3 Fakta Seputar Penyakit HPV dan Cara Mencegahnya

Dipublish tanggal: Jul 3, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 3, 2019 Waktu baca: 3 menit
3 Fakta Seputar Penyakit HPV dan Cara Mencegahnya

Mendengar soal virus HPV, hal pertama yang terlintas dalam pikiran Anda kemungkinan besar adalah penyebab kanker serviks. Ya, hal tersebut memang tepat. Selain itu, Anda juga perlu tahu bahwa HPV juga menjadi virus yang sering menyebabkan kutil kelamin.

Namun sayangnya, kutil dianggap sebagai penyakit sepele yang sering kali diabaikan. Padahal. kutil akibat HPV sangat mudah menyebar ke area tubuh lainnya. Agar lebih jelas, berikut kumpulan fakta penyakit HPV yang penting untuk Anda simak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Fakta seputar HPV

Ada beberapa fakta penyakit HPV yang harus Anda ketahui agar Anda bisa segera melakukan upaya pencegahannya. Berikut ini beragam fakta seputar HPV yang penting Anda ketahui, antara lain:

1. Penularan melalui hubungan seksual

Hubungan seksual menjadi salah satu penyebab penyebaran kutil kelamin. Virus HPV dapat berpindah dari satu orang ke orang lain pada saat melakukan hubungan seksual yang tidak aman sebelum menikah. Risiko ini akan semakin besar jika daya tahan tubuh sedang lemah, sehingga virus dapat tumbuh dan berkembang dengan mudah. 

Melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi HPV sangat berkemungkinan besar terjadi penularan. Bagi para pasangan remaja yang belum menikah dan melakukan hubungan seks berisiko, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Hal ini terutama untuk mencegah risiko terkena infeksi menular seksual (IMS).

Baca Juga: Terjangkit Kutil Kelamin Meski Sudah Vaksin HPV, Mengapa?

2. Kondom tidak dapat melindungi secara sempurna

Penggunaan kondom saat berhubungan intim pun ternyata tidak akan cukup menghindarkan Anda dari serangan virus HPV, salah satunya kutil kelamin. Hal ini dikarenakan HPV tidak hanya hidup pada bagian cairan kemaluan saja, akan tetapi juga pada bagian kulit, rambut kemaluan, maupun skrotum.

Penyebaran virus HPV bisa terjadi pada saat melakukan foreplay (pemanasan) maupun saat melakukan kontak fisik. Dengan demikian, sangat disarankan bagi Anda untuk lebih berhati-hati ketika sedang melakukan hubungan seksual.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Baca Selengkapnya: Jenis-Jenis Kondom Beserta Kelebihan & Kekurangannya

3. HPV dapat memicu kanker

Meski identik dengan kanker serviks, segala jenis kanker lainnya juga dapat muncul akibat virus HPV. Beberapa jenis kanker yang dapat terjadi akibat infeksi HPV antara lain penyakit kanker anus, kanker vagina, kanker vulva, kanker penis maupun yang lainnya. 

Untuk mengatasi serangan penyakit kanker serviks, maka sangat disarankan bagi wanita untuk melakukan pap smear secara rutin, terutama ketika memasuki usia subur atau sudah aktif dalam melakukan hubungan seksual. Sementara untuk mendeteksi dini jenis kanker lainnya, Anda dapat rutin berkonsultasi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan fisik sesuai kebutuhan.

Selain karena virus HPV, penyebab kanker juga bisa karena pengaruh kebiasaan merokok. Semakin sering Anda merokok, maka efek radikal bebas maupun racun yang menumpuk dalam tubuh dapat semakin menurunkan daya tahan tubuh.

Jika daya tahan tubuhnya rnedah, maka tubuh akan lebih mudah terserang infeksi HPV. Oleh karena itulah, segera hindari kebiasaan merokok jika Anda tidak ingin terkena penyakit akibat HPV.

Bagaimana cara mencegah infeksi virus HPV?

Vaksin HPV tidak hanya diperuntukkan bagi wanita saja, akan tetapi pria pun juga bisa melakukannya. Terlebih lagi untuk pria yang lebih sering melakukan hubungan seksual, maka melakukan suntik vaksin harus segera dilakukan agar terhindar dari berbagai jenis penyakit kelamin.

Untuk mengecek apakah ada penyakit kanker serviks atau tidak, maka wanita bisa melakukan pap smear. Prosedur medis ini terutama ditujukan untuk para wanita usia subur maupun sudah aktif secara seksual. Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin inilah, tubuh akan terhindar dari risiko infeksi maupun penyakit yang masuk. 

Nah, sekarang Anda tentu sudah lebih paham dengan fakta-fakta menarik seputar penyakit HPV. Jika ingin tidak terkena penyakit yang satu ini, maka sebaiknya lakukan hubungan seks secara aman. Selain itu, lakukan pemeriksaan kesehatan organ intim dan tubuh keseluruhan secara rutin guna mencegah risiko kanker akibat infeksi HPV.

Baca Selengkapnya: Aktif Bercinta? Lakukan 5 Kebiasan Ini Agar Terhindar dari Penyakit HPV

18 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
US Preventive Services Task Force. (2018). Screening for cervical cancer: US Preventive Services Task Force Recommendation Statement. DOI: (http://doi.org/10.1001/jama.2018.10897)
U.S. Food and Drug Administration. (2018). FDA approves expanded use of Gardasil 9 to include individuals 27 through 45 years old [Press release]. (https://www.fda.gov/NewsEvents/Newsroom/PressAnnouncements/UCM622715.htm?utm_campaign=10052018_PR_FDA%20approves%20expanded%20use%20of%20Gardasil%209%20to%20include%20individuals%2027%20through%2045%20years%20old)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app