Cygest: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 25, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 5 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Cygest adalah salah satu obat penguat kandungan berbentuk suppositoria vagina ataupun rektal dengan kandungan progesteron untuk membantu menjaga kehamilan serta mencegah keguguran pada ibu hamil
  • Cygest juga digunakan untuk membantu masalah pada area genital wanita yang disebabkan oleh kekurangan hormon progesteron seperti PMS dan pendarahan rahim
  • Cygest tergolong dalam kelompok obat keras yang penggunaannya tidak boleh sembarangan dan harus dengan resep dokter
  • Obat Cygest tersedia dalam kemasan 400 mg dan 200 mg tablet suppositoria vaginal dan rektal yang penggunaanya hanya pada vaginal maupun rektal
  • Beberapa jenis obat yang dapat berinteraksi dengan Cygest, di antaranya Ciclosporin, Carbamazepine, Griseofulvin, Phenobarbital, Phenytoin, Rifampicin, Ketoconazole
  • Klik untuk mendapatkan Cygest atau obat hormon lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD

Cygest obat apa?

Cygest adalah salah satu obat penguat kandungan berbentuk suppositoria vagina ataupun rektal dengan kandungan progesteron. Pemberian terapi progesteron dilakukan untuk membantu kehamilan serta mencegah keguguran pada ibu hamil. Cygest juga digunakan untuk membantu masalah pada area genital wanita yang disebabkan oleh kekurangan hormon progesteron seperti PMS dan pendarahan rahim.

Cygest digolongkan dalam kelompok obat keras yang penggunaannya tidak boleh sembarangan dan harus dengan resep dokter. Sebagai tambahan informasi berikut kami ulas kegunaan, dosis lazim, efek samping, kontraindikasi, kemungkinan interaksi dengan obat lain serta informasi keamanan obat ini untuk wanita hamil dan menyusui.

Ikhtisar Obat Cygest

Jenis obat Hormon
Kandungan Progesteron
Kegunaan Penguat kandungan pada wanita rentan keguguran atau keguguran berulang, membantu siklus konsepsi dan mengatasi pre-menstrual sindrom serta terapi pendarahan uterus
Kategori Obat Resep
Konsumen Dewasa
Kehamilan Kategori B
Sediaan Cygest 400 mg dan 200 mg tablet suppositoria vaginal dan rektal

Mekanisme Kerja Cygest

Progesteron alami di tubuh merupakan hormon utama yang disekresikan oleh korpus luteum di ovarium, organ reproduksi wanita. Dalam bentuk sintesisnya progesteron pada Cygest bertindak layaknya progesteron alami atau endogen dengan mengikat reseptor progesteron dan estrogen.

Setelah dikonsumsi, senyawa progesteron akan bertindak pada sel target yang meliputi saluran reproduksi wanita, hipotalamus, kelenjar susu, dan hipofisis. Progesteron akan mengikat pada reseptor progesteron dan estrogen yang kemudian memperlambat pelepasan hormon GnRH di hipotalamus dan mengurangi lonjakan hormon LH pre-ovulasi.

Pada wanita dengan hormon estrogen endogen yang cukup, progesteron akan mentransformasi endometrium dari fase proliferatif menjadi fase sekretori yang mendukung terjadinya konsepsi atau pembuahan. Progesteron sangat penting dalam perkembangan jaringan desidual rahim untuk meningkatkan penerimaan endometrium terhadap implantasi embrio.

Jika terjadi konsepsi, terbentuk embrio dan terjadi penempelan pada dinding rahim maka progesteron akan bertindak mempertahankan kehamilan. Progesteron juga merangsang pertumbuhan jaringan susu dan melemaskan otot polos rahim.

Manfaat Cygest

Cygest digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi kesehatan pada wanita yang disebabkan oleh kekurangan hormon progesteron, di antaranya:

  • Terapi perdarahan uterus abnormal.
  • Membantu siklus konsepsi pada fase luteal atau pada fertilisasi in-virto.
  • Mengatasi nyeri premenstrual sindrom (PMS).
  • Penguat kandungan pada kasus kehamilan terancam keguguran.
  • Penguat kandungan pada kehamilan dengan riwayat abortus hibitualis (keguguran berulang).

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

Dosis Cygest 

Cygest tersedia dalam bentuk tablet suppositorial vaginal atau rektal dengan kekuatan dosis tiap tablet suppositorialnya mengandung 200 mg atau 400 mg progesterone.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Cygest untuk mendukung fase luteal

  • Dosis dewasa: 400 mg 2 kali sehari

Dosis Cygest untuk mengatasi nyeri PMS

  • Dosis dewasa: 200 mg per hari atau ditingkatkan hingga 2 kali 400 mg per hari. Terapi diberikan pada hari ke 14 siklus menstruasi dan dilanjutkan hingga terjadi menstruasi. Jika gejala PMS muncul saat ovulasi, terapi dapat dimulai dari tanggal 12 siklus menstruasi.

Aturan pakai:

  • Obat ini hanya untuk penggunaan vaginal maupun rektal.
  • Perhatikan cara penggunaan yang tertera pada kemasan obat ini dan bila perlu gunakan alat suppositoria untuk mempermudah memasukkannya ke dalam area kewanitaan.
  • Jika menggunakan tangan, cuci bersihkan dahulu tangan Anda dan masukkan tablet Cygest ke dalam vagina dan tekan hingga kurang lebih 3-4 cm ke dalam.
  • Obat ini sangat mudah lumer, hindari terkena panas dan segera gunakan setelah di buka dari kemasan pelindungnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai menggunakannya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera menggunakannya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Cygest pada jadwal berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Cygest

Cygest umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. Efek samping Cygest tersebut meliputi:

  • Menstruasi datang lebih cepat atau terlambat.
  • Tukak saluran cerna, diare dan kembung pada penggunaan rektal.
  • Rasa tidak nyaman, kering, gatal, perih pada area kewanitaan.

Efek Overdosis Cygest

Belum ada data yang menunjukkan efek overdosis penggunaan Cygest. Namun, penggunaan dosis tinggi dalam jangkat waktu yang lama mungkin menyebabkan efek overdosis. Gejala yang mungkin timbul seperti nyeri, rasa panas dan gatal pada area kewanitaan serta perdarahan yang tak biasa. Jika hal ini terjadi, konsultasikanlah dengan dokter Anda agar mendapatkan perawatan yang tepat.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Cygest, diantaranya yaitu:

  • Ciclosporin. Menghambat metabolisme ciclosporin.
  • Carbamazepine, griseofulvin, phenobarbital, phenytoin, rifampicin. Meningkatkan waktu pembersihan obat-obat ini.
  • Ketoconazole. Meningkatkan level progesteron dalam darah.

Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap obat ini.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi hati.

Bolehkah Cygest untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Bahan aktif Cygest berupa progesterone digolongkan dalam kategori B untuk ibu hamil. Hal itu berarti studi pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Oleh karena itu penggunaan pada wanita yang berencana hamil dianggap masih aman.
  • Progesterone diketahui dapat terekskresi dan mengontaminasi ASI ibu menyusui sehingga berpotensi mengganggu kesehatan bayi yang menyusu, namun belum  diketahui efek apa yang akan terjadi. Oleh karena itu penggunaan obat ini pada ibu menyusui sebaiknya dihindari atau jika sangat dibutuhkan dan sebaiknya di bawah pengawasan dokter.

Artikel terkait:


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Cygest Dosage & Drug Information. mims.com. (https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cygest)
Shifren JL, et al. (2018). The North American Menopause Society recommendations for clinical care of midlife women. (http://www.menopause.org/publications/clinical-care-recommendations)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app