Fibroadenoma Mammae - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Mar 9, 2019 Update terakhir: Nov 9, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit

Fibroadenoma mammae (FAM) adalah tumor di payudara yang bersifat jinak. Tidak seperti kanker payudara yang tumbuh makin membesar dari waktu ke waktu dan menyebar ke organ lainnya, fibroadenoma hanya tumbuh pada jaringan payudara dan membesar secara lambat. Tumor jinak FAM tidak menyebabkan nyeri.

FAM berukuran cukup kecil, biasanya hanya 1 atau 2 cm dan jarang berukuran lebih besar dari 5 cm. Tumor ini terasa seperti kelereng yang mudah digerakkan (mobile) di bawah kulit. Jika diraba teksturnya bersifat kenyal dan halus (tidak berbonjol – bonjol). Namun pada beberapa kasus, tumor ini tidak bisa diraba sama sekali.

Penyebab FAM dan Faktor Risiko

Belum diketahui secara pasti apa penyebab fibroadenoma mammae. Tumor ini diduga berhubungan dengan kadar hormon, karena kemunculannya paling sering pada masa kehamilan atau pubertas dan hilang setelah menopause.

Fibroadenoma mammae (FAM) sering terjadi pada wanita yang berusia antara 15 hingga 35 tahun, atau selama kehamilan dan ibu menyusui.

Fibroadenoma mammae merupakan kasus yang sering terjadi. Sekitar 10% wanita pernah mengalami satu benjolan pada payudara, namun karena berukuran kecil dan tidak nyeri, maka sering tidak disadari.  Beberapa peneliti telah menemukan bahwa wanita dengan riwayat keluarga mengalami kanker payudara lebih sering mengalami fibroadenoma mammae. Sebagi besar wanita yang mengalami FAM hanya memiliki 1 benjolan, namun sekitar 10% hingga 15% nya memiliki lebih dari 1 benjolan (tumor).

Ciri-Ciri dan Gejala Fibroadenoma Mammae

Tidak seperti kanker payudara, fibroadenoma mammae tidak menyebabkan keluarnya cairan dari puting, bengkak, kemerahan, atau iritasi kulit sekitar payudara. Jadi tidak ada gejala yang dirasakan oleh penderitanya kecuali hanya adanya benjolan.

Karena fibroadenoma mammae tidak terasa nyeri, maka tumor ini pun kadang jarang disadari hingga anda meraba benjolan saat sedang mandi atau saat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Bisa jadi dokter mungkin mengetahui adanya fibroadenoma mammae sebelum anda sendiri menyadarinya saat dilakukan pemeriksaan kesehatan rutin (medical check up).

Jika Anda menemukan benjolan di pada payudara, maka harus diperiksakan ke dokter. Dokter akan memeriksa benjolan pada payudara anda dan memastikan tekstur dan ukurannya. Meskipun dokter yakin bahwa benjolan tersebut fibroadenoma mammae namun dokter akan tetap menyarankan anda melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikannya.

Beberapa jenis pemeriksaan diantaranya; USG payudara atau pemeriksaan mamogram, tergantung usia dan apakah anda sedang hamil atau tidak. Keduanya adalah pemeriksaan yang berlangsung cepat yang bisa dilakukan di tempat praktik dokter. Radiolog akan memeriksa gambaran jaringan payudara untuk melihat apakah benjolan ini merupakan fibroadenoma mammae atau tipe tumor payudara lainnya.

Selanjutnya, dokter akan memastikan bahwa benjolan tersebut adalah fibroadenoma mammae dengan pemeriksaan biopsi. Biopsi dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan penunjang yang dilakukan, dokter akan memutuskan apakah anda butuh pemeriksaan tambahan dari biopsi atau tidak. Untuk melakukan biopsi, dokter akan memasukkan jarum tipis ke payudara anda dan menarik keluar sedikit bagian dari tumor tersebut.

