Cara Hitung Kalkulator Berat Badan Ideal Sendiri di Rumah

Rumus BMI/ IMT= berat badan : (tinggi badan x tinggi badan) Setelah keluar hasilnya, barulah Anda bisa mengetahui termasuk golongan manakah IMT Anda. Klasifikasinya adalah sebagai berikut:
Dipublish tanggal: Agu 26, 2019 Update terakhir: Okt 27, 2020 Tinjau pada Mar 24, 2020 Waktu baca: 3 menit
Cara Hitung Kalkulator Berat Badan Ideal Sendiri di Rumah

Sesuai istilahnya, kalkulator berat badan ideal merupakan sarana untuk menghitung apakah bobot tubuh tetap terkontrol atau tidak. Namun sebelum menggunakannya, Anda perlu mengukur lebih dulu berapa lingkar pinggang, serta berat maupun tinggi badan. 

Nanti dari informasi berat (dalam satuan kg) dan tinggi badan (dalam satuan meter) tersebut, Anda baru bisa tahu berapa Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT).

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

1. Kalkulator BMI/ IMT

Rumus BMI/ IMT= berat badan : (tinggi badan x tinggi badan) Setelah keluar hasilnya, barulah Anda bisa mengetahui termasuk golongan manakah IMT Anda. Klasifikasinya adalah sebagai berikut:

Underweight (BMI/IMT < 18,5)

Faktanya, kebanyakan perempuan lebih menyukai tubuh kurus ketimbang gemuk. Padahal tubuh yang terlalu kurus itu juga tidak sehat. Kondisi underweight tak hanya membuat tulang mudah rapuh, tapi sistem imun dan badan pun juga jadi gampang lelah.

Nah bila Anda termasuk golongan ini, sering-seringlah makan setiap harinya. Usahakan agar piring selalu terisi dengan makanan bergizi sehingga kebutuhan tubuh akan karbohidrat, protein, lemak (pilih jenis yang sehat saja ya), vitamin, serta mineral tercukupi.

Ideal (BMI/IMT berkisar antara 18,5-22,9)

Selamat! Jika angka hasil penghitungan kalkulator berat badan menunjukkan 18,5-22,9, itu artinya berat badan sudah ideal. Dalam hal ini Anda tinggal mempertahankan pola hidup sehat yang sedang dijalani saja.

Overweight (BMI/IMT sekitar 23-24,9)

Ada berbagai risiko kesehatan bila berat badan tergolong berlebih, di antaranya adalah peluang terkena stroke, diabetes, osteoarthritis, tekanan darah tinggi, hingga kanker. Karenanya, Anda yang termasuk golongan overweight diimbau untuk mengurangi konsumsi karbohidrat serta gula. 

Baik karbohidrat maupun makanan manis, keduanya ternyata memiliki andil besar dalam merangsang produksi insulin (hormon yang menyimpan lemak dalam tubuh). 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diet via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 38

Sebagai penggantinya, penderita overweight disarankan makan lebih banyak protein, buah, serta sayur. Tips lain supaya kalori yang masuk dalam tubuh tak berlebihan adalah dengan minum segelas air putih ½ jam sebelum makan.

Obesitas (BMI/ IMT > 25)

Nah kalau yang satu ini pastinya lebih berbahaya lagi. Jumlah lemak dalam tubuh penderita obesitas biasanya berlebihan. Kondisi tersebut tentunya tidak hanya mengganggu penampilan saja, tapi juga meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan darah tinggi.

Diet yang mesti dilakukan penderita obesitas juga harus lebih ketat. Tak cukup hanya dengan menurunkan jumlah kalori, penderita obesitas diimbau lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur, rajin olahraga, serta aktif bergerak. 

Jika perlu, konsultasi dengan dokter ahli gizi juga disarankan agar program penurunan berat badan dapat berjalan signifikan.

Sayangnya, kalkulator berat badan ideal dengan menghitung BMI saja kurang akurat karena tidak mengikutsertakan faktor penting lainnya seperti lingkar pinggang, pendistribusian lemak, hingga massa otot.

Padahal ke-3 faktor di atas sangat berdampak bagi kesehatan juga. Contoh gampangnya pada seorang atlet yang fit dan hanya memiliki sedikit lemak tubuh. Angka BMI mereka mungkin tinggi karena besarnya massa otot, namun ini tak berarti bahwa mereka overweight.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Oleh sebab itu, untuk tahu lebih detail lagi soal apakah berat badan sudah sehat atau belum, mari kita gunakan kalkulator berat badan ideal lainnya.

2.Metode WHR (rasio lingkar pinggang-pinggul)

Untuk ini, Anda perlu mengukur lingkar pinggang (bagian paling kecil di area perut, umumnya di atas pusar) dan pinggul, gunakan satuan yang sama ya, boleh centimeter, meter, atau inci. Setelah itu, baru hitung rasio lingkar pinggang-pinggul dengan rumus berikut:

WHR = lingkar pinggang : lingkar pinggul

Hasil penelitian menunjukkan tubuh yang cenderung menyimpan kelebihan lemaknya di area perut berisiko lebih tinggi terserang penyakit kardiovaskular dan diabetes. Semakin tinggi hasil WHR, maka makin besar pula risikonya. Untuk rincian peluang menderita penyakit kardiovaskular adalah sebagai berikut:

  • Rendah – pria (< 0,9), wanita (< 0,8)
  • Sedang – pria (0,9-0,99), wanita (0,8-0,089)
  • Tinggi – pria (1 atau lebih), wanita (0,9 atau lebih)

Dibanding BMI, WHR memang bisa jadi alat pendeteksi yang lebih baik untuk urusan peluang terkena serangan jantung  dan penyakit lainnya. Meski begitu, WHR belum mampu mengukur persentase lemak tubuh atau rasio otot-lemak.

3.Metode WtHR (rasio lingkar pinggang–tinggi badan)

Sarana lain untuk memprediksi risiko penyakit jantung, diabetes, stroke, hipertensi, dan lainnya yang lebih efektif ketimbang BMI adalah WtHR. Cara menghitungnya ialah:

WtHR = lingkar pinggang (cm) : tinggi badan (cm)

Bila hasil yang keluar 0,5 atau di bawahnya, itu artinya berat badannya ideal dan potensi terserang penyakit berbahaya yang disebutkan barusan juga rendah. 

Selain itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menyimpulkan pria yang ukuran lingkar pinggangnya 101,5 cm (atau lebih dari itu), dan wanita yang lingkar pinggangnya 89 cm (atau lebih dari itu) berisiko lebih tinggi mengidap diabetes tipe 2, hipertensi, serta penyakit arteri koroner.

Sebenarnya selain ketiga sarana tadi, masih ada metode lain yakni mengukur persentase lemak tubuh. Hanya saja untuk cara ini, Anda tak bisa melakukannya sendiri di rumah karena butuh alat khusus. 

Yang penting sekarang, setelah membaca ketiga metode di atas, ayo segera ukur supaya sedikit-banyak Anda tahu kira-kira termasuk golongan yang mana. 

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
BMI calculator - Check your BMI. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/live-well/healthy-weight/bmi-calculator/)
How much should I weigh for my height and age?. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/323446)
Adult BMI Calculator. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (https://www.cdc.gov/healthyweight/assessing/bmi/adult_bmi/english_bmi_calculator/bmi_calculator.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app