Cara Diet Tinggi Protein untuk Turunkan Berat Badan

Diet protein dilakukan dengan memperbanyak jumlah protein yang dikonsumsi. Setidaknya jumlah protein yang harus dikonsumsi adalah 30-40% dari jumlah kalori yang dianjurkan. Jika jumlah kalori yang dianjurkan 1800, maka jumlah protein yang harus dikonsumsi adalah 45-218 gram per hari.
Dipublish tanggal: Agu 24, 2019 Update terakhir: Okt 27, 2020 Tinjau pada Mar 17, 2020 Waktu baca: 2 menit
Cara Diet Tinggi Protein untuk Turunkan Berat Badan

Diet banyak dilakukan oleh orang yang ingin menurunkan berat badan dengan cepat. Banyak orang yang melakukan diet dengan menahan lapar. Hal ini tentunya sangat tidak baik bagi kesehatan. Salah satu jenis diet sehat yang dapat dilakukan adalah diet tinggi protein.

Diet tinggi protein dilakukan dengan memperbanyak konsumsi protein, sehingga tubuh dipaksa membakar lemak untuk mendapatkan energi, sehingga berat badan semakin berkurang. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Selain itu, melakukan diet tinggi protein juga tidak membuat tubuh cepat lapar. Agar memahami cara melakukan diet tinggi protein, simak penjelasan berikut ini.

Cara melakukan diet tinggi protein

Diet protein dilakukan dengan memperbanyak jumlah protein yang dikonsumsi. Setidaknya jumlah protein yang harus dikonsumsi adalah 30-40% dari jumlah kalori yang dianjurkan. Jika jumlah kalori yang dianjurkan 1800, maka jumlah protein yang harus dikonsumsi adalah 45-218 gram per hari.

Saat melakukan diet tinggi protein, orang akan mengonsumsi protein dalam jumlah yang lebih banyak, serta mengurangi mengonsumsi karbohidrat. Hal ini menyebabkan tubuh dipaksa membakar timbunan lemak menjadi energi, sehingga berat badan akan berkurang. 

Selain itu, mengonsumsi protein dalam jumlah banyak akan menjaga gula darah tetap stabil, sehingga tubuh akan kenyang lebih lama.

Berdasarkan hasil penelitian, orang yang melakukan diet tinggi protein selama 8-12 minggu dapat menurunkan berat badan hingga 6,5-10 kilogram. Selain itu, kadar lemak juga akan menurun dari 36.7% menjadi 34%. Penurunan lemak akan menyebabkan lingkar pinggang juga menyusut mulai 6-9.4cm.

Melakukan diet tinggi protein, sebaiknya diimbangi dengan diet tinggi serat. Kurang serat menyebabkan kerja ginjal semakin berat, sehingga dapat menyebabkan gagal ginjal. Selain itu, kurang serta juga dapat menyebabkan usus menimbun banyak lemak, tulang kehilangan kalsium, hingga tubuh mengalami dehidrasi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diet via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 38

Jenis makanan tinggi protein

Jika Anda akan melakukan diet tinggi protein, berikut beberapa makanan yang dapat dikonsumsi, antara lain:

1. Produk olahan susu

Produk olahan susu seperti susu, keju, dan yogurt kaya akan protein. Selain itu, produk olahan susu juga mengandung kalsium dan vitamin D. Agar diet yang dilakukan semakin maksimal, sebaiknya pilihlah produk olahan susu yang rendah lemak.

2. Telur

Telur merupakan makanan kaya protein yang sering dikonsumsi. Selain itu, telur juga mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk kesehatan. Telur yang berukuran kecil atau 35-40 gram mengandung 4-5 gram protein, sedangkan telur berukuran besar atau sekitar 60 gram mengandung 8 gram protein.

3. Daging

Baik daging ayam maupun daging sapi mengandung protein yang cukup tinggi. Dada ayam tanpa kulit mengandung 284 kalori dan 40 gram protein. Pada 85 gram daging sapi tanpa lemak mengandung 184 kalori dan 22 gram protein. Selain kaya protein, daging sapi juga kaya akan zat besi dan vitamin B12.

4. Seafood

Ikan tuna merupakan jenis seafood yang kaya protein. Pada 150 gram ikan tuna mengandung 40 gram protein. Selain kaya protein, seafood juga mengandung omega-3 yang baik untuk kesehatan tubuh.

Diet tinggi protein yang dilakukan secara benar, terbukti dapat menurunkan berat badan dengan cepat. Selain itu, melakukan diet protein juga baik untuk kesehatan tubuh. Diet tinggi protein menyebabkan normalnya kadar gula dalam darah, lemak darah, insulin, status zat besi, dan vitamin B12.

Namun perlu diketahui, melakukan diet tinggi protein harus diimbangi dengan mengonsumsi makanan tinggi serat dan karbohidrat. Sebaiknya lakukanlah diet dengan tetap mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, yaitu 50% karbohidrat, 20% lemak, dan 30-40% protein.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
High-Protein Diet: Pros, Cons, and How It Works. Verywell Fit. (https://www.verywellfit.com/is-a-high-protein-diet-best-for-weight-loss-3495768)
43 high-protein foods for weight loss. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/321522)
The 8 Best Diet Plans — Sustainability, Weight Loss, and More. Healthline. (https://www.healthline.com/nutrition/best-diet-plans)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app