Fortec : Manfaat,Efek Samping,dan Dosis

Update terakhir: May 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.362.312 orang

Obat ini berasal dari tumbuhan yang bernama schisandra chinensis telah digunakan sebagai agen anti bakteri di beberapa negara Asia. 

Dari waktu ke waktu, Obat ini digunakan untuk mengatasi batuk kronis, sesak napas, diare, keringat malam, berat badan yang turun drastis tanpa direncanakan, tidak enak badan, gangguan jantung, dan gangguan tidur seperti insomnia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Mengenai Fortec

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Tablet 

Kandungan:

Biphenyl Dimethyl Dicarboxylate

Apa itu obat Fortec?

Schisandra chinensis digolongkan menjadi schisandrin B dan schisandrin C. Diphenyl dimethyl bicarboxylate (DDB) yang lebih dikenal dengan merek dagang Fortec termasuk ke dalam golongan obat schizandrin C yang dipercaya dapat mengobati beberapa penyakit hati. 

DDB memiliki potensi untuk melindungi hati dan dapat digunakan dalam pengobatan hepatitis kronis akibat virus dan penyakit hati yang disebabkan oleh penyakit yang berbeda di Cina maupun beberapa negara Asia lainnya.

Dalam beberapa dekade terakhir, dunia mulai memahami kemungkinan kegunaan dan aplikasi klinis dari penggunaan Fortec. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Dalam beberapa tahun terakhir, orang-orang antusias untuk menggali potensi terapi baru dalam pengobatan penyakit hati, dan memang, hubungan antara potensi Fortec dalam mengatasi penyakit hati telah banyak ditemukan dalam studi klinis. 

Seiring dengan perkembangan ini, ada juga kontroversi tertentu tentang senyawa sintetis ini, di masa lalu orang biasanya menggunakannya sebagai agen untuk meningkatkan fungsi hati dan menurunkan serum alanine aminotransferase (ALT) akibat infeksi virus hepatitis dan pada luka hati yang disebabkan oleh berbagai bahan kimia dan obat-obatan.

Namun, baru-baru ini para ilmuan mulai menyelidiki bahwa efek Fortec tidak hanya dapat digunakan sebagai anti-virus, tetapi juga dapat digunakan untuk mengobati suatu kondisi yang disebut fatty liver (kondisi dimana terjadi penumpukan lemak pada jaringan hati), dan berpotensi untuk digunakan sebagai anti-tumor. 

Apakah schisandra chinensis memang dapat digunakan sebagai ramuan untuk mengobati beberapa penyakit pada hati sepenuhnya? Apakah Fortec memainkan peran utama dalam pengobatan hepatitis akibat infeksi virus dan kerusakan hati lainnya? 

Dalam ulasan singkat ini, akan dibahas mengenai fungsi Fortec saat ini dalam pengobatan penyakit hati, dan membahas kemungkinan pengobatan lain yang dapat diberikan dari pemberian Fortec untuk peran lebih lanjut dalam terapi penyakit hati.

Apa saja kegunaan Fortec dalam dunia medis?

Foretec dapat diberikan dalam pengobatan hepatitis akibat infeksi virus, Fortec sebagian besar diindikasikan sebagai hepatoprotektan ajuvan (melindungi jaringan hati dari kerusakan). Namun, penelitian terbaru menunjukkan Fortec mungkin memiliki efek anti-HBV.

Selain dapat digunakan sebagai anti virus, Fortec juga memiliki aktivitas antikanker dan dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan pada sel kanker

Fortec juga efektif dalam mengobati atau mencegah hepatitis kronis yang disebabkan oleh bahan kimia atau keracunan obat (terutama obat antituberkulosis).

Bagaimana dosis dan cara penggunaannya?

Setiap tablet Fortec mengandung biphenyl dimethyl dicarboxylate 25 mg dan bahan lain seperti Laktosa, pati jagung, povidone, CMC kalsium, magnesium stearate. Cara penggunaan obat ini diminum setelah makan dengan segelas air. 

Tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan Anda tentang pertanyaan apa pun yang mungkin Anda miliki tentang cara menggunakan tablet Fortec®.

Aturan pakai : 1 tablet 3 kali sehari. Jika SGPT (enzim hati yang menandakan kerusakan pada hati) tidak berkurang menjadi normal setelah pemberian Fortec selama 1-2 bulan, dosis harus ditingkatkan menjadi 2 tablet 3 kali sehari. Lama pengobatan diberikan minimal 6 bulan dan 1 tahun.

Efek samping apa yang dapat ditimbulkan dari penggunaan Fortec?

Gejala alergi dapat timbul bersamaan dengan penggunaan Fortec. Gejala alergi meliputi gatal-gatal, sesak napas, muka membengkak, muncul ruam kemerahan dan sebagainya.

Amaurosis ikterus (suatu kondisi yang menyerupai penyakit kuning) dapat terjadi. Biasanya gejala ini akan menghilang ketika obat dihentikan atau terapi untuk penyakit kuning diberikan bersamaan. Mungkin Anda akan mengalami mual dan muntah selama pengobatan menggunakan obat ini.

Efek samping di atas bukanlah daftar lengkap dari efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan obat-obatan ini. Bicarakan dengan dokter atau cek pada label yang tertera pada kemasan untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai efek samping obat ini..

Apakah obat ini aman selama kehamilan atau menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai pada wanita mengenai penggunaan Fortec® selama kehamilan atau saat menyusui

Harap selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum mengambil Fortec®. Fortec® teramasuk obat kategori X yang mana tidak dianjurkan untuk digunakan selama masa kehamilan dan menyusui, menurut US Food and Drug Administration (FDA). 

Selalu berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan Anda sebelum menggunakan obat ini jika Anda sedang hamil atau menyusui.

Apakah obat ini aman digunakan bersamaan dengan obat lain?

Minyak galat (GO) dan Fortec, memiliki mekanisme yang sinergis dalam pengobatan pasien dengan hepatitis virus, penggunaan keduanya secara bersamaan lebih efektif dalam mencegah terjadinya cedera hati akut, dibandingkan dengan pengobatan menggunakan GO atau Fortec saja.

Konsultasikan semua pengobatan yang Anda gunakan atau baru Anda gunakan seperti obat bebas, vitamin, suplemen atau obat herbal apapun kepada dokter Anda untuk memahami interaksi yang dapat terjadi lebih lanjut mengenai penggunaan obat ini.

Pada kondisi apa obat ini tidak dapat diberikan? 

Obat ini dikontraindikasikan pada pasien dengan yang memiliki riwayat alergi terhadap obat ini kandungan lain yang terkandung di dalam obat ini.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp