Demam Naik Turun, Bisa Jadi Sebabkan 3 Penyakit Ini

Dipublish tanggal: Sep 11, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 2 menit
Demam Naik Turun, Bisa Jadi Sebabkan 3 Penyakit Ini

Hampir semua manusia pernah mengalami demam. Demam ditandai dengan naiknya suhu tubuh diatas normal sebagai upaya pertahanan menangkal infeksi berupa virus, bakteri, ataupun reaksi alergi

Suhu tubuh baru bisa dikatakan demam jika telah mencapai 38 derajat Celcius.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Biasanya demam yang tergolong ringan dapat sembuh dengan sendirinya. Demam yang termasuk tinggi dapat dibantu dengan mengonsumsi obat penurun panas berupa paracetamol atau ibuprofen

Meskipun merupakan suatu hal yang sangat umum, demam yang tak kunjung membaik dan cenderung fluktuatif tidak boleh disepelekan. Demam jenis ini bisa muncul dan reda dengan frekuensi yang beragam. 

Dikhawatirkan, naik turunnya demam menjadi gejala dari suatu penyakit yang cukup serius, seperti demam berdarah, tifus, hingga malaria.

Penyakit Demam naik turun

Demam yang naik turun bisa jadi merupakan indikasi beberapa penyakit di bawah ini:

Demam berdarah atau istilah lainnya Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit akibat virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. 

Penyakit ini biasanya banyak menyebar di musim penghujan dikarenakan karakteristik nyamuk Aedes aegypti yang memerlukan air mengenang dan tempat lembab untuk berkembang biak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Gejala demam berdarah dapat terjadi antara 4 hingga 7 hari sejak nyamuk menggigit. Tanda awal yang biasa tampak berupa menggigilnya sekujur tubuh dan muncul bercak kemerahan. 

Setelah itu akan terjadi demam yang terus berlangsung hingga hari ke tujuh. Naiknya suhu tubuh bersifat naik turun, hingga mengalami puncak tertinggi sekitar 40 derajat celcius. 

Suhu kemudian akan menurun selama beberapa hari, dan kembali naik tetapi tidak lebih tinggi dari sebelumnya.

Orang biasanya bingung membedakan antara demam biasa dengan demam akibat gejala DBD. Perbedaan yang paling jelas yaitu demam DBD bisa mencapai suhu yang sangat tinggi hingga 40 derajat celcius. 

Demam DBD juga murni hanya kenaikan suhu tubuh, tidak disertai gejala lain seperti flu dan batuk.

Gejala lain yang menandai seseorang terkena demam berdarah diantaranya adalah nyeri pada otot dan sendi, kehilangan nafsu makan, perut terasa mual, dan muncul ruam kemerahan pada kulit.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31
  • Tipes

Tipes atau demam tifoid adalah penyakit yang menyebar melalui makanan atau cairan yang telah terinfeksi bakteri Salmonella typhi.Setelah makanan yang terkontaminasi dikonsumsi oleh penderita, bakteri ini akan masuk ke peredaran darah. 

Bakteri kemudian dibawa ke hati dan sumsum tulang belakang oleh sel darah putih. Saat inilah biasanya muncul gejala demam. Demam karena tifus berlangsung selama beberapa hari dengan pola naik turun. 

Suhu tubuh umumnya akan meningkat hingga sangat tinggi (sekitar 40 derajat Celcius).

Selain demam, gejala tipes yang muncul yaitu sakit kepala, muncul ruam dan bintik kemerahan, diare, hilangnya nafsu makan, dan muntah-muntah.

Penyakit ini menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi gen penyebab malaria. Umumnya penyakit ini hanya menyebar di daerah beriklim tropis.

Gejala malaria muncul antara satu hingga dua minggu sejak gigitan nyamuk. Gejala yang biasa dirasakan adalah demam tinggi, tubuh menggigil, muncul keringat dingin, sakit kepala, mual dan muntah, dan diare.

Demam pada penderita malaria mengalami kenaikan dan penurunan dalam kurun waktu 24-72 jam. Biasanya demam akan disertai kondisi menggigil, kemudian diikuti oleh rasa lelah dan muncul keringat.

Malaria termasuk penyakit yang langka dan cukup membahayakan nyawa. Sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami kondisi yang disebutkan diatas.

14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Malaria Symptoms, Treatment, Causes, Types, Contagious & Prevention. MedicineNet. (Accessed via: https://www.medicinenet.com/malaria_facts/article.htm)
Malaria: Symptoms, treatment, and prevention. Medical News Today. (Accessed via: https://www.medicalnewstoday.com/articles/150670)
Malaria: Symptoms & Types. WebMD. (Accessed via: https://www.webmd.com/a-to-z-guides/malaria-symptoms#1)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app