga: 8 Fungsi Usus Besar Sesuai Bagian-Bagiannya

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

Apa Fungsi Usus Buntu?

Pada awalnya, organ ini dianggap tidak memiliki fungsi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa manusia purba didominasi oleh herbivora, mereka menggunakan apendiksnya untuk pencernaan sayur mentah. Namun, seiring berjalannya waktu mereka mulai memasukkan makanan yang mudah dicerna dan usus buntu akhirnya kehilangan fungsinya. Bahkan, ada ilmuwan yang percaya bahwa dimasa depan usus buntu akhirnya akan lenyap dari tubuh manusia.

Namun, diluar semua pandangan itu, penelitian modern berhasil menemukan bahwa sebenarnya ada beberapa fungsi usus buntu bagi tubuh manusia yaitu sebagai berikut:

1. Berperan Dalam Sistem Kekebalan Tubuh

Penelitian dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan bahwa usus buntu memiliki sel limfoid yang membantu tubuh melawan infeksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi usus buntu cukup diperhitungkan dalam sistem kekebalan tubuh.

Dalam hal ini usus buntu bisa menjadi pertahanan awal dalam membantu proses melawan bakteri dan zat penyebab penyakit lainnya terutama pada saluran pencernaan. Bahkan dipercaya terlibat dalam proses penurunan Limfosit-T dan limfosit-B dalam sistem imun.

2. Berperan Dalam Sistem Pencernaan

Fungsi usus buntu lain yang baru diketahui adalah pengaruhnya dalam sistem pencernaan. Menurut peneliti dari Duke University Medical Center, usus buntu memiliki fungsi kunci untuk memproduksi dan menyimpan mikroba yang baik bagi usus manusia.

Tim peneliti, yang terdiri dari ahli imunologi, mengatakan bahwa sistem pencernaan kita kaya akan bakteri yang tidak hanya berbahaya namun juga ada yang bermanfaat bagi tubuh dalam sistem pencernaan. Bakteri baik ini sering ikut terbuang dari tubuh saat seseorang menderita penyakit seperti disentri atau kolera, sehingga ini dapat mengganggu sistem pencernaan. Oleh karena itu, usus buntu berfungsi menangkap bakteri baik dan 'me- reboot' sistem pencernaan kita. Penelitian ini telah dipublikasikan secara online dalam Journal of Theoretical Biology .

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Menurut Dr. Bill Parker, yang merupakan bagian dari tim peneliti mengenai kegunaan usus buntu, "Fakta bahwa usus buntu terletak di bagian bawah usus besar, dimana makanan dan bakteri pasti melaluinya, menujukkan bahwa ada fungsi usus buntu untuk sistem pencernaan".

Baca juga:  Enzim-enzim pencernaan pada lambung dan usus halus

Catat! 2 fungsi utama usus buntu: berperan dalam sistem pertahanan + membantu proses pencernaan.

Penyakit yang Mempengaruhi Usus buntu

Penyakit yang umumnya mempengaruhi usus buntu adalah radang usus dan tumor karsinoid. Meskipun para ilmuwan percaya bahwa usus buntu memiliki fungsi yang berguna bagi tubuh, diperbolehkan untuk menjalani operasi usus buntu apabila menimbulkan masalah. Karena apendisitis atau radang usus buntu yang tidak diobati dapat berakibat fatal dan juga karena pengangkatannya tidak menyebabkan efek buruk bagi tubuh.

Penyebab radang usus buntu adalah makanan, yaitu makanan yang sudah menjadi feses, terutama yang strukturnya keras, disebut fecalith. Ada juga jenis makanan yang tidak tercerna dengan baik, misalnya biji-bijan.

Feses atau makanan ini melewati saluran gastrointestinal, masuk secara tidak disengaja ke dalam struktur berongga dengan ujung buntu ini. Apapun yang masuk ke dalamnya akan tetap di sana tanpa ada jalan keluar, sehingga akan mengendap di dalam usus buntu.

Pengendapan makanan atau fecalith di dalam usus buntu menyebabkan sumbatan dan terjadilah pertumbuhan bakteri yang berlebihan. Sebagai hasilnya timbullah peradangan, nanah, gas dan zat beracun.

Jika Anda tidak mengatasi kondisi ini tepat waktu, maka usus buntu yang membengkak bisa pecah. Kondisi ini mengakibatkan usus buntu melepaskan isinya yang berbahaya ke organ dalam yang sensitif, sehingga berpotensi menyebabkan kematian akibat infeksi yang meluas.

Kenali sedini mungkin penyakit ini:

Dokter biasanya mengatasi radang usus buntu dengan segera melakukan operasi pengangkatan, jika tidak korban dapat meninggal. Operasi pengangkatan ini tidak menimbulkan efek yang merugikan bagi tubuh manusia, meskipun menghilangkan fungsi usus buntu.

Kesimpulan  dan Fakta Tentang Fungsi Usus Bantu

Inilah beberapa fakta menarik tentang usus buntu yang perlu Anda tahu:

  • Hewan herbivora tertentu memiliki struktur seperti usus buntu yang menempel pada usus besar. Struktur ini ternyata membantu proses pencernaan, dan hal ini sama dengan yang dimiliki oleh tubuh manusia.
  • Ribuan tahun yang lalu nenek moyang kita memakan sayuran mentah untuk bertahan hidup. Jadi, usus buntu berfungsi untuk menghancurkan bahan kimia tertentu pada tanaman yang kompleks dan sulit dicerna itu.
  • Pada seekor beruang Koala (seekor mamalia yang memakan daun kayu putih), usus buntu masih dalam keadaan fungsional dan membantu menghancurkan bahan kimia tumbuhan yang dikonsumsi.
  • Dalam sistem pencernaan hewan-hewan ini, ada sejumlah besar bakteri baik yang membantu proses pencernaan bahan tanaman yang kompleks. Bakteri baik juga berperan dalam melawan bakteri jahat yang ada dalam saluran cerna, keseimbangan ini harus dijaga.
  • Jika tubuh kehilangan bakteri baik, maka seseorang akan mengalami banyak masalah kesehatan. Disinilah fungsi usus buntu mengambil perannya untuk menampung bakteri baik.

Demikianlah ulasan mengenai fungsi usus buntu bagi tubuh manusia. Meskipun pengangkatan usus buntu diperbolehkan, kita tetap harus menjaga keadaan usus buntu sehat sehingga dapat bekerja dengan semestinya.

17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Wu, S. C., Chen, W. T. L., Muo, C. H., Ke, T. W., Fang, C. W., Sung, F. C. (2015, February 25). Association between appendectomy and subsequent colorectal cancer development: An Asian population study. PloS One, 10(2), e0118411 (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4339380/)
Varadhan, K. K., Neal, K. R., Lobo, D. N. (2012, April 5). Safety and efficacy of antibiotics compared with appendectomy for treatment of uncomplicated acute appendicitis: Meta-analysis of randomised controlled trials. BMJ, 344, e2156 (http://www.bmj.com/content/344/bmj.e2156)
Svensson, E., Horváth-Puhó, E., Stokholm, M. G., Sørensen, H. T., Henderson, V. W., Borghammer, P. (2016, September 13). Appendectomy and risk of Parkinson's disease: A nationwide cohort study with more than 10 years of follow-up [Abstract]. Movement Disorders, 31(12), 1918-1922 (http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/mds.26761/abstract;jsessionid=EF24C68D4241059D0C798D4B676C06F5.f01t03)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app