Kenali Obat Susah Kencing dan Efek Sampingnya

Dipublish tanggal: Agu 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 23, 2020 Waktu baca: 3 menit
Kenali Obat Susah Kencing dan Efek Sampingnya

Susah kencing merupakan suatu kondisi yang sangat menyiksa sehingga dibutuhkan penanganan. Salah satunya dengan pemberian obat susah kencing yang disesuaikan dengan penyebabnya sehingga memperlancar buang air kecil. Pasalnya ada beragam obat yang dapat digunakan untuk mengatasi kondisi susah buang air kecil ini. Oleh karenanya sangat penting untuk mengetahui cara kerja obat susah kencing dan kemungkinan efek samping yang bisa terjadi. 

Kebiasaan buang air kecil yang normal adalah sebanyak 4-6 kali dalam sehari. Otot kandung kemih akan melemah jika kencing terlalu sering ditahan dan kondisi susah buang air kecil tersebut pastilah sangat mengganggu ketika sedang menjalankan aktivitas sehari-hari.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Umumnya, kondisi susah kencing ini akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu dan dapat dialami oleh siapa saja dari segala usia. Meskipun kondisi ini biasanya terjadi pada pria lansia akibat adanya pembesaran kelenjar prostat, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa wanita juga bisa mengalami kondisi susah kencing. 

Susah buang air kecil bisa juga terjadi bersamaan dengan beberapa gejala lain, seperti menetesnya atau melemahnya aliran urine, muncul rasa nyeri saat buang air kecil, dan rasa tidak selesai setelah kencing. 

Selain pembengkakan kelenjar prostat, kondisi susah kencing juga dapat disebabkan oleh prostat atau saluran kemih yang terinfeksi, pengaruh obat-obatan (obat flu dan pilek, vitamin atau suplemen tertentu), kelainan sistem saraf, efek samping akibat operasi, striktur atau jaringan parut yang terbentuk dan menyumpat saluran kemih, batu ginjal, gonore, prostatitis kromis, serta kanker.

Baca juga: Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kencing secara Alami

Mengenal obat susah kencing dan efek sampingnya

Pemberian obat susah kencing selalu didasari oleh apa yang menjadi penyebabnya sehingga obat untuk kondisi ini tidak dapat diberikan sembarangan. Misalnya jika penyebab dari susah kencing adalah infeksi, maka obat yang diberikan adalah antibiotik. Sedangkan jika kondisi tersebut disebabkan oleh pembesaran prostat, maka obatnya adalah obat untuk mengobati pembesaran prostat. 

Berikut ini terdapat berberapa resep obat yang digunakan untuk mengatasi susah buang air kecil beserta kemungkinan efek sampingnya, yaitu:

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

5-alpha reductase inhibitor 

Jenis obat ini diberikan untuk mengatasi masalah susah kencing yang terjadi akibat adanya pembesaran prostat. Cara kerjanya adalah dengan mengurangi ukuran prostat dan membantu memperlancar kemampuan buang air kecil. 

Obat dengan golongan 5-alpha reductase inhibitor yang biasanya diresepkan oleh dokter adalah finasteride dan dutasteride. Saat mengonsumsi obat ini, efek samping yang dapat Anda alami berupa alergi, berkurangnya libido, gangguan ejakulasi, impotensi, pria mengalami pembesaran payudara (ginekomastia), pusing, dan kanker payudara atau kanker prostat. 

Alpha blockers 

Bekerja dengan cara melemaskan otot prostat sehingga aliran urine dapat dengan mudah mengalir ke saluran kencing, alpha blockers merupakan obat susah kencing yang pertama kali digunakan dalam mengatasi susah buang air kecil karena prostat yang membesar. 

Obat-obata yang masuk dalam golongan alpha blockers antara lain adalah tamsulosi, doxazosin, dan prazosin. Beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi akibat obat golongan ini adalah penurunan tekanan darah, rasa nyeri di dada, gangguan ejakulasi, priapismus, mual, lemas, dan alergi. 

Estrogen 

Estrogen biasanya diberikan pada pria dengan tujuan untuk menurunkan kecepatan pertumbuhan jaringan prostat. Pasalnya pada pria khusunya lansia, pertumbuhan jaringan prostat yang menyebabkan mereka mengalami susah buang air kecil. Dengan memberikan estrogen, ukuran prostat dapat berkurang sehingga akan memperlancar kemampuan buang air kecil. 

Pemasangan kateter urine 

Pemasangan kateter urine biasanya dilakukan saat kondisi susah buang air kecil ini menyebabkan nyeri atau urine menumpuk di kandung kemih dan tidak dapat dikeluarkan. Apabila kondisi susah kecing terjadi akibat prostat membesar, striktur, atau tumor, maka kateter akan dipasang melalui lubang yang dibuat di bagian bawah perut. Sebelum melakukan tindakan ini, pasien biasanya dibius terlebih dahulu. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Baca juga: Prosedur Pemasangan Kateter Urin

Prosedur operasi 

Jika prostat mengalami pembesaran dengan ukuran sangat besar atau kondisi susah kecing tidak dapat diatasi dengan pengobatan sebelumnya, maka tindakan operasi dapat dilakukan mengatasi susah buang air kecil. 

Jenis operasi yang dapat dilakukan berupa operasi prostat melalui saluran kemih (TURP) dengan uretrotomi internal yakni tindakan operasi untuk menangani saluran kemih yang tersumbat akibat striktur. Efek samping dari tindakan ini dapat berupa infeksi saluran kemih, pendarahan, inkontinensia urine, hingga kerusakan pada kandung kemih dan ginjal. 

Untuk mengatasi susah air kecil dengan sederhana, Anda bisa mengompres bagian bawah perut menggunakan air hangat agar otot kandung kemih terelaksasi dan membantu memperlancar buang air kecil. Namun jika kondisi tidak lebih baik, segera kunjungi dokter agar keluhan susah buang air kecil dapat segera ditangani. Anda kemungkinan akan menjalani pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk menentukan diagnosis. Jika penyebab susah kencing sudah diketahui, maka dokter dapat memberikan obat yang tepat untuk mengatasi keluhan.

8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Ellsworth, P.I., et al., Emedicinehealth (2016). Inability to Urinate. (https://www.emedicinehealth.com/inability_to_urinate/symptom.htm)
Anderson L., Drugs (2014). Benign Prostatic Hypertrophy (BPH): Drug and Surgical Treatment Options. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4754003/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app