Disflatyl: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Jun 25, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Disflatyl adalah merek obat berbentuk tablet kunyah rasa peppermint yang mengandung bahan aktif Dimetilpolisiloksan (DMPS).
  • Obat ini biasa digunakan untuk mengatasi rasa tidak nyaman di perut akibat penumpukan gas, seperti kembung atau sering bersendawa.
  • Dosis Disflatyl untuk dewasa dan anak usia > 12 tahun adalah 40-125 mg per hari atau setara dengan 1-3 tablet. Diminum setelah makan dan sebelum tidur.
  • Ingat, obat Disflatyl merupakan tablet kunyah, sehingga harus dikunyah terlebih dahulu sampai halus sebelum ditelan.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Disflatyl tablet untuk ibu hamil atau menyusui.
  • Klik untuk mendapatkan Disflatyl atau obat lambung & gastrointestinal lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

Disflatyl adalah merek obat berbentuk tablet kunyah rasa peppermint yang mengandung bahan aktif Dimetilpolisiloksan (DMPS). Obat ini biasa digunakan untuk mengatasi keluhan ketidaknyamanan pada perut akibat gas yang berlebihan pada saluran cerna, seperti kembung, sering bersendawa, perut terasa penuh, begah, dan mudah kenyang.

Dimetilpolisiloksan (DMPS) atau simethicone merupakan anti foaming agen yang dapat mencegah terbentuknya gelembung-gelembung yang dicetuskan oleh asam lambung, baik dalam lambung dan usus 12 jari. Inilah yang membuat dimetilpolisiloksan digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan ketidaknyamanan akibat gas pada saluran cerna.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Dalam obat Disflatyl, Dimetilpolisiloksan (DMPS) tidak dikombinasikan dengan antasida seperti pada Polysilane. Hal ini bertujuan agar kerja anti foamingnya (anti gelembung) bekerja lebih efektif. Alasan lainnya karena penambahan antasida berpotensi menimbulkan efek samping berupa konstipasi ataupun diare dan rentan terhadap interaksi dengan obat lainnya.

Mengenal Obat Disflatyl

Golongan

Obat bebas (tanpa resep dokter)

Kemasan

1 dos isi 10 strip @ 10 tablet kunyah

Kandungan

Setiap tablet mengandung dimetilpolisiloksan aktif 40 mg

Manfaat Disflatyl

Obat Disflatyl dapat digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi berikut:

  • Penumpukan gas pada saluran cerna akibat proses pencernaan makanan yang tidak sempurna, misalnya intoleransi makanan.
  • Rasa penuh dan 'sumpek' pada lambung yang terasa pada perut bagian atas.
  • Perut kembung pada pasien dengan gangguan fungsi hati.
  • Meteorismus atau penumpukan gas pada lambung dan usus setelah menjalani operasi akibat pengaruh zat anastesi (bius) atau pada pasien rawat inap.
  • Premedikasi sebelum pemeriksaan rontgen (X-ray) dan pemeriksaan teropong lambung (gastroskopi).

Kontraindikasi

Meskipun tergolong aman, namun tidak semua orang boleh menggunakan obat ini. Obat Disflatyl tidak boleh digunakan pada kondisi-kondisi sebagai berikut:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Dosis Disflatyl

Perlu dipahami bahwa dosis obat ini bisa berubah tergantung banyak faktor, seperti usia dan tujuan penggunaan. Secara umum, berikut dosis Disflatyl

Mengatasi gangguan lambung fungsional, kembung pasca operasi dan perut kembung

  • Dosis dewasa dan anak usia > 12 tahun: 40-125 mg per hari atau setara dengan Disflatyl 1-3 tablet, diminum setelah makan dan sebelum tidur.

Premedikasi gastroskopi atau endoskopi

  • Dosis dewasa dan anak usia > 12 tahun: 67 mg atau setara dengan Disflatyl 1-2 tablet, diberikan sebelum dilakukan pemeriksaan.
Ingat! Obat Disflatyl merupakan tablet kunyah, maka dari itu harus dikunyah terlebih dahulu sampai halus sebelum ditelan.

Efek Samping Disflatyl

Pada kasus yang jarang terjadi, efek samping yang berhubungan dengan tablet Disflatyl telah dilaporkan. Ketika efek samping ini terjadi, maka carilah bantuan medis segera.

Reaksi alergi bisa terjadi pada orang-orang yang rentan, berupa:

  • Iritasi kulit
  • Gatal-gatal ruam kulit
  • Kulit kemerahan
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada
  • Pembengkakan pada wajah, lidah bibir atau tenggorokan.

Efek samping yang umum termasuk sakit kepala, mual, muntah, sembelit, diare dan kram perut. Konsultasikan dengan dokter jika salah satu efek samping dari tablet Disflatyl terus berlangsung dan menyusahkan.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat Disflatyl adalah sebagai berikut:

  • Hindari penggunaan obat ini jika Anda alergi terhadap simetikon atau dimetilpolisiloksan.
  • Gunakan obat ini setelah makan, pada waktu tidur, atau ikuti petunjuk yang diresepkan oleh dokter. Penting sekali untuk menjaga pola makan yang diresepkan oleh dokter bersama dengan penggunaan obat untuk hasil yang efektif. Konsultasikan dengan dokter mengenai daftar makanan apa saja yang harus Anda menghindari untuk mengendalikan penyakit.
  • Simetikon yang terkandung dalam Disflatyl dapat berinteraksi dengan obat lain dan menyebabkan efek samping yang parah. Oleh sebab itu, beri tahukan pada dokter jika Anda menggunakan obat lain, suplemen vitamin, atau obat herbal untuk penyakit tertentu.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Disflatyl tablet untuk ibu hamil atau menyusui.
  • Gunakan dosis sesuai instruksi dokter. Jika overdosis terjadi, segera hentikan obat dan mencari pertolongan medis segera.
  • Simpanlah Disflatyl tablet pada suhu kamar dan jauh dari sinar matahari langsung. Amankan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini dapat menyebabkan mengantuk, hindari menggunakannya saat mengemudi atau mengoperasikan mesin berat.

Artikel terkait:


15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Brecević, L & Bosan-Kilibarda, Ingrid & Strajnar, Franjo. (1994). Mechanism of antifoaming action of simethicone. Journal of applied toxicology : JAT. 14. 207-11. 10.1002/jat.2550140311.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/15114732_Mechanism_of_antifoaming_action_of_simethicone)
Watson, Megan. (2014). Therapeutic Review: Simethicone. Journal of Exotic Pet Medicine. 23. 10.1053/j.jepm.2014.08.001.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/264498597_Therapeutic_Review_Simethicone)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Buka di app