Seks dan Hubungan

Ada Cairan Bening yang Keluar Sebelum Ejakulasi, Apa Itu?

Dipublish tanggal: Mar 11, 2019 Update terakhir: Mar 16, 2020 Tinjau pada Mar 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Ada Cairan Bening yang Keluar Sebelum Ejakulasi, Apa Itu?

Para pria pasti tahu sebelum ejakulasi terjadi, umumnya alat kelamin pria yaitu penis akan mengeluarkan suatu cairan bening yang jumlahnya memang tidak banyak seperti jumlah cairan pada saat ejakulasi terjadi. Namun, cairan apakah itu? Apakah cairan tersebut juga mengandung sperma yang dapat menyebabkan kehamilan? 

Apa itu cairan pra ejakulasi atau cairan sebelum ejakulasi?

Seperti namannya, cairan pra ejakulasi adalah cairan yang keluar sebelum seorang pria melakukan ejakulasi. Air mani dikeluarkan oleh kelenjar aksesoris organ intim pria seperti kelenjar Cowper, kelanjar Littre dan kelenjar Morgagni. Kelenjar Cowper (bulbourethral gland) merupakan kelenjar berukuran seperti kacang yang terletak di bawah kelenjar prostat yang berfungsi menghasilkan mukus bening di awal proses ejakulasi dan mengering pada uretra daerah spongiosa. Fungsi cairan ini adalah untuk menetralisir keasaman kencing di uretra dan sebagai pelumas alami sebelum sperma dikeluarkan.

Cairan pra ejakulasi ini secara otomatis akan keluar dengan sendirinya ketika terjadi rangsangan seksual. Jumlah cairan pra ejakulasi yang dikeluarkan biasanya sekitar 5 ml setiap kali seorang pria terangsang, namun bisa saja berbeda jumlahnya pada setiap individu. Beberapa pria memiliki cairan pra ejakulasi dalam jumlah yang cukup banyak, ada juga yang mengeluarkannya dalam jumlah yang relatif lebih sedikit. Apabila Anda merasa tidak mengeluarkan cairan ejakulasi, jangan terlalu cemas karena mungkin cairan pra ejakulasi yang diproduksi tubuh Anda terlalu sedikit sehingga tidak terlihat dan terasa.

Apakah cairan pra ejakulasi mengandung sperma?

Ini merupakan pertanyaan yang sering sekali ditanyakan baik oleh kaum pria maupun kaum wanita. Faktanya, cairan pra ejakulasi dan sperma berasal dari dua sumber yang berbeda. Cairan pra ejakulasi diproduksi oleh kelenjar Cowper sementara sperma diproduksi oleh testis pria. 

Walaupun datang dari dua tempat yang berbeda, namun ternyata cairan pra ejakulasi ini pun mengandung sperma, namun dengan jumlah yang sangat sedikit. Berbeda dengan sperma yang dibawa oleh air mani yang berjumlah sangat banyak. Hal inilah yang menyebabkan cairan pra ejakulasi pun dapat menyebabkan kehamilan pada wanita walaupun jumlahnya hanya sedikit. Oleh karena itu, bagi Anda yang belum merencanakan kehadiran si buah hati, sebaiknya tetap memakai kondom sebagai pengaman agar tidak ada cairan pra ejakulasi dan air mani yang mengandung sperma yang akan masuk ke vagina pasangan Anda.

Sebuah fakta baru juga mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak semua pria yang memiliki cairan pra ejakulasi mengandung sperma di dalamnya, hal ini terjadi akibat faktor kondisi tubuh beserta pola hidup dan obat-obatan yang dikonsumsinya. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena memang cairan pra ejakulasi fungsinya bukanlah untuk membawa sperma, melainkan hanya pelumas alami baik untuk Anda atau pasangan.

Apakah cairan pra ejakulasi dapat menularkan penyakit kelamin?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, ada baiknya Anda tahu kalau kelenjar Cowper sangat rentan terhadap infeksi bakteri. Penularan penyakit kelamin melalui cairan pra ejakulasi memang sangat bisa terjadi. Di kelenjar Cowper, bakteri dapat bertahan hidup dalam waktu yang cukup lama seperti pada kasus penyakit kelamin menular gonore di mana infeksi menyerang bagian uretra dan kelenjar reproduksi manusia. Bakteri dan virus pada penyakit tersebut dapat menyerang dan menginfeksi kelenjar Cowper dan bisa terbawa cairan pra ejakulasi sehingga memungkinkan terjadinya penularan penyakit ketika cairan pra ejakulasi ini sampai ke vagina pasangan Anda. 

Selain dapat menular melalui hubungan seksual melwati vagina, ternyata seks oral pun dapat menjadi wadah penularan penyakit kelamin karena cairan pra ejakulasi juga dapat masuk ke dalam tubuh pasangan melalui oral. Selain penyakit kelamin gonore, penyakit kelamin lainnya seperti HIV, virus HPV (penyebab kanker serviks) serta hepatitis B dan C juga dapat ditularkan melewati cairan pra ejakulasi. 

Apabila Anda ingin melakukan hubungan seks, lakukanlah dengan aman dan jangan bergonta-ganti pasangan. Jaga selalu kesehatan dan kebersihan alat kelamin Anda dan pasangan agar terhindar dari segala sakit penyakit.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What does semen taste like? Health facts about sperm. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/326027.php)
Does Semen Contain Calories or Other Nutrients? And 28 Other Facts. Healthline. (https://www.healthline.com/health/semen-calories)
Sperm, Semen Defects May Be Linked to Shorter Life Spans. WebMD. (https://www.webmd.com/men/news/20140516/sperm-semen-defects-may-be-linked-to-shorter-life-spans)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app