Pengobatan Fibroadenoma Mammae

Terkadang, kasus fibroadenoma mammae tidak butuh pengobatan. Jika fibroadenoma berukuran kecil, dokter akan merekomendasikan untuk mengobservasi benjolan tersebut guna melihat apakah benjolan membesar atau tidak daripada langsung mengoperasinya. Begitu pula, jika anda mengalami fibroadenoma selama kehamilan atau menyusui, dokter akan menunggu hingga kadar hormon anda kembali normal untuk melihat apakah benjolan menghilang dengan sendirinya.

Jika anda pernah memiliki lebih dari 1 fibroadenoma yang telah dioperasi pada waktu lampau, dan hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa benjolan bersifat jinak, maka dokter juga akan menyarankan untuk menunda membuang benjolan baru tersebut.

Jika fibroadenoma mammae bertambah besar, dokter akan menyarankan untuk membuang tumor tersebut. Kemudian dokter akan mengonfirmasi bahwa tumor tersebut bukan kanker dan tidak bertambah besar serta tidak menginvasi jaringan sekitar payudara.

Dokter memiliki beberapa alternatif terapi, tergantung dari ukuran dan lokasi fibroadenoma yakni:

  • Lumpektomi atau biopsi eksisional, merupakan operasi singkat untuk membuang fibroadenoma.
  • Krioablasi, dokter akan melihat fibroadenoma menggunakan mesin ultrasound saat dokter menempelkan probe di kulit payudara pasien. Probe ini disebut sebagai cryoprobe, akan membekukan jaringan sekitar dan menghancurkan fibroadenoma tanpa operasi.

Pada banyak kasus, fibroadenoma tidak butuh pengobatan. Namun, beberapa wanita memilih untuk mengoperasi fibroadenoma mammae supaya mereka merasa tenang.

Jika dokter yakin bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan klinis payudara, tes pencitraan dan biopsi, anda memiliki fibroadenoma, maka Anda bisa memutuskan untuk menghindari tindakan operatif karena:

  • Pembedahan bisa mengubah bentuk dan tekstur payudara.
  • Fibroadenoma kadang bisa menghilang dengan sendirinya.
  • Payudara memiliki fibroadenoma yang multipel yang bersifat stabil (ukuran tidak berubah berdasarkan perbandingan hasil USG payudara dengan hasil sebelumnya).

Setelah fibroadenoma mammae dibuang, benjolan baru mungkin untuk tumbuh kembali. Benjolan baru pada payudara perlu dinilai dengan mammogram, USG mammae dan biopsi untuk memastikan bahwa benjolan adalah fibroadenoma mammae dan bukan kanker.

Pemeriksaan Follow-Up

Untuk kebanyakan wanita, biasanya tidak butuh pemeriksaan di luar tes skrining rutin yang biasa dilakukan. Lanjutkan untuk melakukan pemeriksaan perubahan payudara dengan dokter.

Jika fibroadenoma mammae yang dimiliki bersifat simpel (yakni hanya benjolan tanpa kista, pengerasan, atau perubahan yang tak biasa) maka benjolan ini biasanya tidak akan berkembang menjadi kanker payudara. Namun jika benjolan tersebut bersifat kompleks, maka benjolan ini berisiko lebih tinggi untuk berkembang menjadi kanker payudara di kemudian hari.

Jika Anda tidak memiliki faktor risiko lainnya seperti riwayat anggota keluarga dengan kanker payudara maka risiko keganasan pada payudara juga rendah. Pastikan anda terus melakukan pemeriksaan rutin dan tanya pada dokter pemeriksaan skrining apa yang anda butuhkan dan kapan.


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Robinson, J. WebMD (2015). Benign Breast Lumps. (https://www.webmd.com/breast-cancer/benign-breast-lumps)
Bernstein, L. WebMD (2016). What Is a Fibroadenoma? (https://www.webmd.com/breast-cancer/what-are-fibroadenomas)
Mayo Clinic (2017). Diseases and Conditions. Fibroadenoma. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fibroadenoma/symptoms-causes/syc-20352752)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app