Cara Mengatasi Kecanduan Makanan

Dipublish tanggal: Agu 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 20, 2020 Waktu baca: 2 menit
Cara Mengatasi Kecanduan Makanan

Hampir 20% orang mungkin menderita kecanduan makanan. Jumlah ini bahkan lebih tinggi di antara orang dengan obesitas.

Kecanduan makanan melibatkan kecanduan dalam mengonsumsi makanan berlebihan dengan cara yang sama seperti pecandu narkoba kecanduan narkoba. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Orang yang memiliki kecanduan makanan tidak dapat mengendalikan konsumsi makanan tertentu.

Kecanduan makanan sangat terkait dengan gangguan makan, yang memicu kelainan termasuk obesitas, bulimia, dan gangguan makan berlebihan

Satu teori menunjukkan bahwa seseorang dapat mengembangkan ketergantungan dari bahan kimiawi pada makanan tertentu dengan cara yang sama seperti orang  yang kecanduan alkohol atau rokok.

Mengkonsumsi makanan memicu zat kimia di otak, seperti dopamin, yang bertindak sebagai hadiah dan memberikan sensasi menyenangkan bagi individu. Zat kimia ini juga dapat bertindak sebagai pelepasan dari tekanan emosional.

Pengaruh kecanduan makanan bagi otak

Kecanduan makanan melibatkan area otak yang sama dengan kecanduan narkoba. Neurotransmiter yang sama juga terlibat dengan banyak gejala yang identik.  

Makanan cepat saji olahan memiliki efek yang kuat pada pusat otak Anda. Efek ini disebabkan oleh neurotransmiter otak seperti dopamin. Otak memiliki sistem pusat yang merangsang dan mulai mengeluarkan dopamin dan bahan kimia lain yang dikonsumsi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Sistem pusat dopamin memastikan bahwa kita makan makanan yang cukup untuk mendapatkan semua energi dan nutrisi yang kita butuhkan. Makanan cepat saji atau melepaskan sejumlah besar bahan kimia yang terasa enak, dibandingkan dengan makanan yang tidak diproses. 

Terapi dan cara mengatasi kecanduan makanan

Mengatasi kecanduan makanan dapat diatasi dengan niat dan kemauan untuk memperbaiki pola buruk.

Perawatan akan fokus pada menghentikan kebiasaan destruktif dari makan berlebihan kronis. Tujuannya adalah untuk menggantikan kebiasaan makan yang disfungsional dengan kebiasaan makan yang sehat dan untuk mengatasi masalah, seperti depresi atau kecemasan.

Sebuah pendekatan psikologis yang disebut terapi perilaku kognitif (CBT) telah menunjukkan harapan besar dalam mengobati berbagai gangguan makan. 

Kondisi ini memiliki banyak gejala yang sama dengan kecanduan makanan.

Terapi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengubah pola pikir dan menciptakan mekanisme koping baru untuk pemicu kecanduan makanan. CBT dapat dilakukan secara individu atau dalam kelompok kelas kognitif. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5
  • Obat-obatan psikiatri

Kombinasi obat yang mengandung bupropion dan naltrexone secara langsung menargetkan beberapa jalur otak yang terlibat dalam sifat kecanduan makanan. 

Jika timbul rasa tertekan atau cemas, obat antidepresan atau anti-kecemasan dapat membantu Anda mengatasi masalah tersebut.

  • Mengurangi konsumsi makanan cepat saji

Kecanduan makanan adalah masalah nyata dan sangat serius di mana Anda menjadi kecanduan makanan terutama makanan cepat saji. Sejumlah penelitian ilmiah mengkonfirmasi bahwa kecanduan makanan melibatkan area otak yang sama dengan kecanduan narkoba. 

Karena kecanduan makanan tidak terselesaikan dengan sendirinya, yang terbaik adalah mengatur pengobatan untuk hidup sehat.

  • Merubah gaya hidup

Ada juga beberapa perubahan gaya hidup yang dapat membantu seseorang mengelola pengaruh kecanduan makanan seperti :

  • mengganti makanan olahan dan pemanis dengan jenis makanan yang lebih bergizi
  • menghindari kafein
  • makan tiga kali sehari secara seimbang baik porsi dan  waktu
  • minum banyak air
  • duduk di meja sambil makan, fokus pada makanan, dan mengunyah perlahan
  • menyiapkan dan menempel pada daftar bahan makanan sehat saat berbelan
  • biasakan memasak makanan di rumah
  • berolahraga secara teratur
  • tidur cukup minimal 8 jam sehari
  • mengurangi tekanan kerja dan sosial

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Struggling With Your Weight? How to Beat Food Addiction. Health Essentials from Cleveland Clinic. (https://health.clevelandclinic.org/overweight-beat-food-addiction/)
How to Overcome Food Addiction. Healthline. (https://www.healthline.com/nutrition/how-to-overcome-food-addiction)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app