Boron: Informasi Manfaat dan Cara Kerja

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 25, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit

Boron obat apa?

Boron adalah unsur kimia dengan simbol B dengan nomor atom 5. Mineral alami ini banyak terdapat di alam dam terdapat pada makanan ataupun lingkungan seperti batuan, air laut dan tanah. Meskipun dibutuhkan dalam jumlah kecil pada tubuh namun efeknya cukup besar terutama dalam pembentukan tulang, otot dan meningkatkan hormon testosteron.

Boron digunakan sebagai obat atau suplemen untuk mengatasi gejala osteoporosis. Dalam bentuk asam borat, substansi ini juga sering digunakan secara topikal pada kulit untuk mencegah infeksi dan juga digunakan sebagai pencuci mata. Selain itu, juga digunakan sebagai desinfektan dan pengusir serangga.

Ikhtisar Obat Boroni

Jenis obat Mineral, vitamin dan suplemen makanan
Kategori Obat bebas atau resep
Kegunaan Memelihara kesehatan tulang, suplemen makanan dan terapi untuk penderita osteoporosis
Konsumen Dewasa dan anak-anak
Sediaan Kapsul, bubuk
Merek Cal-95 (kandungan boron 1 mg)

Mekanisme Kerja

Boron bekerja dengan cara mempengaruhi tubuh dalam menyerap mineral seperti magnesium dan phosphor. mempengaruhi produksi hormon estrogen dan testosteron, dimana estrogen dikenal sebagai pengontrol kualitas tulang dan fungsi mental. Penggunaan pada Lansia membantu mereka yang sudah menopouse dalam mencukupi hormon estrogennya yang tidak edekuat lagi.

Selain itu, dalam bentuk asam borat obat ini bersifat fungisidal dan desinfektan sehingga sering digunakan untuk membasmi jamur yang menyebabkan infeksi pada daerah kewanitaan.

Indikasi atau Kegunaan Boron

Zat esensial ini digunakan sebagai suplemen mineral dan juga pengobatan terhadap kondisi kesehatan tertentu, diantaranya:

  • Saat kekurangan/ defisiensi boron.
  • Meningkatkan kemampuan atletik seperti masa tubuh, masa otot dan level testosteron pada atlet laki-laki.
  • Mengatasi infeksi vaginal. Dalam bentuk asam borat zat ini efektif mengatasi infeksi jamur (jenis kandida).

Beberapa indikasi lainnya, meskipun masih diragukan, diantaranya adalah:

  • Meningkatkan kemampuan berfikir dan koordinasi, kesimpulan awal diketahui bahwa boron kemungkinan dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan kemampuan koordinasi otot.
  • Meringankan gejala ostoarthritis.
  • Meringankan gejala osteoporosis, dengan meningkatkan masa tulang.
  • Meningkatkan level testosteron.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan suplemen ini jika mengalami kondisi berikut:

  • Boron dapat meningkatkan level estorgen, beberapa kondisi dapat bertambah parah jika terpapar estrogen berlebih seperti pada kanker payudara, kanker serviks, kanker ovari, endometriosis, fibrosis uterus.
  • Ginjal yang bermasalah.

Dosis Boron dan Cara Penggunaan

Boron tersedia dalam bentuk sediaan kapsul dan bubuk dengan kekuatan dosis bervariasi.

Dosis terbaik adalah yang diresepkan oleh dokter Anda. Namun karena zat ini merupakan substansi esensial yang terdapat pada berbagai jenis bahan makanan, tidak ada aturan tetap mengenai dosisinya, namun tetap ada pembatasan maksimum dan minimum dosis harian, seperti berikut:

  • Orang mengonsumsi boron tergantung variasi makanannya. Diet yang dianggap berlebihan adalah sekitar 3,25 mg per 2.000 kilo kalori per hari. Sedangkan yang dianggap rendah adalah sekitar 0,25 mg per 2.000 kilo kalori per hari.
  • Dosis maksimum yang dinilai aman dan tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan adalah:
    • 20 mg per hari untuk orang dewasa atau wanita hamil atau menyusui yang berumur di atas 19 tahun.
    • 17 mg per hari untuk remaja atau wanita hamil dan menyusui yang berumur antara 14 - 18 tahun.
    • 11 mg per hari untuk anak usia 9 sampai 13 tahun.
    • 6 mg per hari untuk anak usia 4 sampai 8 tahun.
    • 3 mg per hari untuk anak umur 1 - 3 tahun.
  • Penggunaan pada infeksi vaginal: 600 gr bubuk asam borat 1 atau 2 kali sehari.
  • Pencegahan infeksi jamur candida: 600 gr bubuk asam borat dua kali seminggu.

Petunjuk Penggunaan:

  • Dalam bentuk suplemen, gunakanlah setelah makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Hindari penggunaan berlebihan karena dapat bersifat toksik.

Efek Samping Boron

Boron umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Sensasi terbakar pada penggunaan di daerah kewanitaan.
  • Penggunaan dalam dosis besar dan jangka panjang meningkatkan risiko kesulitan memiliki anak.

Efek Overdosis Boron

Konsumsi secara langsung via oral dapat menjadi beracun jika dikonsumsi dalam jumlah melebihi ambang maksimum penggunaannya. Gejala keracunan seperti kulit bengkak dan mengelupas, iritasi, tremor, sakit kepala, depresi, diare dan muntah. Segera hubungi kegawatdaruratan jika hal ini terjadi.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Gunakan suplemen ini sesuai anjuran dokter atau sesuai petunjuk penggunaan pada kemasannya.
  • Jangan menggandakan dosis.
  • Sampaikan pada dokter tentang riwayat alergi dan penyakit yang Anda derita sebelum mengonsumsi obat ini.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat boron boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Konsumsi boron umumnya aman untuk wanita hamil pada umur 19 - 50 tahun dengan maksimum penggunaan 20 mg per hari. Pada wanita hamil di umur 14 - 18 tahun konsumsinya sebaiknya tidak boleh lebih dari 17 mg.
  • Penggunaan pada dosis tinggi untuk ibu hamil dan menyusui dapat membahayakan kehamilan dan bayi.

Interaksi Obat

Boron dapat meningkatan level estrogen dalam tubuh, sehingga suplemen ini dapat berinteraksi terhadap obat-obatan atau hormon yang mekanisme kerjanya mempengaruhi tingkat estrogen. Beberapa jenis penyakit juga dapat terpengaruh dengan peningkatan estrogen akibat penggunaan suplemen ini.


17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Shea JL, et al. (2014). Free testosterone: Clinical utility and important analytical aspects of measurement. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24783351)
Pizzorno L. (2015). Nothing boring about boron. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4712861/)
Naghii MR, et al. (2011). Comparative effects of daily and weekly boron supplementation on plasma steroid hormones and proinflammatory cytokines. DOI: (http://10.0.3.248/j.jtemb.2010.10.001)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app