Aktif Bercinta? Lakukan 5 Kebiasaan Ini Agar Terhindar Dari Penyakit HPV

Dipublish tanggal: Mei 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Aktif Bercinta? Lakukan 5 Kebiasaan Ini Agar Terhindar Dari Penyakit HPV

Penyakit kelamin HPV atau Human papilloma virus (HPV) merupakan golongan virus yang memiliki jenis virus serupa sebanyak 150. Penyakit kelamin semacam ini bisa menimbulkan kutil maupun jenis penyakit lain yang bisa menimbulkan penyakit kanker

HPV sering kali menyerang pada bagian selaput dan kulit yang lembab, seperti anus, leher rahim, tenggorokan maupun mulut.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

HPV tidak akan menimbulkan permasalahan pada kesehatan, karena HPV dapat menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi HPV bisa meninggalkan kutil di dalam tubuh apabila penyakit HPV tidak cepat hilang. 

Apabila HPV tidak segera hilang dan dibiarkan tanpa dilakukan penanganan khusus, maka hal ini bisa menimbulkan penyakit kanker, termasuk kanker tenggorokan, kanker mulut, kanker leher, kanker vagina, kanker anus maupun kanker vulva.

HPV sering kali menyerang bagi orang yang aktif dalam bercinta. 

Jika Anda lebih sering melakukan aktivitas seks, Anda harus melakukan ke 5 kebiasaan berikut agar bisa terhindarkan dari penyakit HPV, diantaranya:

1. Lakukan vaksinasi HPV secara rutin

Mendapatkan vaksinasi HPV secara rutin dapat dilakukan bagi Anda yang rutin melakukan hubungan seksual. Hanya dengan tindakan vaksinasi inilah yang bisa memberikan keamanan bagi Anda serta dapat melindungi diri Anda dan pasangan secara efektif. 

Melalui teknik vaksinasi, Anda akan terhindarkan dari berbagai jenis penyakit, termasuk penyakit kelamin menular maupun penyakit kanker.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

2. Selalu gunakan kondom ketika bercinta

Jika Anda adalah tipe orang yang aktif bercinta dan sering kali bergonta-ganti pasangan, sebaiknya Anda menggunakan kondom. Kondom berguna untuk melakukan pencegahan terhadap serangan penyakit menular

Penggunaan kondom secara tepat bisa menurunkan risiko terhadap serangan penyakit HPV. Akan tetapi peran dari kondom hanya akan melindungi bagian alat vital yang tertutupi kondom saja. Namun sayangnya, HPV dapat menular melalui anggota tubuh yang tidak menggunakan kondom.

3. Lakukan pemeriksaan pada bagian leher rahim

Pemeriksaan pada bagian leher rahim atau kanker serviks sangatlah disarankan bagi Anda yang memiliki aktivitas bercinta lebih rutin. Perkembangan kanker serviks masih bisa dicegah dengan melakukan pemeriksaan di bagian leher rahim secara rutin. 

Terlebih lagi bagi Anda yang berusia 21 hingga 65 tahun, pemeriksaan secara rutin sangatlah disarankan agar terhindarkan dari penyakit HPV.

4. Jangan terlalu sering bergonta ganti pasangan

Terlalu sering bergonta ganti pasangan dapat menimbulkan penularan penyakit, termasuk penyakit HPV. Semakin sering Anda melakukan hubungan seksual dengan bergonta-ganti pasangan, maka akan memberikan peluang yang lebih besar lagi terhadap serangan penyakit kelamin.

5. Jaga kebersihan vagina dengan menggunakan cairan antiseptik

Menggunakan cairan antiseptik dapat dijadikan sebagai solusi bagi Anda yang ingin terhindarkan dari penyakit HPV. Melalui cairan inilah yang akan menjaga kebersihan vagina secara sempurna. Tanpa adanya cairan antiseptik, bagi wanita yang aktif dalam seks, akan lebih rentan terhadap serangan penyakit HPV. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Cairan antiseptik sangat disarankan bagi Anda ketika sedang menstruasi atau ketika keputihan. Sebaiknya Anda menggunakan cairan antiseptik di bagian luar vagina saja.

Apabila vaksin diberikan sejak usia muda, maka kekebalan tubuh juga akan jauh lebih kuat, untuk itu, baik Anda pria maupun wanita diharapkan untuk mendapatkan vaksin sebelum berusia 26 tahun. 

Namun setiap usia memiliki dosis vaksin yang tidak sama, namun yang pasti, penyakit kelamin seperti HPV bisa Anda hindari tidak hanya melalui vaksinasi saja, namun ke 5 cara di atas bisa Anda ikuti.


18 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
US Preventive Services Task Force. (2018). Screening for cervical cancer: US Preventive Services Task Force Recommendation Statement. DOI: (http://doi.org/10.1001/jama.2018.10897)
U.S. Food and Drug Administration. (2018). FDA approves expanded use of Gardasil 9 to include individuals 27 through 45 years old [Press release]. (https://www.fda.gov/NewsEvents/Newsroom/PressAnnouncements/UCM622715.htm?utm_campaign=10052018_PR_FDA%20approves%20expanded%20use%20of%20Gardasil%209%20to%20include%20individuals%2027%20through%2045%20years%20old)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app