Fomepizole: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Feb 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 770.957 orang

Fomepizole merupakan salah satu jenis obat yang digunakan untuk mencegah kontaminasi racun di dalam tubuh. Obat ini bekerja sebagai antidote untuk seseorang dengan keracunan metanol atau glycol ethylene. Obat ini juga sering digunakan bersamaan dengan hemodialisa atau cuci darah melalui injeksi intravena.

Farmakologi Fomepizole

Obat fomepizole merupakan salah satu penghambat kompetitif alkohol dehydrogenase. Enzim dehidrogenase merupakan jenis enzim yang mengkatalisasi metabolisme ethylene glycol dan metanol sehingga dapat menimbulkan toksik atau racun di dalam tubuh.

Dalam tahap awal, fomepizole dimetabolisme ke glucoaldehyde yang memicu oksidasi menjadi glycolate dan oxalate yang bertanggung jawab dalam respon asidosis metabolik dan gangguan ginjal pada keracunan ethylene glycol.

Metanol pertama-tama di metabolisme menjadi formaldehyde dan beroksidasi menjadi asam formik. Asam formik merupakan zat asam yang memicu asidosis metabolik dan gangguan penglihatan pada keracunan metanol.

Manfaat Fomepizole

Obat fomepizole bermanfaat sebagai antitoksin pada kasus keracunan ethylene glycol dan metanol.

Keracunan Ethylene Glycol

Ethylene glycol merupakan zat cair yang tidak berwarna yang sangat beracun. Kasus keracunan ethylene glycol banyak terjadi pada tahun 1930-an akibat kontaminasi ethylene glycol dengan bahan makanan dan obat-obatan.

Hasil temuan kristal kalsium oksalat pada pemeriksaan urin menandakan adanya kadar ethylene glycol di dalam tubuh, Gejala yang ditemukan antara lain:

  1. Gangguan saraf dan pencernaan
    Biasanya timbul pada 30 menit hinga 12 jam pertama kontaminasi ethylene glycol. Gejalanya antara lain pusing, gangguan gerakan otot, depresi, sulit berbicara, kejang, gerakan bola mata yang tidak normal, mual, dan muntah.
  2. Gejala keracunan alkohol
    Gejala dibuktikan dengan adanya peningkatan denyut jantung, hiperventilasi, sesak napas, dan asidosis metabolik. Kondisi ini terjadi mulai 12 jam hingga 36 jam paska keracunan. Dari hasi pemeriksaan laboratorium ditemukan adanya penurunan kadar kalsium dalam darah, dan pemanjangan QT interval dalam pemeriksaan EKG dan dapat memicu terjadinya gagal jantung kongestif.
  3. Gagal organ
    Gejala gagal organ berupa gagal ginjal serta temuan lainnya seperti nekrosis tubular akut, dan gagal ginjal akut. Terlihat dari penurunan produksi urin, sel darah merah dalam urin, dan kalsium oksalat di ginjal.

Keracunan Metanol

Keracunan metanol banyak disebabkan oleh cairan dan sangat mematikan meskipun terkontminasi dalam jumlah rendah. Metanol dapat dimetabolisasi dan berubah menjadi asam formik yang dapat beresiko terjadi gangguan saraf mata.

Metanol berubah menjadi formaldehyde melalui alkohol dehiderogenase atau ADH dan berubah menjadi asam formik melalui aldehyde dehydrogenase atau ALDH. ALDH akan berubah menjadi folmat dan dapat menimbulan hipoksia dan asidosis metabolik.

Gejala keracunan metanol diantaranya:

  1. Depresi sistem saraf pusat
  2. Nyeri kepala
  3. Mual muntah
  4. Pusing
  5. Mata menjadi buram
  6. Asidosis metabolik
  7. Gangguan paru-paru

Efek samping Fomepizole

Efek samping yang ditimbulkan pada pengobatan dengan fomepizole antara lain:

  1. Kesulitan bernapas
  2. Gatal
  3. Sensasi panas pada suntikan
  4. Peningkatan denyut jantung
  5. Lemah otot
  6. Kebas
  7. Penurunan buang air kecil
  8. Hangover
  9. Telinga berdenging

Perhatian khusus terkait pengobatan Fomepizole

Informasi penting yang perlu diketahui sebelum mengonsumsi fomepizole:

  1. Obat ini tidak boleh diberikan bagi ibu hamil dan menyusui
  2. Obat ini tidak boleh diberikan tanpa sesuai tindakan medis di rumah sakit

Dosis dan Cara pemakaian Fomepizole

Obat fomepizole tersedia dalam bentuk injeksi intravena yang mengandung vial 1.5 mL (1g/mL) yang diadministrasikan sebagai obat untuk tindakan gawat darurat keracunan metanol dan ethylene glycol.

Selama pemberian obat fomepizole perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium mulai pemeriksaan darah, urin lengkap, dan rekaman kelistrikan jantung guna mencegah terjadinya efek samping dan memantau stabilisasi pasien.

Obat ini diberikan melalui injeksi vial dicampurkan dalam 100 ml sodium klorida 0,9% atau 5% dektrose dan diberikan selama 30 menit. Untuk dosis pemeliharaan dapat dicampurkan dengan dosis yang sama dengan suntikan lebih lambat. Untuk pasien hemodialisis, diberikan selama 4 jam sekali. Obat harus disimpan ke dalam lemari pendingin. Jauhkan dari cahaya matahari dan dari jangkauan anak-anak.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit