Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Olahraga dan Kebugaran

Cedera Otot Paha Setelah Berolahraga, Atasi dengan Cara Ini

Update terakhir: FEB 16, 2020 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 958.987 orang

Bagi Anda yang sering berolahraga, pasti sudah tidak asing lagi dengan cedera atau otot pegal linu. Otot paha biasanya menghasilkan banyak tenaga, sehingga dapat mengalami juga banyak kerusakan akibat hal tersebut, seperti cedera yang terjadi di bagian paha ligamen krusiatum.

Walaupun demikian, ternyata untuk menangani cedera otot paha tersebut tergolong dalam kategori mudah. Simak penjelasannya di bawah ini

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apa itu ligamen krusiatum?

Ligamen krusiatum berasal dari bahasa Latin “crux” dan “cross” dari bahasa Inggris yang artinya menyilang. Sebab, bentuknya menyilang satu sama lain. 

Ligamen krusiatum sendiri merupakan sepasang jaringan ikat yang fungsinya untuk melekatkan tulang paha dengan tulang kering yang terdiri dari dua jenis, yaitu ligamen krusiatum anterior dan ligamen krusiatum posterior.

Ligamen krusiatum memiliki fungsi untuk menstabilkan persendian lutut saat bergerak dan bertujuan agar membuatnya tidak bergeser. Ligamen krusiatum ini termasuk 2 dari 4 ligamen yang memiliki fungsi yang sama. 

Sebab, selain ligamen krusiatum terdapat ligamen kolateral medial dan lateral. Ligamen krusiatum anterior memiliki fungsi untuk menjaga tulang kering supaya tidak mengalami pergeseran ke arah depan. 

Sedangkan, ligamen krusiatum posterior memiliki fungsi untuk menjaga tulang kering tidak mengalami pergeseran ke belakang. 

Untuk cedera ligamen krusiatum anterior disebabkan karena cedera olahraga yang dialami secara kontak atau tanpa kontak.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apa saja tanda dan gejala cedera pada paha setelah berolahraga?

Biasanya, dokter akan menanyakan terkait mekanisme terjadinya cedera dengan pertanyaan kontak maupun non kontak. Hal ini dilakukan untuk melakukan diagnosis dari cedera paha ligamen krusiatum anterior. 

Untuk mekanisme cedera non kontak berkaitan dengan perubahan dari arah lari secara mendadak ataupun ketika mendarat setelah melompat. Suara yang dapat didengar seperti bunyi “Pop!’ di bagian lutut. 

Jika hal ini terjadi, olahraga tidak dapat dilanjutkan karena terasa nyeri, bengkak, dan juga lutut menjadi tidak stabil. Kemudian, beberapa jam kemudian akan terbentuk hemarthrosis. Sebab, cedera kontak biasanya berkaitan dengan cedera yang lebih luas.  

Dilakukan pemeriksaan fisik dengan beberapa manuver, seperti lachman test, pivot shift test, dan anterior drawer test. 

Cara untuk mengobati cedera paha setelah berolahraga

Penanganan darurat yang dilakukan pertama kali saat mengalami cedera paha setelah berolahraga dengan prinsip rest, ice, compress, dan elevation (RICE) untuk mengurangi nyeri dan bengkak yang terjadi. 

Selain itu, Anda dapat menggunakan obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan acetaminophen. Anda juga dapat mengistirahatkan lutut dengan bantuan alat seperti kruk untuk sementara.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Setelah penanganan tersebut dilakukan, selanjutnya dilakukan perawatan tergantung dari tingkat dan jenis cederanya yang dimulai dari program rehabilitasi ataupun menjalani pembedahan rekonstruksi ligamen paha yang mengalami kerusakan.

Diagnosis cedera paha pada dokter ahli untuk hasil akurat

Pemeriksaan MRI, arthrogram, atau rontgen dilakukan untuk melihat struktur ligamen yang rusak akibat cedera paha. MRI digunakan sebagai teknik pemindaian yang paling sensitif sekitar 90-98%. Selain itu, dapat digunakan untuk menemukan adanya robekan di bagian ligamen krusiatum anterior. 

Menggunakan rontgen, biasanya dokter bisa menemukan adanya fraktur segond dalam anterior posterior, yaitu faktur avulsi kapsul lateral yang merupakan tanda tidak langsung adanya cedera pada ligamen krusiatum anterior. 

Sedangkan, untuk sinar X posisi lateral dapat ditemukan pada fraktur lateral notch yang ada di kondilus femoralis lateral. Hal ini sering ditemukan pada cedera yang dialami oleh ligamen krusiatum anterior kronik penyebab subluksasi anterior dari dasar tibialis lateral. 

Namun, umumnya arthrogram telah digantikan oleh MRI dan arthrogram harus dilakukan oleh dokter yang berpengalaman untuk melakukan double-contrast arthrography.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit