Kenali Cegukan​ Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 345.668 orang

Cegukan terjadi karena adanya kontraksi pada diagfragma yang mengakibatkan diafragma mengejang, lalu udara yang masuk dari tenggorokan menghantamgt;otak suara dan menutupi pita suara dengan tiba-tiba hingga menghasilkan bunyi “hic” yang khas. Diafragma adalah otot berbentuk kubah yang membatasi antara paru-paru dan rongga perut yang berperan penting untuk proses pernapasan. Saat menarik napas, diafragma akan tertarik ke bawah sehingga udaragt;dapat masuk ke paru-paru, dan diafragma akan mengendur kembali saat udara dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung dan mulut.

Penyebab Cegukan

Cegukan dalam dunia medis dikenal dengan nama synchronous diaphragmatic flutter or singultus (SDF). Cegukan dapat muncul dan hilang tanpa sebab yang jelas. Akan tetapi, sering kali cegukan terjadi karena adanya iritasi pada jaringan saraf yang menghubungkan otak dengan diafragma. Penyebab cegukan dapat berupa rangsangan fisik atau emosional seperti diantaranya:

  • Makan terlalu banyak
  • Makan terlalu cepat
  • Makan makanan panas atau pedas
  • Konsumsi alkohol
  • Merokok
  • Konsumsi minuman berkarbonasi/bersoda
  • Sangat gugup atau sangat gembira
  • Stres emosional
  • Perubahan suhu yang mendadak
  • Menelan udara saat menghisap permen atau mengunyah permen karet
  • Perut kembung
  • Iritasi atau kerusakan pada saraf vagus atau saraf frenik yang mengendalikan diafragma.
  • Gangguan metabolik dan obat-obatan yang menyebabkan terjadinya cegukan pada waktu lama, diantaranya adalah diabetes, ketidakseimbangan elektrolit tubuh, penyakit ginjal, serta konsumsi obat golongan barbiturat, steroid, dan transquiliser.
  • Gangguan pada sistem saraf pusat karena adanya tumor atau infeksi sehingga mengganggu mekanisme tubuh dalam mengontrol reflek cegukan. Beberapa contoh tumor atau infeksi yang mengganggu sistem saraf pusat antara lain ensefalitis, meningitis, multiple sklerosis, dan stroke.

Cegukan biasanya berlangsung sementara dan kurang dari 3 jam. Apabila cegukan tidak hilang setelah 3 jam, meski sangat jarang terjadi, sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter karena dikhawatirkan adanya permasalahan kesehatan yang perlu diwaspadai. Beberapa contohnya adalah:

Faktor risiko Cegukan

Diperkirakan bahwa laki-laki lebih cenderung mengalami cegukan dibanding perempuan. Selain itu beberapa faktor risiko yang menyebabkan cegukan misalnya:

  • Kondisi mental atau emosional, misalnya karena kecemasan, stres emosional, dan rasa senang yang berlebihan.
  • Operasi. Beberapa orang yang menjalani operasi dengan anestesi umum atau operasi dibagian rongga perut, biasanya rentan mengalami cegukan setelah operasi.

Menghentikan cegukan

Cegukan dapat dihentikan melalui beberapa cara, misalnya:

  • Bernapas ke dalam kantung kertas
  • Menekuk lutut ke arah dada dan mencondongkan tubuh ke depan
  • Meneguk air dingin
  • Berkumur dengan air dingin
  • Menelan sesendok gula pasir
  • Menelan setetes cuka atau perasan lemon
  • Menahan napas selama beberapa detik

Selain itu cegukan juga dapat diatasi dan dicegah dengan cara:

  • Mengurangi atau menghindari konsumsi minuman berkarbonasi
  • Makan perlahan-lahan dan sedikit-sedikit

Diagnosis Cegukan

Pada kasus cegukan yang berlangsung lama, lebih dari 2 hari, dokter akan melakukan pemeriksaan neurologis meliputi:

  • Tes keseimbangan dan koordinasi tubuh
  • Tes kekuatan otot
  • Tes reflex
  • Tes indra penglihatan dan indra peraba

Apabila dokter mencurigai adanya kondisi medis yang menyebabkan cegukan, akan dilakukan pemeriksaan tambahan yang meliputi:

  • Tes darah untuk memastikan adanya penyakit diabetes, infeksi, atau ginjal
  • X-ray dada, CT, MRI untuk memastikan adanya kelainan yang mempengaruhi saraf vagus, saraf frenik, atau diafragma
  • Endoskopi untuk mendeteksi adanya permasalahan pada esopfagus atau kerongkongan.

Pengobatan Cegukan

Pada banyak kasus, cegukan dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, apabila pada pemeriksaan medis ditemukan adanya penyakit atau kondisi yang menyebabkan cegukan kronis, maka pengobatan dilakukan dengan tujuan mengatasi kondisi atau penyakit yang menyebabkan cegukan. Prosedur pengobatan yang dilakukan yaitu:

  • Terapi obat menggunakan baklofen, klorpromazin, fenitoin, dan metoklopramid
  • Terapi pembedahan atau operasi apabila cegukan disebabkan oleh adanya tumor

Komplikasi Cegukan

Cegukan yang berkepanjangan akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang dan menyebabkan komplikasi sebagai berikut:

  • Penurunan berat badan dan dehidrasi yang disebabkan oleh terganggunya aktifitas makan dan menelan
  • Insomnia karena cegukan mengganggu pola dan kualitas tidur
  • Kelelahan karena terganggunya pola tidur dan asupan nutrisi
  • Permasalahan dalam berkomunikasi karena cegukan mengganggu orang untuk berbicara
  • Depresi
  • Tertundanya proses penyembuhan luka operasi
  • Ritme jantung yang tidak teratur (irregular)
  • Kondisi gastro-esophageal reflux (GERD) atau penyakit asam lambung

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit